Asisten Muda Milikku

Asisten Muda Milikku
Butuh asupan gizi


__ADS_3

"enak buburnya? pelan makannya din!" reza melihat dinda lahap makan tak seperti sebelumnya


"enak mas, aaaaa ayo buka mulutnya" dinda menyodorkan sendok berisi bubur dan lauk pada suaminya


"mas makan roti saja, kamu habiskan!" jawab reza


dinda dengan senang hati menghabiskan makanannya hingga tak bersisa dimangkok


"ayo kita berangkat!" dinda pergi begitu saja setelah makanannya habis


reza memberikan uang pecahan seratus ribuan pada pedagang dan memberikan uang sisanya


pedagangpun tersenyum senang dagangannya dibeli oleh pasangan tampan dan cantik serta berbaik hati memberikan uang lebih


dinda sudah mendahului masuk kemobil dan meninggalkan suaminya


"kamu ngga takut suamimu diculik sayang?" tanya reza saat sudah masuk dalam mobil dan duduk disebelah istrinya


"siapa yang mau nyulik kamu mas, harus berhadapan dengan papi tirta!" ucap dinda membuat reza terkejut


bagaimana bisa papinya dijadikan tameng mantunya. reza menyentil kening dinda


"mas sakit ah!" dinda mengeluh


"sembarangan saja kalau bicara!" ucap reza " pak tambah sedikit kecepatannya ya saya ada meeting sekarang" perintah reza pada pak pardi


"baik pak" jawab pak pardi


beberapa saat kemudian mobil masuk kepekarangan hotel tempat reza bekerja


"pak pardi pulang saja, biar saya diantar dion nanti" ucap reza sebelum keluar dari mobilnya

__ADS_1


dinda mengikuti langkah kaki panjang reza dibelakangnya. hampir tak terlihat dari depan jika ada dinda dibelakang reza


"selamat pagi pak" ucap resepsionis cantik yang menyapa reza saat masuk loby


"pagi" jawab reza datar tanpa senyum sedikitpun


dinda tak terima suaminya diberikan senyuman oleh pegawainya berlari menggapai tangan reza dan merangkulnya


reza yang kaget karena tangannya diraih tiba tiba oleh istrinya.


"kenapa din?" reza menghentikan langkahnya


"takut ada yang lupa jika sudah punya istri!" ucap dinda mode jutek


reza menahan senyumnya dengan sikap dinda yang menjadi sensitif. biasanya dinda adalah orang yang sangat cuek


hingga lift terbuka tepat didepan ruang kerja reza keduanya tak saling bicara. dind masih kesal dengan kejadian tadi sedangkan reza ingin melihat reaksi istrinya


"mas langsung rapat ya. kamu tunggu disini sebentar!" ucap reza mengambil beberapa dokumen dan meninggalkan dinda diruangan kantornya


dinda yang tak ada kerjaan menghubungi ayahnya melalui panggilan telfon


"papi lulu sedang sibuk?"tanya dinda yang belum menyerah dengan niat perjodohannya


"dinda! jangan mengganggu lulu terus" ucap papi tirta tak mau menyalah gunakan kekuasaannya


"engga pi, papi ngga kasian jika lulu terus menjomblo lagian kerjaan papi kan masij dibantu suami dinda" ucap dinda memelas


"ya sudah terserahmu saja, tapi jangan buat karyawan papi resign karena ulahmu ya" ucap papi tirta lembut


baginya tak akan mudah untuk berkata tidak jika anaknya sudah meminta sesuatu

__ADS_1


"oke, love you papiku!" dinda menutup panggilan telfonnya


suaminya yang masih belum selesai rapat membuat dinda jenuh. dinda membuka aplikasi novel online dan membaca beberapa kisah yang dia sukai hingga tertidur dikursi milik suaminya


**


"sayang! kenapa tidur disini?" reza selesai dengan rapatnya kembalu keruangannya menemui dinda sedang tetidur cantik


"mas sudah selesai?" dinda terbangun mendengar suara reza


"hmmm, mas mengganggumu!" tanya reza


"engga, cuma ketiduran efek perut kenyang" dinda nyengir kuda


"ada ada saja! sebentar lagi kita bertemu klien dan melihat beberapa properti yang bisa kamu pilih" ucap reza


emmuuachh


dinda mengecup pipi reza sangat lama hingga berbekas dari lipstiknya


"ada maunya saja begini! tapi ada syaratnya ya!" ucap reza


"udah kayak masuk sd aja pake syarat segala" jawab dinda malas


"ngga ribet kaya masuk sekolah kok sayang" reza mendekatkan wajahnya pada telinga dinda


"bukankah sudah waktunya mas buka puasa?" tanya reza lirih namun penuh penekanan


dinda mebekakakan matannya "darimana mas tahu?" tanya dinda heran


"bukankah tadi subuh kamu sudah melakukan kewajibanmu!"

__ADS_1


"astaga kenapa bisa sampai begitu telitinya" batin dinda


"kenapa bengong! mas sudah lama tak dapat asupan gizi" ucap reza lagi kemudian duduk disofa merenggangkan badannya


__ADS_2