
pagi hari dinda terbangun mendengar suara orang ramai diluar vila
dinda berlarian menuji balkon penasaran dengan yang terjadi diluar
dibuka pintu kacanya kemudian dinda mencari arah sumber suara
"mami, mam" dinda berteriak dari lantai atas melambaikan tangannya
"sayang!" mami ana dan mami tania bergantian
"mas ada mami dibawah" dinda membangunkan reza yang seolah cuek saja dengan kedatangan orang tuanya
"biarin saja, mereka sudah tau kamarnya masing masing. mas masih ngantuk" jawab reza tak mau membuka matanya
"ihh mas orang tua kita datang malah tidur" dinda berjalan sengaja mengehentakan kakinya agar suami nya bangun
"dinda pakai dulu bajumu!" ucap reza akhirnya membuka matanya yang masih sangat mengantuk
"ahhh iya,, bagaimana ini aku tadi lupa!" dinda segera mencari baju
reza tidur yang terlalu pagi setelah pertempurannya dengan dinda semalam
dion mengabarkan jika ada sedikit masalah yang harus langsung ditangani oleh reza sendiri
sekitar jam lima pagi reza baru mulai memejamkan matanya kini sudah harus bangun lagi
"mas tungguin!" cegah dinda saat reza beranjak dari ranjangnya
"mas mau kekamar mandi dulu, kamu turun saja duluan" ucap reza sambil sempoyongan ingin mencuci wajahnya
dinda duduk menunggu reza keluar dari kamarnya, suara ketukan pintu dari arah luar
"sayang, sedang apa?" tanya mami ana
"iya mi" dinda membuka pintu kamarnya setelah mengenakan bajunya
__ADS_1
"masuk mi, lagi tungguin mas reza dikamar mandi!" ajak dinda
"kita tunggu dibawah saja ya, sepertinya akan lama" ucap mami tania memeluk menantunya yang sudah lama tak bertemu
dinda tak henti hentinya tersenyum kejutan apa lagi yang telah disiapkan oleh suaminya
terlihat cuek namun dinda selalu merasakan limpahan kasih sayang dan kasih uang tentunya oleh reza
"oke dinda segera menemui kalian!"
tak lama reza keluar dengan wajah yang sudah segar entah apa yang dilakukan didalam kamar mandi
"ayo turun sayang" ajak reza
dinda membuntuti suaminya dibelakang
"haiii kak!" nino mengadahkan kedua tangannya ingin memeluk dinda tapi reza langsung menghadangnya dan memeluk nino dengan erat
"dasar posesif!" nino menggerutu
"apa kabar dad, mam?" tanya dinda dan reza bergantian
"baik nak, kamu sehat?" jawan pak farhan memeluk dinda dan reza bergantian
"iya dad kami sehat" dinda mewakilkan
"mami, papi!" dinda memeluk orang tuanya yang ikut serta datang
"iya sayang, kalian pasti belum sarapan kan? mami tania masak kesukaan kalian berdua" ucap mami ana
semuanya menuju meja makan dan bercengkerama dengam obrolan antara wanita dan tim pria
"mami kapan datang? kok ngga ngabarin kalian mau kesini!" tanya dinda beruntun
"kemarin siang, surprise dong!" ketiganya tertawa membahas hal yang berbau ghibah dan perbelanjaan
__ADS_1
sementara para pria seperti biasa pekerjaan dan hobi jadi topik utama jika berkumpul
"pak alex titip pesan untukmu, dan menitipkan jelita padamu" ucap pak farhan
"sudah ada pawangnya dad, ponakan papi tirta!" jawab reza santai
"sepertinya kakak kelelahan, kurang tidurkah? atau masih kerja saat libur?" tanya nino yang tau seperti apa sifat kakaknya jika masalah pekerjaan
"mau tau aja anak kecil" sahut reza
"mau mancing? didekat sini ada tempat pemancingan" ajak papi tirta
"papi tahu tempat ini?" tanya reza penasaran
"tak jauh dari sini ada vila milik keluarga kami" jawab papi tirta pada menantunya
reza tercengang vila yang paling besar dan mewah disekitar vilanya adalah milik keluarga istrinya dan ia tak mengetahuinya
salahnya karena meminta dion mencarikan vila untuk istrinya hanya dari foto saja.
"pantas saja dinda tak terkejut diberikan vila kecil ini" gumam reza didengar oleh papi tirta
"kata siapa! kamu ngga tahu hebohnya dinda digrup keluarga memamerkan hadiah anniversary kalian" sanggaj papi tirta
reza mengganggukan kepalanya ingin tak percaya tapi mertuanya tak mungkin berbohong
akhirnya para lelaki meminta mang udin untuk menyiapkan alat pancing dan keempat lelaki itupun berangkat dengan semangat
"mas ikut!" rengek dinda
"banyak nyamuk sayang!" tolak reza
"disini saja din ini urusan laki laki!" ucap papi tirta
dinda menghela nafasnya panjang. reza mendekati dinda dan mengecup keningnya sebelum pergi
__ADS_1
"mas ngga lama!" bisik reza