
pagi hari reza mendapat kabar bahwa jesika mau mengakui kesalahannya atas bukti2 yang diberikan reza.
reza beranjak dari tidurnya dan meninggalkan istrinya untuk segera menemui jesika. harapanya adalah menyelesaikan masalah dengan istrinya dan perusahaan dapat kembali ia miliki
reza ditemani asisten dadynya untuk menemui jesika agar tak terjadi lagi kesalahpahaman nantinya
"sayang mas akan segera kembali dengan kabar gembira" reza dengan semangat berpamitan pada istrinya yang masih terlelap
"mam, dad reza pergi dulu mau menyelesaikan masalahnya hari ini juga, sampaikan pada dinda jika sudah bangun nanti" ucao reza pada kedua orang tuanya yang sedang duduk bersantai
"iya re, kamu hati-hati!" mami tania memeringatkan
tiba disebuah restoran yang disebutkan oleh jesika, reza diarahkan oleh pelayan restoran untuk menuju tempat yang disiapkan oleh jesika
"hai re!" jesika melambaikan tangan saat reza sampai dihadapanya
"sekarang buat video permintaan maafmu!" reza yang baru saja duduk langsung memberitahu keinginannya
"sabar dulu sayang, kenapa buru-buru" jesika tersenyum penuh arti
"saya tidak ada waktu untuk orang licik sepertimu" reza memalingkan wajahnya
"siang pak, maaf saya terlambat" ucap asisten dady farhan yang baru saja tiba
"kamu tak berani menghadapiku sendiri re?" jesika makin membuat reza kesal
"silahkan tanda tangan disini dan video permintaan maaf, jika tidak..." ucapan asisten pak farhan belum selesai disahut oleh jesika
"kalau tidak kenapa? anda pikir saya takut! saya bisa mengarakan ini pada papa saya dan kalian tahu akibatnya" ucap jesika angkuh
__ADS_1
"cukup jesika!" ucap pak alex yang baru saja tiba
"papa! lihatkan kalian masih berani mengancamku hah!" jesika menunjuk reza dan asistennya bergantian karena ada sang ayah yang akan membelanya
plak
pukulan tangan pak alex mengenai pipi mulus jesika. membuat jesika terkejut akan apa yang terjadi
"papa, ada apa denganmu!" jesika berteriak
"jaga ucapanmu dan lakukan yang mereka inginkan jika tidak mau saya tidak akan menolongmu atas apa yang mereka lakukan!" ucap pak alex
flashback on
"siang pak" sapa reza pada ayah jesika
"berani sekali kamu datang kesarang macan sendirian" ucap pak alex angkuh
reza memperlihatkan bukti bahwa jesika pernah aborsi sebelum akan dijodohkan dengan reza, kemudian beberapa kasus jesika yang menyebabkan rekan bisnis ayahnya menjauh karena ulahnya.
reza menjelaskan bahwa dulu yang jesika lah yang membuat reza membatalkan perjodohan. dari semua bukti awalnya pak alex tak begitu saja percaya karena bisa jadi itu tipuan reza agar perusahaanya kembali
"kau pikir saya akan percaya padamu, dan menyalahkan anak saya" pak alex meninggikan suaranya meski hatinya sudah tak tenang dan ingin segera menemui jesika
"silahkan dengarkan ini" reza memberikan ponselnya yang sedang menghubungi seseorang
"halo, tolong jelaskan yang secara rinci" ucap reza pada seseorang dan memebrikan ponselnya pada pak alex
"halo ini siapa?" tanya pak alex
__ADS_1
"ini jeni pa!" ucap jenita anak dari pak alex
"pa, sebenarnya kekasih jenita adalah sepupu dari istri kak reza. tapi bukan itu masalahnya pa yang menyebabkan papa banyak musuh adalah karena kak jesika"
jenita menjelaskan bahwa jenita diancam agar tak kuliah dan tinggal bersama ayahnya. jesika ingin menguasai hartanya
selama ini jenita diam karena merasa takut ayahnya akan dalam bahaya jika jenita mengungkapkan kebenaranya. selain itu jenita juga sayang dengan jesika namun setelah tau jesika adalah anak angkat ayahnya
jenita memberanikan diri untuk berbicara jujur. dan saat ini jenita selalu dalam lindungan keluarga atmaja
setelah menjelaskan banyak hal jenita menutup ponselnya
"apa maumu?" tanya pak alex sedikit lemas dan amarah nya memuncak karena sudah memelihara ular
"pertama saya mau jesika jangan mengganggu kehidupan keluarga saya.
kedua saya mau perusahaan dady saya kembalikan seperti semula saya akan membayar kerugian dady saya
ketiga saya sudah menikah dan tidak bisa menikahi jesika.
keuntungan anda kita bisa jalin kerjasama murni dengan dengan hasil saling menguntungkan
lalu anda tau perusahaan saya dan mertua saya bisa saja menghancurkan anda sekarang juga dengan bukti dan saksi yang ada
jadi tinggal pilih saja, tetap pertahankan ular berkedok anakmu atau putri kandung yang disayangi oleh keluarga kami"
"bagaimana kamu tau!" alex tak bisa mengelak lagi karena reza menunjukan buktinya
" tidak penting, saya tunggu jawaban anda besok dan untuk tempat akan saya kirim alamatnya segera"
__ADS_1
reza keluar ruangan pak alex dan kembali kerumahnya
flashback off