Asisten Muda Milikku

Asisten Muda Milikku
kecelakaan


__ADS_3

malam harinya dinda yang kelelahan dengan kegiatanya hari ini namun membuatnya senang. diusia yang menginjak kepala tiga dinda diberikan berkah suami yang luar biasa baginya dan kini dinda juga akan segera mendapatkan gelar baru sabagai calon ibu


"mas kaki ku sakit" rengek dinda manja


"mau mas pijit atau mau panggil tukang pijit handal?" tawar reza karena dirinya tak pintar memijit takut salah urat ya kan! kalau bakso urat mah enak hehe*


"mau sama mas aja" ucap dinda ucap dinda manja


"jangan memancing mas sayang, kamu ngga mau badanmu tambah lelah dan pegal bukan?" kini gantian reza yang menggoda dinda


"mas!!!!" teriak dinda


"hahahahahaaaa" reza tertawa kencang dan mendapatkan pukulan dilengannya


"ayo berbaring mau bagian mana yang dipijat?" reza merenggangkan ototnya seperti biasa sebelum tidur reza akan membuka bajunya dan meninggalkan celana pendeknya saja saat tidur.  meski sudah lama menikah dan kini dirinya tengah mengandung tapi dinda masih enggan menatap tubuh suaminya tanpa pakaian


baginya itu tak baik untuk kesehatan jantungnya yang akan berdegup kencang saat menatapnya


"tapi janji ngga aneh aneh!" ancam dinda

__ADS_1


"sama istri sendiri kan pahala din, kalau kamu menolak itu adalah dosa!" ceramah reza membuat dinda mengekrut mendengarnya


tak mendengar jawabannya reza melihat sang istri sudah terlelap dalam mimpinya. dan akhirnya ceramhnya tak berpengaruh pada istrinya saat ini


reza hanya menggeleng gelengkan kepalanya dengan tingkah lucu sang istri saat hamil. ada saja yang membuatnya tersenyum dan juga kesal


menatap wajah dinda yang polos saat tidur membuatnya nyaman, dibenarkan posisi tidru dinda kemudian menyelimuti agar tak kedinginan tak lupa dengan kecupan manis penghantar tidur


sementara itu reza membuka laptopnya mengecek beberapa email dan memeriksanya. reza menyelesaikan beberapa pekerjaan sebelum tidur


kerjaan yang menumpuk mengajak reza untuk begadang untuk menyelesaikannya, tak mau sibuk sindirian reza menganggu tidur dion mengajaknya untuk diskusi melalui panggilan video agar mudah menyampaikan pendapatnya masing masing


*****


"sayang mas ada rapat pagi, mas berangkat dulu ya kamu hati hati dirumah" ucap reza berbisik pada istrinya yang belum bangun dari tidurnya, reza tak tega membangunkan dinda dijam yang masih terlalu pagi


reza berangkat dengan dijemput oleh dion yang sudah tiba dirumahnya sekitar pukul lima pagi. jarak yang cukup jauh untuk rapat mengharuskan reza berangkat lebih awal dan meninggalkan dinda


reza sudah berpesan pada asisten rumah tangga jika dinda bangun untuk menghubunginya.  reza bergegas pergi ketempat rapatnya

__ADS_1


**


dinda bangun meraba raba sebelahnya sudah tak ada lagi guling hidup yang biasa menunggunya bangun tidur dengan sambutan senyum termanis yang dimiliki pria.


"mas! mas kamu sudah berangkat?" dinda beranjak  mencari suami tercinta


tak ada sahutan dinda turun kelantai bawah mungkin saja suaminya sedang sarapan atau berolah raga. dengan semangat dinda berlari menuruni tangga tanpa melihat kanan kiri


dinda terpeleset dari tangga terjatuh dilantai yang untung saja sudah tak terlalu tinggi.


"auuuuuu! sakitt!" dinda berteriak semua pegawai menghampiri dinda yang sedang tergeletak dilantai


tak sampai pingsan namun sakit yang dirasakan dinda cukup membuat wajahnya pucat


para pegawai yang ketakutan langsung membawa dinda kerumah sakit, dalam perjalanan bik wati mengabarkan pada mami ana yang saat itu menghubunginya karena dirumah sepi


"nyonya, bu dinda dibawa kerumah sakit S" ucap bik wati  tanpa banyak bicara


dirinya tak sempat menghubungi reza karena rasa paniknya. yang terpenting dinda lebih dulu diselamatkan

__ADS_1


dinda yang sudah pingsan tak sanggup menahan rasa sakitnya


__ADS_2