
sekitar jam enam pagi kedua pasangan itu keluar kamar setelah menghabiskan tenaganya olah raga pagi hari
"mau makan apa sayang?" tanya reza ketika sampai direstoran yang ada dihotel miliknya
sambil menunggu dion menyiapkan berkas reza masuk kedapurnya langsung untuk sidak dadakan. tanpa ada pemberitahuan dari dion jika sang atasan datang
dion mengatakan jika hanya membersihkan kamar bosnya yang sudah lama tak didatangi
dinda mengikuti suaminya datang kedapur restoran hotel.
"mas aku mau masak sendiri boleh?" tanya dind ragu
seketika para karyawan terkejut melihat pemilik hotel datang tiba tiba
meski jarang dikunjungi tapi keadaan dapur sangat rapih dan juga tertib para karyawannya
"selamat pagi pak" semua chef dan karyawan restoran berbaris dan mematikan kompor yang masih menyala
"pagi juga! lanjutkan saja pekerjaan kalian. perkenalkan ini istri saya namanya dinda" reza memperkanalkan istri cantiknya
"hai saya dinda atmaja. saya boleh masak untuk sarapan?" tanya dinda sekaligus memperkenalkan diri pada karyawan
__ADS_1
berbeda dengan reza yang tegas dan juga berwibawa sementara dinda adalah orang yang ceria dan juga mudh berbaur dengan orang lain
"tentu saja bu, akan kami siapkan bahan bahannya" jawab salah satu chef
"tidak usah chef tunjukan saja dimana letaknya biar saya ambil sendiri" jawab dinda tak mau merepotkan
pagi ini dinda ingin sekali memakan soto ayam. dinda dengan semangat mengambil bahan makanan yang dibutuhkan
reza hanya memantau istrinya dari jauh. saat ada chef yang membawa udang melewati dinda
tiba tiba dinda merasa mual dan berlari ke kamar mandi. perutnya terasa seperti diaduk2
keluar dari kamar mandi dind merasa cemas dengan wajah pucat. reza yang sigap menunggu istrinya dekat pintu kamar mandi
"ngga usah mas, aku masih mau makan soto tapi jangan ada seafood disini!" ucap dinda yang merasa hidungnya sedikit sensitif dengan adanya makanan dari laut itu
"kita tunggu diluar ya biar chef yang masakin. ayo apa perlu mas gendong" reza penasaran kenapa dengan istrinya beberapa hari ini terlihat aneh
biasanya dinda paling suka seafood. tapi reza berfikir mungkin istrinya sedang tak enak badan
sempat berfikir apakah istrinya sedang hamil tapi belum berani mengungkapkan takut itu hanya pikirannya saja nanti malah akan membuat istrinya bersedih atau kepikiran
__ADS_1
"iya mas" ucap dinda keduanya menunggu dimeja resto dan dion menghampiri keduanya
"pak sudah waktunya" ucap dion
"tunggu dinda sarapan dulu. nanti saya menyusul" jawab reza tak tega meninggalkan istrinya
"dinda kamu tunggu dikamar saja bagaimana. nanti makananmu diantar staf" ucap reza
"ya sudah mas. aku pingin tiduran juga" ucap dinda
reza mengantarkan istrinya dikamar dan memberikan satu orang body guard berjaga didepan kamar hotel
"sebentar lagi makananya datang, jangan kemana mana mas hanya keluar sebentar!" reza menegaskan agar dinda tetap aman dikamar saja
"iya sayang" dinda tahu suaminya sedang khawatir jadi bukan merasa kesal tapi malah senang dengan perhatian dari suaminya
"mas pergi dulu, pintu kunci dari dalam diluar ada yang jaga sampai mas kembali lagi" pesan reza
"hmmm iya"
reza bergegas menuju ruang rapat. baru saja dion membuka rapat belum sampai pada acara puncak
__ADS_1
reza segara mengambil tempat duduknya paling ujung diantara staf lainya
dan beberapa klien yang sedang menunggu pemilik hotel yang jarang sekali terlihat dalam setiap rapat