
acara akad dan juga resepsi diadakan secara langsung ditempat dan jam yang sama agar tak memakan waktu dan juga biaya yang besar
lulu sebenarnya tak mau menghamburkan uangnya, tapi dion ingin memberikan yang terbaik untuk orang yang dicintainya
tak memakan biaya yang besar karena keduanya mendapatkan banyak sponsor dari bos dan mantan bosnya
"terima kasih bu, pak" lulu memeluk dinda haru tak menyangka hidupnya menjadi lebih baik dari sebelumnya berkat dinda
"jangan nangis! tersenyum dong kan lagi bahagia!" dinda memeluk erat tubuh lulu
"sudah sana temani tamu kalian, sayang ayo istirahat kamu terlalu lama pakai sepatu tinggi!" ucap reza khawatir pada istrinya
"iya mas" dinda patuh pada ucapan suaminya
terlihat lebih kalem dan juga keibuan sekarang dinda semenjak usia kandungannya telah menginjak sembilan bulan
dan kini tinggal menunggu hari kelahiran sang buah hatinya
"kami pamit dulu ya!" ucap dinda yang sudah cukup lelah dengan rangkaian acara
"iya kak, terima kasih banyak untuk semua yang kalian lakukan untuk acara ini" ucap dion
__ADS_1
keduanya menghilang dari pesta yang masih ramai, reza mengajak dinda beristirahat dikamar milik nya di hotel yang digunakan untuk pernikahan dion dan lulu
"mas, kita pulang saja yuk!"ajak dinda merasa tak enak badan
"kamu kenapa? kita kerumah sakit aja ya?" tanya reza
"iya mas rasanya ngga enak banget!" dinda mulai merasa mulas
tak menunggu lama reza dan dinda menuju parkir mobil dan menuju rumah sakit biasa dinda memeriksakan kandungannya
"aduh mas, mau pipis!" dinda mengeluh dalam mobil membuat reza makin panik
"sebentar lagi ya sayang, tahan dulu sebentar!" reza tak tega melihat dinda merasa kesakitan tapi dia juga tak mau ambil resiko dengan melajukan mobilnya pelan
reza tak melepaskan tangan istrinya. terus menggenggam erat tangan dinda
"pak sepertinya istrinya sudah waktunya melahirkan!" ucap dokter jaga yang juga meminta asistennya untuk menyiapakan ruangan persalinan untuk dinda
dengan doa dan pertolongan dari yang kuasa, persalinan dinda dipermudah dan tak menunggu lama karena menurut dokter
harusnya dari pagi hari dinda sudah dibawa kerumah sakit
__ADS_1
suara tangisan bayi terdengar oleh reza dan dinda. buah hati keduanya telah menemui awal kehidupannya dengan lahir kedunia
dengan persaan lega reza melihat anaknya yang masih belum dibersihkan keluar dari tubuh sang istri. rasa harunya tak terasa membuat air matanya terjatuh
"mas, dia cantik!" dinda dengan nafas yang masih tersengal dan lelahnya seketika hilang melihat malaikat kecilnya hadir dalam kehidupannya kini
"iya sayang, seperti mamanya!" reza memeluk dinda
sedangkan bayinya dibersihkan oleh suster dan kembali kekamar dinda diberikan pada dinda agar
menggendongnya
"silahkan diazdankan pak!" ucap suster
reza dengan segara meminta anaknya dan menggendongnya. lalu mengumandangkan lantunan azdan ditelinga sang anak
tak kuasa menahan tangisnya dinda sangat bahagia dengan momen saat ini. terlintas bayangan calon anaknya dulu yang belum sempat lahir kedunia
tapi dinda bersyukur saat ini keluarga kecilnya akan menjaalani kehidupan sebagai mana impiannya
"boleh anak saya tidur disini saja sus?" tanya dinda
__ADS_1
"sementara diruang anak dulu ya bu, nanti setelah waktunya tiba akan saya antar kekamar ibu" ucap suster
reza memberi pengertian pada dinda dan mengizinkan anaknya diruang anak untuk sementara