Asisten Muda Milikku

Asisten Muda Milikku
sibuk


__ADS_3

sampai dirumah dengan mobil yang berbeda reza dengan istrinya dan mami tania dengan nino. sedangkan dady farhan sudah berada dirumah


"dad" nino memeluk dadynya dan duduk disampingnya


"bagaimana kabarmu nak?" tanya pak farhan


"baik dad, perusahaan juga aman jadi bisa dihandle dari sini" ucap nino


"sudah jangan bahas kerjaan terus saat bersama" mami tania mengingatkan


"bagaimana kalau nanti malam kita buat acara barbeque an dirumah" ide dinda penuh semangat


"boleh tuh sayang, kalau gitu nanti biar asisten kita yang belanja bahan-bahanya" ucap mami tania


"ngga usah mam, biar dinda saja nanti sama mas reza iya kan mas?" dinda menyenggol lengan suaminya yang sibuk dengan ponselnya


"iya" jawab reza singkat tak tahu apa yang dinda katakan


*******


acara barbequean dirumah dilaksanakan hanya berlima saja, dinda dan nino heboh karena bernyanyi duet sedangkan reza masih sibuk dan tak terlalu memeperhatikan acaranya


"re kita lagi ngumpul kenapa sibuk terus" mami tania lembut mengingatkan anak sulungnya

__ADS_1


"iya mam, sebentar lagi selesai" reza tetap fokus sampai acara selesai dan hanya meinggalkan dua orang saja


"mas" dinda memanggil reza yang tak menghiraukanya bahkan dinda bernyanyi dengan nino pun reza tak tahu


"ya sudah aku mau masuk" dinda kesal


"loh kok sepi, pada kemana bik?" tanya reza pada pembantu keluarganya yang membereskan sisa-sisa kegiatanya tadi


"sudah malam den, sudah kembali kekamar masing-masing"


reza melihat jam ditanganya menunjukan pukul sebelas malam dan dari tadi dia tak menikmati apapun. reza beranjak menyusul istrinya kekamar yang sudah terlelap dalam mimipinya


"sayang maaf ya mas sibuk" reza menghampiri dinda dan mengecup keningnya


sebelum mengabulkan keinginan istrinya yang ingin berlibur keluar negeri reza harus menyelsaikan pekerjaanya dulu agar tak diganggu saat liburan nanti.


'kamu sibuk apa sih mas, sampai ngga peduli sama kita" dinda yang tadi tertidur kembali terbangun karena kecupan suaminya


"mas harus memebereskan semua pekerjaan sayang sebeum kita pergi" reza merasa bersalah terus mengabaikan istrinya yang begutu sabar


"apa yang bisa aku bantu, biar kita kerjasama" dinda kasian melihat reza yang cukup lelah


"cukup siapkan dirimu, dan saat kamu bilang mas sudah selesai itu tugasmu yang bisa membantu mas" ucap reza mengedipakan sebelah matanya

__ADS_1


"ngga lain lagi, selalu itu aja yang dibahas. emang aku ngga bisa bantu yang lain atau maslah pekerjaan!" dinda kesal dan juga bosan karena terus mengganggur selama dirumah mertuanya


"ada, kamu bisa habiskan uang mas bahkan mas belum terima pemberitahuan dari kartu yang mas berikan" ucap reza sambil merebahkan badanyany diranjang


"jadi mas seneng kalau aku jadi wanita matre" ucap dinda menantang


"selama mas mampu kenapa tidak, memang uang mas untuk siapa lagi kalau bukan untukmu" reza membuka bajunya dan menyisakan celana pendek kebiasan tidurnya yang tak pernah berubah


dinda pun sudah tak kaget lagi meski kadang masih ada debaran aneh dijantungnya


"oke" dinda mulai memejamkan matanya


reza membawa tubuh istrinya dalam pelukannya rasa hangat dan nyaman saat keduanya bersentuhan.


Pengumuman!!!


haii para readers setia


mohon maaf untuk tanggal 1-7 mei author libur nulis dulu.πŸ˜‚πŸ˜‚


mau pulang kampung udah kayak bang toyib 3 lebaran ngga mudik😁


mohon maaf lahir batin untuk semua readersπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2