Asisten Muda Milikku

Asisten Muda Milikku
Nyidam aneh


__ADS_3

"mas berangkat dulu ya sayang, kalau ada apa apa langsung telfon mas. kalau mau kekantor sama supir jangan bawa mobil kemana mana sendirian oke" reza berpesan pada sang istri sebelum meninggalkan rumahnya untuk ke kantor


"hmmm" hanya itu jawaban dari dinda yang msih ingin suaminya lebuh lagi berusaha merayunya


tapi keninginannya tak terkabul karena reza harus kekantor untuk meeting penting dan terpaksa meninggalkan istrinya yang sedang ngambek


"jangan lupa makan" reza mengecup kening istrinya dan berangkat kekantor bersama dion yang sudah membawa baju kerjanya saat menginap. sedangkan haikal sudah lebih dulu pulang


dinda sibuk dengan ponselnya melihat lihat  barang pada toko online. hanya melirik saat suaminya pergi


"cape juga ngambek tapi dicuekin" gumam dinda


reza berpesan pada art nya agar tak sembarangan membukakan pintu pada tamu yang datang. harus lapor dinda atau reza terlebih dulu


setelah suaminya pergi dinda yang merasa mengantuk setelah sarapan tertidur didepan tv yang masih menyala


"sayang kok tidru disini?" mami tania semalam pergi bersama nino kerumahnya sebelum pindah keluar negeri dan baru kembali kerumah dinda pada pagi harinya


"iya mam, dinda ketiduran saat nonton drama tadi" jawab dinda kemudian duduk disofa

__ADS_1


"reza sudah berangkat ke kantor nak" tanya mami tania lagi dinda mengangguk mengiyakan ucapan mertuanya


"kamu mau seseuatu?" mami tania perhatian biasanya ibu hamil menginginkan sesuatu yang tak biasa namun dipendam karena takut merepotkan


"dinda pingin liat mas reza pakai baju daster mam" dinda menutup mulutnya membayangnyakn badan tegap suaminya mengenakan daster batik favorit emak emak


"kenapa ngga bilang sayang, pasti reza mau melakukannya" mami tania membuat dinda senang


"benarkah mam, mas reza bakalan mau" dinda ragu pasalnya suaminya mungkin saat ini juga sedang kesal karena didiamkan oleh dinda yang sedang ngambek


"mami bisa bantu dinda bilang sama mas reza?" tanya dinda


"tentu saja, mami telfon sekarang ya kamu tenang saja" mami tania mengambil ponselnya menghubungi anaknya


"halo re ini mami" ucap mami tania setelah panggilan telfonya diangkat reza


"mami mau bilang istrinya nyidam sedikit aneh mungkin buat kamu, tapi kamu bisa kabulkan ngga?" mami tania juga sedikit ragu


reza menutup panggilan ponselnya dan segera bergegas pulang tanpa tahu apa yang diinginkan istrinya. mami tania bingung karena reza tak berkata apa apa saat dihubungi kembali tidak diangkat

__ADS_1


jarak rumah dari kantor membutuhkan waktu tiga puluh menit perjalalanan, tapi reza mengendarai mobilnya dengan sangat kencang penasaran dengan yang diiingkan istrinya yang disebut aneh oleh maminya


"kenapa mam, apa kata mas reza?" dinda penasaran


"sebentar sayang mami telfon lagi suami kamu ya, sepertinya sedang rapat karena ponselnya langsung dimatikan tadi" ucap mami tania menjelaskan


"iya mam mungkin mas reza sibuk" keduanya saling bertukar cerita saat masa hamilnya dulu dinda banyak mendapatkan nasehat dan juga cara mengurus bayi kelak


suara mobil memasuki paekarangan rumah dinda, tak lama reza masuk dengan berlarian


"kamu pingin apa sayang?" sambil ngos ngosan reza menghampiri istrinya dan mulai mengatur nafasnya


"ya ampun re kamu ngga dengerin mami langsung matiin telfon! mami pikir kamu sedang rapat" mami tania terkejut anaknya sudah berada dirumah


dinda malu mau mengatakan dirinya masih ingin meneruskan mogok bicaranya pada suami.  tapi melihat reza yang mendengar keinginan dinda langsung pulang membuatnya sedikit luluh


"ngga jadi, itu sudah tadi" dinda buka suara akhirnya karena tak enak ada mertuuanya yang tak tahu jika dinda sedang marah pada reza


"katakan saja sayang! mas pasti lakuin buatmu dan anak kita" reza menegaskan kembali

__ADS_1


karena tak sabar mami tania yang mengatakan jika istrinya saat ini menginginkan reza mengenakan daster milik dinda yang bermotif batik


reza terkejut dengan kemauan istrinya tapi diotaknya kini muncul ide


__ADS_2