
"kak rumahnya bagus banget! ini pasti mahal" ucap lulu merasa tak pantas menerima begitu banyak kebaikan dinda dan keluarganya
"yang pasti mereka menyiapkannya untuk kita sayang! kita terima dan jaga dengan baik" ucap dion
keduanya baru saja tiba di halaman rumah luas dan rumah satu lantai dengan gaya klasik modern
belum masuk saja sudah terlihat betapa mahalnya rumah yang pastinya akan sulit untuk keduanya mendapatkannya
"ayo masuk!" ajak dion tak sabar
lulu masih sangat terpesona, meski melihat mewahnya rumah dinda tapi ia merasa biasa saja
tapi kini rumah yang lulu dan dion akan tinggali adalah miliknya
saat pertama membuka pintu nampak rangkaian karpet merah dan taburan bunga menyambut kedua pengantin baru yang belum sempat menikmati indahnya malam pertama layaknya pengatin baru lainya
lulu malu saat membayangkan nanti malam.
"kamu kenapa?" tanya dion melihat istrinya senyum sendiri
"ahh ngga kok, cuma seneng aja gitu bisa tinggal dirumah bagus" lulu beralasan
padahal wajahnya memerah " ohh kirain bayangin saya lagi mandi!" ucap dion menggoda
"kak!" ucap lulu
"hmmm, mau sekarang?" goda dion lagi
"mesum!" lulu berlari mencari kamarnya
"wow ini seperti difilm!" lulu kagum dengan dekorasi kamarnya
__ADS_1
"kak lihat deh!" panggil lulu pada suaminya
"astaga! mereka benar benar niat rupanya" dion tersenyum
dion akan membawa istrinya kerumah orang tuanya setelah keduanya menghabiskan honeymoom dirumah yang telah disiapkan oleh reza dan dinda
tiga hari adalah waktu yang diberikan oleh reza untuk dion menikmati masa pengantin barunya
dion memeluk lulu dari belakang "bolehkah?" dion menunggu jawaban lulu yang cukup ragu
"emmm mau sekarang banget emangnya?" tanya lulu ambigu
"maksudnya?" dion tak paham
"ohh maksud saya boleh peluk gini!" lanjut dion
lulu diam saja karena malu "biasanya juga begini, cium cium juga tapi ngga tanya dulu!" kesal lulu
******
"iya sayang! mana cucu mami?" bukan lagi anak dan menantu tujuan utamanya adalah cucu saat ini
"nanti dulu reza baru kebagian sebentar!" tolak reza saat mami tania ingin memintanya
"kamu bikin lagi yang banyak sama istrimu! cucu pertama milik ku!" ucap mami tania
"enak saja! kita rawat bersama biar orang tuanya buat lagi!" mami ana pun tak mau kalah
"kalian pikir gampang apa buat anak!" kesal dinda
dirinya kini terlupakan
"ada yang cemburu sepertinya!" ucapmami ana
__ADS_1
"siapa namanya ana?" tanya mami tania
"mentari tan! bagus ya!" ucap mami ana
nino dan pak farhan serta reza keluar kamar dan mencari tempat untuk para lelaki mengobrol, saat para wanita berebut perhatian dan cucu
"za kami akan pindah kesini untuk selamanya!" ucap pak farhan membuka obrolan
"dady serius! akan reza carikan rumah segera!" ucap reza sangat senang keluarganya berkumpul
"iya kak, kami akan buka kantor disini mungkin jika ada yang perlu diurus nino yang akan handle diluar negeri" jelas nino adik reza
"syukurlah! saya ikut bahagia mendengarnya" papi tirta pun ikut berkomentar
sambil menimati kopi para lelaki pun saling bertukar pendapat san masalah pekerjaan
**
sore ini dinda sudah diizinkan pulang dan membawa sang buah hati
segala administrasi telah diselesaikan dan barang barang dinda serta bayinya juga telah dikemas
hanya tinggal menunggu reza " ayo kita pulang!" reza menyerahkan anaknya pada sang mertua
sementara reza menggendong dinda dan membawanya kedalam mobil menuju rumah orang tua dinda
semua keluarga telah berkumpul.dirumah pak tirta yaitu orang tua dinda
sambutan hangat dan juga ucapan selamat berdatangan silih berganti
dinda sangat bahagia air matanya tak dapat terbendung
"hey assisten tampan papiku! i love you" ucap dinda membuat reza senang
__ADS_1
hingga terus berada disamping sang istri
TAMAT