Asisten Muda Milikku

Asisten Muda Milikku
terluka parah


__ADS_3

" maafkan aku jika orang tuaky melakukan itu semua, aku tak tahu apapun!" ucap dinda menjelaskan


dinda juga tak menyangka jika papinya berbuat sejauh itu. tapi dinda yakin pasti ada alasan lain karena dinda tahu papinya bukan orang setega itu


namun dinda juga merasa bersalah atas apa yang menimpa varo setelah keduanya berpisah. dinda tak tahu orang yang dulu ia cintai mengalami hal yang sangat buruk


"maaf dan uangmu juga tak akan mampu mengembalikan segalanya" varo melembutkan ucapannya


"lalu apa yang harus ku lakukan untuk menebus semuanya!" dinda mencoba bernegosiasi


"jangan lakukan apapun, tetap diam disini bersamaku dan kita akan mati bersama disini tanpa ada seorang pun yang tahu" ucap varo dengan tatapan tajam


"jangan lakukan ini varo, ayo kita pulang bersama tempat ini tak baik untuk kita berdua. aku akan menurut!" rayu dinda


"tak ada tempat yang lebih baik saat ini selain bersamamu, kita akan mengulang indahnya masa kita dulu dan ada satu hal yang terlewatkan!" varo menggantung ucapannya


"dulu belum sempat ku menyentuhmu, hahahaa" varo tertawa bahagia


keingiannya dari awal ingin membuat dinda menyerah dan meberikan segalanya pada varo sampai dengan kehormatannya


"varo kisah kita sudah lama ayo kita lupakan dan mulai hidup baru! kita aksn menjadi teman oke!" dinda merasa varo bukan sepenuhnya dirinya


cukup lama keduanya berhubungan hingga dinda tahu persis sifat varo


"lupakan! mudah sekali mulutmu ini berucap" varo menekan mulut dinda dengan kedua tangannya dengan keras


"emmmm.. emmm" dinda kesakita justru membuat varo senang


gubrak


suara pintu ditendang


reza melihat istri disentuh pria lain membuat amarahnya meningkat


"lepaskan tangan kotormu itu!" reza berjalan mendekat


varo yang memegang benda tajam langsung mengarahkan pada leher dinda


"massss" dinda ketakutan


"tenang sayang!" reza berusaha mengalihkan fokus varo


anak buah reza sudah mengepung tempat dimana dinda disekap selama dua hari


"diam ditempat atau aku goreskan ini dikulit mulusnya" varo makin memancing kemarahan reza dengan menyentuh bibir dinda

__ADS_1


"letakan senjatamu! jangan sentuh istriku!" reza memeberikan kode pada anak buahnya yang dari belakang varo diam diam mendekat


tanpa varo sadari karena fokusnya pada reza


tangan varo ditendang dari belakang oleh anak buah reza yang telat terlatih


senjata tajamnya terlempar beserta varo yang tersungkur


dengang cepat reza berlari melepaskankan ikatan tangan dinda yang sudah membengkak merah akibat tali yang mengikatnya kencang


"sayang maafkan mas lama menemukanmu! reza mengusap air mata dinda merasakan adanya bekas tangan yang memerah dipipi mulus istrinya


seketika reza membalik badan dan menendang varo sekuat tenaga


"mas jangan, ayo kita pergi saja aku takut!" dinda tak ingin suaminya terkana masalah


dan rasa takutnya yang sudah ia tahan dua hari ini. kini dia bisa melampiaskan semuanya


"kita kemobil, papi tirta ada diluar" ucap reza menggendong dinda


"sisakan untukku!" ucap reza sebelum pergi


"dinda!" papi tirta keluar dari mobil dan memeluk anaknya


"hati hati!" papi tirta menuruti ucapan menantunya


dia tahu bagaimana rasanya orang yang paling dincintainya disakiti orang lain


reza mengangguk


"mas kita pukang bersama!" dinda mengajak reza


reza kembal dan memeluk dinda " sebentar lagi kamu pulang dulu sama papi, tunggu mas dirumah oke" reza mengecup kening dinda cukup lama


"mas" dinda tak reza berpisah lagi dari suaminya


"dinda turuti suamimu! ini berbahaya ayo kita pulang" papi tirta membujuk dinda


reza mengangguk menyetujui ucapan mertuanya


sekali lagi dinda memeluk reza sebelum pergi


dinda beserta papi dan anak buahnya kembali kerumahnya. tak lagi berada di vila keluarga yang lain pun dalam perjalanab pulang


reza kembali masuk kedalam dimana orang yang ingin diha*bisi dengan tangannya sendiri saat ini

__ADS_1


"bos!"


"lepaskan ikatannya!" reza mendekati varo yang masih dalam keadaan baik


"kau mau ku mulai dari mana? tangan yang sudah berani menyentuh istriku atau ot*ak yang tidak terpakai hingga berani menyakiti kekuarga atmaja!" teriak reza


"hahaha, sebelum kau dia adalah ja*langku" ucap varo dengan berani


tendangan reza mengenai perut varo yang rak bisa mengelak


tanpa basi basi lagi reza melayangkan tinjuannya pada wajah varo berkali kali hingga varo tersungkur lemas


"kau punya berapa nyawa hah!" lagi lagi reza menbogemkan tinjunya


darah diwajah varo bercucuran


saat hendak menginjak tangan varo tiba tiba


"mas sudah! cukup mas" suara dinda dalam tangisnya menghampiri reza


reza menoleh melihat dinda menghampirinya


reza yang tak fokus karena panggilan dinda. varo bangun dan menusukan benda tajam pada perut reza


"mass awas!" dinda berteriak namun terlambat


"aaaww" reza kesakitan


para anak buah yang tadinya diluar kini masuk kedalam dan mengamankan varo


menarik paksa dan membawanya ke mobil untuk diserahkan pada pihak berwajib


"masss!!!!!" dinda melihat darah diperut suaminya


seorang pria bertubuh tegap membatu reza berjalan hingga kemobil


"cari rumah skit terdekat ayo cepat!!!!" dinda berteriak


"mas, bertahan mas jangan tinggalkan aku mas" dinda menangis


"saaayang jangan menangis!" reza mengeluarkan satu kalimat sebelum tak sadarkan diri


"mass maafkan aku mas, bertahanlah.. ayo tambah kecepatannya!" dinda yang khawatir dan panik


hingga beberapa lama waktu perjalanan dinda melihat ada sebuah klinik

__ADS_1


__ADS_2