
senyuman reza kali ini penuh dengan arti, dipikiranya sudah banyak sekali daftar yang ingin diajukannya saat ini
"mana yang harus aku pakai?" reza mengiyakan permintaan istrinya
"beneran mas mau pakai baju ini?" dinda penuh semangat
"iya ayo bantu mas ganti bajunya!" ucap reza
"oke" tanpa rasa curiga dinda mengikuti sang suami atas persetujuan mertuanya
dinda mengekori reza hingga masuk kedalam kamarnya rasa kesalnya sejenak hilang sesaat setelah sang suami menyetujui keinginanya
dinda membuka lemari dan mencari apa yang ingin dia lihat dipakai oleh reza, " ini dia! mas harus pakai ini" dinda mendekati suaminya yang masih berdiri menunggu apa yang dilakukan oleh istrinya
"sebentar mas tadi pulang buru buru tanpa memberitahukan pada dion, mas kasih kabar dion dulu" reza menghubungi dion jika dirinya tak ada dikantor ssat ini dan meminta dion mengambil alih pekerjaanya
"apa yang harus mas lakukan?" reza menarik istrinya ikut duduk disofa kamar
"mas harus pakai ini sampai aku tidur nanti malam, jangan dilepaskan!" dinda duduk dipangkuan suaminya saat ini
"sudah ngga ngambek lagi?" ledek reza menatap istrinya
__ADS_1
"kalau ngga mau ya sudah!" dinda beranjak dari pangkuan reza
"tentu saja mau!" ducap reza
dinda berbalik dan mendekat lagi pada suaminya dan dinda tersenyum senang
"tapi ada syaratnya!" reza mengedipkan mata
"sebenarnya ikhlas ngga sih nglakuinya" dinda mulai kesal dipermainkan oleh suaminya
"mau ngga?" tanya reza
"oke! pertama kamu ngga boleh ngambek lagi kalau mau sesuatu harusnya bilang bukan marah, kedua mas mau nanti malam doble karena kemarin mas ngga dikasih ketiga mas ngga mau keluar rumah, kalau setuju mas ganti sekarang" tawar reza
sejenak dinda terdiam berfikir apa yang diminta suaminya terlalu banyak tapi jika terus difikir lagi memang itu sudah kewajiban dinda
"oke tapi mas jangan bikin aku kesel lagi apa lagi ninggalin aku dan pilih yang lain" jawab dinda setuju
"kapan mas pernah tinggalin kamu sayang, jadi mama cemburu?" goda reza mengatakan panggilan yang membuat pipi dinda memerah
"siapa juga yang cemburu, mas dicuekin juga ngga mau kan?" jawab dinda
__ADS_1
keduanya sepakat dengan syarat masing masing dinda membantu reza memakaikan baju yang dia inginkan dipakai oleh suaminya. meski risih dan malu reza tetap ikut dinda turun
mami tania dan nino tertawa tapi ditahan bahkan para art pun tak berani melihat takut jika majikannya akan marah karena ditertawakan
"ini demi cucu dan mantu mami" reza menegaskan pada maminya
"dengerin din demi kamu loh" mami tania justru meledek reza
seolah tuli reza pura pura tak mendengarkan ledekan baginya membuat dinda tak ngambek lagi adalah hal yang paling penting untuknya saat ini
"kamu senang sayang?" tanya reza tulus
dinda mengangguk senang tapi juga ksihan melihat suaminya memakai pakaian aneh untuk laki laki.
"mau yang lain lagi?" tanya reza lagi
"engga mas ini cukup untuk hari ini" ucapan dinda membuat reza melotot
apalagi yang diinginkan istrinya besok reza terus menghela nafas. sabar pikirnya banyak mendengar cerita dari teman jika wanita hamil banyak mau yang aneh aneh
mudah marah dan juga sangat sensitif. kini reza mengalaminya pada dirinya sendiri
__ADS_1