Ayahku Ternyata Mata-Mata

Ayahku Ternyata Mata-Mata
11


__ADS_3

Nathan melakukan pekerjaan pentingnya di kantor dengan sedikit tergesa-gesa hari itu. Bayangkan, selain mengerjakan pekerjaannya sendiri, ia juga harus memecah fokusnya untuk mengamati pelacak yang ada pada komputernya.


Apapun yang terjadi, Nathan sama sekali tak boleh sampai kehilangan jejak dari titik merah itu, walaupun hanya sedetik. Kemanapun perginya ia harus terus mengintai.


Nathan benar-benar melakukan yang terbaik yang dia bisa untuk  membuktikan bahwa dirinya memang layak berada di posisinya saat ini. Ia begitu benci saat terakhir kali Robert meremehkannya kemampuannya pagi tadi.


Nathan meraih lalu menegak kopi miliknya yang ada di atas meja kerjanya. Sementara kedua matanya tetap fokus menatap layar komputer besar yang ada di depannya. Lebih tepatnya, matanya tertuju pada titik merah yang ada di layar komputernya.


Sambil fokus menatap layar komputernya, Nathan terus minum kopi dari cangkir yang ada di tangannya. Para bawahan Nathan terus memperhatikan atasannya itu dari tempat mereka. Walaupun terlihat bingung namun tak ada satu pun dari bawahannya yang repot-repot menanyakan alasan betapa fokusnya Nathan di ruangannya kali ini.

__ADS_1


Bayangkan saja, sejak tadi Nathan bahkan tak sedetik pun pergi meninggalkan ruang kerjanya itu. Ia bahkan tak pergi keluar sekalipun hanya sekedar untuk makan siang hari ini.


Dan satu fakta, beberapa saat setelah Robert pergi tadi pagi, sekali lagi Nathan mencoba untuk memeriksa informasi mengenai anak gadis dari Robert itu. Dan hal pertama yang Nathan lakukan adalah memeriksa akun sosial media milik gadis itu dan men-scroll ke bagian informasi diri dan mendapat info kalau gadis itu adalah seorang mahasiswa jurusan matematika terapan di Universitas terkenal di Singapura.


Nathan menyipitkan kedua matanya saat melihat beberapa foto yang ada. Lihatlah, foto-foto dari gadis itu yang menunjukkan kalau ia tampak seperti gadis liar. Itu terlihat dari unggahan foto yang terus-menerus menunjukkan kegiatannya yang sedang ber-pesta dengan teman-temannya.


Nathan jadi merasa penasaran dan bertanya-tanya pada dirinya sendiri apakah Robert Anderson mengetahui kebiasaan pesta dari anak gadisnya itu. Ah, Nathan duga pasti tidak. 


Dan kemudian Nathan kembali mencari dan juga mengecek informasi yang lebih dalam tentang gadis itu. Namun ia langsung menyadari bahwa Jessica tidak terdaftar sebagai putri dari Robert. Faktanya, tidak ada informasi yang bisa menghubungkan kalau mereka berhubungan. Robert adalah ayahnya, Nathan tahu jelas itu. Tapi dia bukan ayah di akta kelahiran Jessica. 

__ADS_1


"Jessica Bailey?" gumam Nathan menjepit dagunya dengan jari, sementara kedua matanya menatap fokus pada layar komputer yang ada di depannya.


Alis Nathan berkerut bingung saat dia membaca beberapa informasi tentang gadis itu dan kemudian ia menggelengkan kepalanya. Tak ada satu pun yang bisa mengkaitkan antara Robert dan Jessica. Nathan hanya merasa kalau hal itu terasa cukup aneh.


Kenapa gadis itu tidak memiliki hubungan apapun dengan Robert? Apa dia tak ingin orang-orang tau siapa Jessica sebenarnya? Nathan mengernyitkan alisnya.


Nathan yakin jika selama ini, Robert pasti telah berupaya untuk memastikan bahwa tidak ada hubungan terbuka antara dia dengan putrinya. Robert bahkan terlihat panik saat Nathan menyapa putrinya dengan nama belakangnya di gedung galeri kemarin. Tapi, mungkinkah Robert melakukan semua itu untuk menjaga agar anak gadisnya itu tetap aman?


"Ternyata dia tidak sebodoh kelihatannya," bisik Nathan pada dirinya sendiri dan kembali menyeruput kopi yang ada di tangannya.

__ADS_1


__ADS_2