Asisten Muda Milikku

Asisten Muda Milikku
Tamat


__ADS_3

"kak rumahnya bagus banget! ini pasti mahal" ucap lulu merasa tak pantas menerima begitu banyak kebaikan dinda dan keluarganya


"yang pasti mereka menyiapkannya untuk kita sayang! kita terima dan jaga dengan baik" ucap dion


keduanya baru saja tiba di halaman rumah luas dan rumah satu lantai dengan gaya klasik modern


belum masuk saja sudah terlihat betapa mahalnya rumah yang pastinya akan sulit untuk keduanya mendapatkannya


"ayo masuk!" ajak dion tak sabar


lulu masih sangat terpesona, meski melihat mewahnya rumah dinda tapi ia merasa biasa saja


tapi kini rumah yang lulu dan dion akan tinggali adalah miliknya


saat pertama membuka pintu nampak rangkaian karpet merah dan taburan bunga menyambut kedua pengantin baru yang belum sempat menikmati indahnya malam pertama layaknya pengatin baru lainya


lulu malu saat membayangkan nanti malam.


"kamu kenapa?" tanya dion melihat istrinya senyum sendiri


"ahh ngga kok, cuma seneng aja gitu bisa tinggal dirumah bagus" lulu beralasan


padahal wajahnya memerah " ohh kirain bayangin saya lagi mandi!" ucap dion menggoda


"kak!" ucap lulu


"hmmm, mau sekarang?" goda dion lagi


"mesum!" lulu berlari mencari kamarnya


"wow ini seperti difilm!" lulu kagum dengan dekorasi kamarnya


__ADS_1


"kak lihat deh!" panggil lulu pada suaminya


"astaga! mereka benar benar niat rupanya" dion tersenyum


dion akan membawa istrinya kerumah orang tuanya setelah keduanya menghabiskan honeymoom dirumah yang telah disiapkan oleh reza dan dinda


tiga hari adalah waktu yang diberikan oleh reza untuk dion menikmati masa pengantin barunya


dion memeluk lulu dari belakang "bolehkah?" dion menunggu jawaban lulu yang cukup ragu


"emmm mau sekarang banget emangnya?" tanya lulu ambigu


"maksudnya?" dion tak paham


"ohh maksud saya boleh peluk gini!" lanjut dion


lulu diam saja karena malu "biasanya juga begini, cium cium juga tapi ngga tanya dulu!" kesal lulu


******


"iya sayang! mana cucu mami?" bukan lagi anak dan menantu tujuan utamanya adalah cucu saat ini


"nanti dulu reza baru kebagian sebentar!" tolak reza saat mami tania ingin memintanya


"kamu bikin lagi yang banyak sama istrimu! cucu pertama milik ku!" ucap mami tania


"enak saja! kita rawat bersama biar orang tuanya buat lagi!" mami ana pun tak mau kalah


"kalian pikir gampang apa buat anak!" kesal dinda


dirinya kini terlupakan


"ada yang cemburu sepertinya!" ucapmami ana

__ADS_1


"siapa namanya ana?" tanya mami tania


"mentari tan! bagus ya!" ucap mami ana


nino dan pak farhan serta reza keluar kamar dan mencari tempat untuk para lelaki mengobrol, saat para wanita berebut perhatian dan cucu


"za kami akan pindah kesini untuk selamanya!" ucap pak farhan membuka obrolan


"dady serius! akan reza carikan rumah segera!" ucap reza sangat senang keluarganya berkumpul


"iya kak, kami akan buka kantor disini mungkin jika ada yang perlu diurus nino yang akan handle diluar negeri" jelas nino adik reza


"syukurlah! saya ikut bahagia mendengarnya" papi tirta pun ikut berkomentar


sambil menimati kopi para lelaki pun saling bertukar pendapat san masalah pekerjaan


**


sore ini dinda sudah diizinkan pulang dan membawa sang buah hati


segala administrasi telah diselesaikan dan barang barang dinda serta bayinya juga telah dikemas


hanya tinggal menunggu reza " ayo kita pulang!" reza menyerahkan anaknya pada sang mertua


sementara reza menggendong dinda dan membawanya kedalam mobil menuju rumah orang tua dinda


semua keluarga telah berkumpul.dirumah pak tirta yaitu orang tua dinda


sambutan hangat dan juga ucapan selamat berdatangan silih berganti


dinda sangat bahagia air matanya tak dapat terbendung


"hey assisten tampan papiku! i love you" ucap dinda membuat reza senang

__ADS_1


hingga terus berada disamping sang istri


TAMAT


__ADS_2