Asisten Muda Milikku

Asisten Muda Milikku
Untuk mu


__ADS_3

acara akad dan juga resepsi diadakan secara langsung ditempat dan jam yang sama agar tak memakan waktu dan juga biaya yang besar


lulu sebenarnya tak mau menghamburkan uangnya, tapi dion ingin memberikan yang terbaik untuk orang yang dicintainya


tak memakan biaya yang besar karena keduanya mendapatkan banyak sponsor dari bos dan mantan bosnya


"terima kasih bu, pak" lulu memeluk dinda haru tak menyangka hidupnya menjadi lebih baik dari sebelumnya berkat dinda


"jangan nangis! tersenyum dong kan lagi bahagia!" dinda memeluk erat tubuh lulu


"sudah sana temani tamu kalian, sayang ayo istirahat kamu terlalu lama pakai sepatu tinggi!" ucap reza khawatir pada istrinya


"iya mas" dinda patuh pada ucapan suaminya


terlihat lebih kalem dan juga keibuan sekarang dinda semenjak usia kandungannya telah menginjak sembilan bulan


dan kini tinggal menunggu hari kelahiran sang buah hatinya


"kami pamit dulu ya!" ucap dinda yang sudah cukup lelah dengan rangkaian acara


"iya kak, terima kasih banyak untuk semua yang kalian lakukan untuk acara ini" ucap dion

__ADS_1


keduanya menghilang dari pesta yang masih ramai, reza mengajak dinda beristirahat dikamar milik nya di hotel yang digunakan untuk pernikahan dion dan lulu


"mas, kita pulang saja yuk!"ajak dinda merasa tak enak badan


"kamu kenapa? kita kerumah sakit aja ya?" tanya reza


"iya mas rasanya ngga enak banget!" dinda mulai merasa mulas


tak menunggu lama reza dan dinda menuju parkir mobil dan menuju rumah sakit biasa dinda memeriksakan kandungannya


"aduh mas, mau pipis!" dinda mengeluh dalam mobil membuat reza makin panik


"sebentar lagi ya sayang, tahan dulu sebentar!" reza tak tega melihat dinda merasa kesakitan tapi dia juga tak mau ambil resiko dengan melajukan mobilnya pelan


reza tak melepaskan tangan istrinya. terus menggenggam erat tangan dinda


"pak sepertinya istrinya sudah waktunya melahirkan!" ucap dokter jaga yang juga meminta asistennya untuk menyiapakan ruangan persalinan untuk dinda


dengan doa dan pertolongan dari yang kuasa, persalinan dinda dipermudah dan tak menunggu lama karena menurut dokter


harusnya dari pagi hari dinda sudah dibawa kerumah sakit

__ADS_1


suara tangisan bayi terdengar oleh reza dan dinda. buah hati keduanya telah menemui awal kehidupannya dengan lahir kedunia


dengan persaan lega reza melihat anaknya yang masih belum dibersihkan keluar dari tubuh sang istri. rasa harunya tak terasa membuat air matanya terjatuh


"mas, dia cantik!" dinda dengan nafas yang masih tersengal dan lelahnya seketika hilang melihat malaikat kecilnya hadir dalam kehidupannya kini


"iya sayang, seperti mamanya!" reza memeluk dinda


sedangkan bayinya dibersihkan oleh suster dan kembali kekamar dinda diberikan pada dinda agar


menggendongnya


"silahkan diazdankan pak!" ucap suster


reza dengan segara meminta anaknya dan menggendongnya. lalu mengumandangkan lantunan azdan ditelinga sang anak


tak kuasa menahan tangisnya dinda sangat bahagia dengan momen saat ini. terlintas bayangan calon anaknya dulu yang belum sempat lahir kedunia


tapi dinda bersyukur saat ini keluarga kecilnya akan menjaalani kehidupan sebagai mana impiannya


"boleh anak saya tidur disini saja sus?" tanya dinda

__ADS_1


"sementara diruang anak dulu ya bu, nanti setelah waktunya tiba akan saya antar kekamar ibu" ucap suster


reza memberi pengertian pada dinda dan mengizinkan anaknya diruang anak untuk sementara


__ADS_2