
"sabar dinda jangan nyebrang sembarangan!" ucap reza menarik tangan dinda agar tak berlari melihat tukang rujak bak anak.kecil lihat balom
"keburu habis mas! ayo buruan" dinda tak sabar
"bang pesan 3 bungkus extra pedas ya!" ucap dinda mendapat lirikan dari salah satu orang yang juga terlihat memesan makanan yang ada pada dibarisan pedagang kaki lima
"kirain keluar dari perusahaan pak candra sudah mapan! ternyata makin gembel!! " ucap seorang wanita menatap sinis pada dinda yang saat ini mengenakan celana jeans dan juga kaos polos
"mba ngomong sama saya?" tatapan dinda tak kalah tajam
"tentu saja! karena gagal gaet atasan ya jadi malu dan resign" ucapan wanita itu makin membuat panad dinda
reza hendak menghampiri tapi dinda melarangnya
"apa urusannya dengan anda! saya tidak mengenal siapa anda!" dinda masih bersikap santai
sampai saat dinda hendak membayar pada tukang rujak. wanita itu makin menjadi jadi
"ohh gembel punya uang banyak juga. pasti punya ga*dun baru ya" semuq mata menatap pada dinda seakan merasa kasian sekaligus tatapan sulit diartikan
"kok tahu! atau kamu lebih ahli ya!" dinda tak terpancing
__ADS_1
"kurang aj*ar!" teriak wanita itu hendak menarik rambut dinda tapi tangan kekar menghalaunya
"jangan macam-macam" ancam reza dengan mata membunuh
"sudah mas ayo pulang!" dinda tak mau ada keributan
"untung cakep, meski punya motor doang hahhaaa" ledeknya makin parah saat reza melepaskan tangan wanita tadi
"dasar wanita jal*ng body bagus tapu sayang milik rame rame"
kini dinda tak kuasa menahan emosinya. akhirnya dia menelfon seseorang yang tak lain adalah pak chandra. reza sudah sangat emosi namun lawannya adalah wanita
"halo om! tunggu sebentar" ucap dinda
"kenapa mau laporkan saya. silahkan nama saya dewi bagian keuangan!" wanita itu menantang karena dia dekat dengan devisi hrd yang masih sepupunya
"saya mau tanya apa ada nama tersebut yang saat ini bekerja dibagian keuangan" tanya dinda
setelah mengecek dari bagian hrd pak candra membenarkan adanya karyawan tersebut
si wanita itu mulai khawatir dari mana dinda dapat nomer direkturnya. apa dinda adalah simpanan pemilik tempatnya bekerja pikir siwanita tadi
__ADS_1
"besok naikan gajinya ya om. dinda lihat pekerjaanya cukup lelah" dinda tak berniat memecat orang karena masalah pribadi
"terima kasih om, besok papi mau adain makan malam bersama dinda baru pulang sama mas reza" ucap dinda diakhir panggilan telfonya
"kok diem mba, mau makan malam bareng keluarga saya juga!" tanya dinda pada wanita yang saat ini nyalinya menciut mendengar ucapan dinda barusan
"lain kali jangan pandang orang dari penampilan, saya keluar dari.perusahaan om saya tak ada masalah dengan siapa pun dan tak ada satupum orang yang perlu mencampuri urusan saya!" dinda menang telak suaminya hanya tersenyum kagum
tanpa ada kekerasan dinda menyelesaikan masalhnya dengan sangat cerdas
itu yang paling reza sukai dinda tak menggunakan ototnya saat menghadapi lawan tapi otaknya yang jalan
"ayo mas pulang, dinda sudah lapar" semua orang kini beralih menatap wanita itu dengan sinis
dan tak banyak.juga yang mengomentari pedas tentang sikapnya tadi
salah satu pedagang mengatkan jika dinda adalah anak tunggal dari keluarga atmaja bersaudara
membuat dewi makin takut pasalnya bosnya juga mempunyai nama belakang yang sama
ejekan dan ledekan membut dewi melarikan diri. entah keberanian dari mana dia hingga menghina orang lain didepan umum
__ADS_1
semua bermula saat ia mendengar dinda dijodohkan dengan aldo salah satu pegawai om dinda yang terkenal.pintar dan juga tampan