Asisten Muda Milikku

Asisten Muda Milikku
sebentar saja


__ADS_3

"hai bro!" ucap daren yang lebih dulu datang ditempat keduanya berjanjian


"hai!" jawab reza singkat


"kenapa tuh muka kusut banget, bukanya semalam habis dapat mangsa kelas kakap?" tanya daren


flasback on


"beb malam ini aku keluar kota sama keluarga aku, ada acara nikahan saudara besok" isi pesan kekasih daren bernama risma


"ohh beb, aku tak sanggup tanpamu!" balasan dari daren menggombal padahal ia juga berniat akam mengajak reza ke club malam. untuk menghilangkan penat pekerjaan dan kehidupan


saat tiba dibasemen apartemen reza, daren melihat reza keluar bersama wanita cantik dan mengurungkan niatnya untuk mengajak reza pergi.


semua orang sedang tak berpihak padaku batin daren dan pulang kerumah tidur hingga pagi menjelang reza mengubunginya untuk bertemu


flasback off


"apa maksudmu!" tanya reza


"bukankah putri tunggal keluarga atmaja yang kamu bawa semalam! tak usah mengelak lagi" ucap daren pada reza


"matamu ada dimana-mana rupanya!" ucap reza menimpali perkataan daren

__ADS_1


keduanya memesan kopi dan memilih tempat yang bisa untuk keduanya merokok. reza bukan pecandu berat rokok hanya sesekali saja saat ia stres atau sedang sendiri saja membutuhkan batang tembakau itu untuk dihisap


"ada masalah apa?" tanya daren yang mengenal sifat reza. kali ini tak seperti biasa


"entahlah ini masalahku atau orang tuaku" reza menceritakan semua tentang pembahasanya semalam dengan orang tuanya. daren pun mengerti reza memang tipe orang yang tak memberikan kesempatan kedua bagi orang yang menghianatinya


"lalu apa rencanamu sekarang?" tanya daren


"belum pasti, rasanya gue memang harus membantu orang tua gue, tapi perasaan ini ngga ingin meninggalkan negara ini lagi" ucap reza putus asa


"kalau masalah hati lo pikir dulu baik-baik. tapi kalau masalah perusahaan lo bisa minta bantuan gue. ada sedikit tabungan gue buat tambahin" ucap daren


"gue juga punya tabungangan dan menurut gue cukup. tapi orang tua jesika meminta gue harua menikahi anaknya agar melepaskan perusahaan dady gue" reza menarik nafas panjang


"apa lo punya seseorang yang memberatkan disini!" daren mencoba memecahkan masalah reza


keduanya terus bertukar pendapat dan menemukan solusi. reza akan mencoba bernegosiasi dengan jesika dan orang tuanya agar mengembalikan semua aset yang diambil alih secara curang olehnya


reza kembali kerumah masa kecilnya dan menyanggupi membantu orang tuanya


"saya akan bantu, tapi saya tidak harus menikahi jesika. seminggu lagi saya akan menyusul setelah pekerjaan disini saya selesaikan" ucap reza


"terima kasih ya nak" ucap mami tania memeluk reza yang mau bertanggung jawab atas kelalaian suami dan anaknya

__ADS_1


"tak perlu seperti ini mam, anggap saja ini balas budiku pada kalian" reza keluar rumah mewah bernuasa coklat susu


"kamu mau kemana reza?" tanya dady farhan kepada reza dan tak ditanggapi olehnya yang sudah masuk mobil dan melajukan mobilnya ke apartemenya


"sedang apa" reza menghubungi seseorang melalui panggilan telfonya


"lagi tiduran kenapa memangnya!" jawab dinda ketus


"jangan galak-galak nona cantik nanti rindu padaku" bluss ucapan reza berhasil membuat wajah dinda memanas


"ada apa malam-malam telfon?" dinda mulai melembut


"kangen!" itu saja kata yang keluar dari mulut reza


"dasar ngga jelas!" sahut dinda


"kalau kamu mau yang jelas ya datang kesini" reza menggoda dinda. membayangkan seperti apa wajah dinda saat ini


"ogah banget! lagian pak reza kenapa sih dulu aja manusia es berwajah tembok. sekarang crewet kayak mak komplek" ucap dinda mengoceh dan berhasil membuat reza tertawa


baru kali ini dinda mendengar reza tertawa lepas seperti tanpa beban.


"kamu lucu dinda, saya suka!" ucap reza lagi

__ADS_1


"sudah pintar menggombal ya, apa tak ada wanita lain yang bisa kau gombali hah! dah malam aku mau tidur" ucap dinda


"tunggu sebentar din, sebentar saja aku ingin mendengar suara cemprengmu lebih lama" aldo mencegah dinda memutuskan panggilan telfonya


__ADS_2