Asisten Muda Milikku

Asisten Muda Milikku
Rumahku


__ADS_3

"selamat sore den"  ucap salah seorang perempuan bernama bik wati


"sore bik, perkenalkan dia adalah calon istriku!" ucap reza pada para pekerjanya dan mendapatkan tanggapan hangat dari mereka


"tolong buatkan  minuman dingin, saya akan mandi dulu" ucap reza lagi


"kamu mau mandi dulu din?" tanya reza


"tidak mas nanti saja dirumah, mas kalau mau mandi silahkan aku tunggu disini" ucap dinda kemudian duduk di sofa panjang tanpa menunggu disuruh oleh reza, pertanyaanya sudah terjawab atas rumah siapa yang ia kunjungi saat ini


reza yang selesai dengan ritual mandinya terlihat begitu segar dangan pakaian kasual yang menambah kadar manisnya. dinda menatap seolah akan menerkamnya


"auuu sakit mas!" ucap dinda mengelua keningnya karena dijitak oleh reza


"kalau terpesona bilang aja, ngga usah sampe ngiler gitu" ucap reza kemudian duduk disamping dinda


"kau punya rumah sebesar ini tak tak ditinggali?" tanya dinda heran


"dulu aku tinggal disini sampai dengan kelas 3 sma, setelahnya aku ikut orang tuaku keluar negeri dan ada sepupu ku yang tinggal dan membantu pekerjaanku dihotel" ucap reza


"ohhh begitu, lalu kenapa memilih tinggal diapartemen sendirian?" dinda terus saja bertanya karena belum mengenal banyak sosok calon suaminya itu

__ADS_1


"tentu saja aku lebih suka jika kamu menemani" ucap reza


"belum sah ya!" ucap dinda kembali ke mode jutek


"segera ku sahkan" reza tersenyum meledek dinda


"kau mau tinggal disini saat kita menikah?" tanya reza serius dan tatapan ketulusan


dinda mengangguk "kemana pun mas pergi aku ikut" dinda menunduk malu dan reza menyukai wajah merah dinda saat malu seperti ini


makan malam telah disiapkan oleh bik wati dan pekerja yang lain. reza mengajak dinda makan malam sebelum mengantarkanya pulang.


dinda akan keluar mobil tapi tangnya dicekal oleh reza, "bayar dulu!" ucap reza singkat


"bayar untuk apa?" tanya dinda bingung


"untuk yang kamu ucapkan tadi, aku tak mau hanya ucapan terima kasih saja!" ucap reza


"lalu mau apa?" dinda makin kesal dibuatnya


"ini dan ini" reza menunjuk bibirnya dua kali

__ADS_1


"biasanya juga mas yang langsung cium-cium!" ucap dinda kelepasan dia memancing singa tidur rupanya


"jadi maunya dicium hmm? baiklah akan ku kabulkan permintaanmu" tanpa pikir panjang dan menunggu lama reza menarik tengkuk dinda pelan dan meraih bibir dinda dengan bibirnya


keduanya hanyut dalam gelora cinta dan nikmatnya lum*tan dari reza membuat dinda tak sadar jika ada orang yang sedang mengawasinya


suara kaca pintu mobil diketuk keduanya terkejut dan menghentikan aktivitasnya, reza dengan cepat mengelap bibir dinda yang basah akibat perbuatanya dan juga bibirnya


dinda membuka kaca mobil reza dan melihat papinya berada diluar mobil. untung saja kaca mobil reza tidak tembus pandang


"mau menginap dimobil kalian!" ucap papi tirta yang melihat mobil reza tapi tak ada yang turun dari mobil dari tadi


"tidak pi, ini ada yang masih diomongin mas reza tadi. iya kan mas?" dinda mengedipkan matanya pada reza dan reza pun mengiyakan biar cepet aja gitu


"ohhh kenapa tak masuk saja" ajak papi tirta


"tidak usah pak, saya ada urusan lain dan besok orang tua saya akan kesini untuk berkunjung" ucap reza


"baiklah hati-hati kalau begitu" ucap pak tirta


reza pun mengemudikan mobilnya kembali ke rumah masa kecilnya dulu dan akan menginap disana

__ADS_1


__ADS_2