
pagi ini dinda berangkat ke kantor dengan diantarkan reza yang sudah menunggunya di halaman rumah dinda, hari ini ada beberapa rapat yang harus dinda hadiri sebagai pengganti papinya yang sedang berlibur
"mas nanti sore ada undangan pernikahan maya, ingatkan yang waktu itu dipantai" ucap dinda
"terus!" jawab reza singkat
"ya temani aku datang lah, atau mau aku mengajak gandengan yang lain" ucap dinda mengetes reza
"silahkan saja jika kau mau melihat lelaki itu jadi alat olah ragaku" jawab reza datar
"berarti mau nemenin kan?" dinda mengedipkan kedua matanya
"saya tidak janji, tapi akan saya usahakan" reza masih fokus menyetir mobilnya menuju kantor. setelah sampai dikantor dinda reza memutar arah mobilnya menuju hotelnya yang berada dikota J. ternyata hotel tersebut digunakan untuk acara pernikahan seseorang dan orang tersebut adalah yang mengundang dinda
"saya tunggu dihotel xxx , temanmu menikah disini" isi pesan singkat dari reza pada dinda
"oke" dinda menjawab pesan reza disela-sela rapat
reza memasankan gaun untuk dinda ke acara nikahan temennya, dan mengirimkan pesan pada dinda agar memakainya saat acara nanti
sore hari dinda bersiap dengan baju yang yang dipilihkan oleh calon suaminya ke acara pernikahan maya temen kerjanya dikantor omnya
__ADS_1
dinda mengirimkan pesan pada reza jika sudah sampai di hotel yanh disebutkan oleh reza. dinda masuk dan menanyakan keberadaan acara pernikahan yang sedang berlangsung. dinda menemui maya yang selesai melakukan prosesi ijab kabul dan hendak berganti baju untuk melangsungkan resepsinya
dinda memberi selamat dan kemudian menunggu pengantin berganti pakaian. sesaat tibalah pangeran yang ditunggu dinda
"dari mana saja sih mas, acaranya sudah mau mulai nih!" kesal dinda menunggu reza yang baru menghampirinya
"udah jangan ngambek, masa diacara pernikahan malah cemberut" reza menggandeng tangan dinda dan meletakannya dilengan
pasangan yang serasi itu mencari pengantin yang sudah cukup lama tak keluar. dinda menghampiri kamar rias untuk sang pengantin dan kejadian tak diharapakan terjadi
reza meminta seluruh stafnya untuk mencari tahu siapa yang sudah berulah. tak butuh waktu lama dengan saksi yang mengetahui salah satu pegawai hotel membawa sebuah gaun atas permintaan seseorang.
reza menghubungi dinda jika gaun pernikahnya sudan ditemukan dan akan segera dibawa ke ruang rias pengantin
reza tak hanya berniat membantu teman maya dia juga tak mau hotelnya menjadi buruk karena kejadian ini
reza memarahi pegawainya dan langsung memecat yang berkaitan dengan kejadian tadi. karena pelaku dibalik kejadian ini belum ditemukan. reza masih terus meminta asistenya untuk mengurusnya
"bagaimana acaranya?" reza kembali menghampiri dinda. wajah panik dinda terlihat kala reza tak kunjung datang.
__ADS_1
"terima kasih ya mas, kamu sudah membantu temanku" ucap dinda
"hmmm demi kamu!" ucap reza menatap dinda penuh kehangatan
dinda tersenyum malu calon suaminya itu selalu bisa membuatnya tersipu
acara sudah selesai dinda berpamitan pulang bersama reza, dan reza masih akan membantu mencari orang yang menyebabkan masalah sabotase baju maya
"kamu cantik banget sayang!" reza memuji dengan pakaian yang dikenakan dinda.
"baru sadar kalau calon istrimu ini cantik?" dinda melirik reza yang mengemudikan mobil
"bajunya yang cantik maksudnya" ralat reza, dan mendapatkan pukulan dari dinda
keduanya tak langsung pulang, reza mengajak dinda untuk singgah dirumah masa kecilnya.
"mau kemana mas?" tanya dinda tanpa jawaban dari reza
"ayo turun!" ajak reza setelah mobilnya tiba disebuah rumah yang tak kalah mewahnya dengan rumah dinda
dinda turun dan mengikuti langkah reza masuk kedalam rumah dengan sambutan dari para pekerjanya.
__ADS_1