
Jessica tampak mundur selangkah begitu nama ayahnya disebut, diikuti oleh Nathan. Bagaimana lelaki ini bisa tahu kalau ia adalah anak dari ayahnya?
Sementara itu Dimitri tampak tersenyum puas saat melihat raut wajah Jessica. Ia tau kalau gadis itu pasti terkejut karena menjadi targetnya.
"Kenapa kau harus mundur begitu? Apakah ada hal yang menakutkan dari diriku?"
"Menjauhlah dariku. Aku tidak ada urusan apapun denganmu." jawab Jessica lebih mendekat pada Nathan.
"Ya. Aku tau kau tak ada urusan apapun, tapi ayahmu, dia adalah orang yang sudah dengan sukarela masuk dan ikut campur ke dalam urusanku. Meskipun dia tak perhah aku undang." jelas Dimitri.
Jessica menggelengkan kepalanya. "Itu bukan kesalahan. Sama sekali, bukan. Ayahku hanya menjalankan tugasnya."
"Begitukah?" bisik Dimitri. Lelaki paruh baya itu kemudian menggedikkan bahunya acuh. "Ya, bisa aku akui dia memang agen yang ulet. Aku bahkan tidak berpikir sedalam itu saat menjadi agen sepertinya."
Dimitri kembali melangkah maju, "Ngomong-ngomong kenapa kau terus melangkah mundur begitu? Apa kau pikir kau bisa kabur dengan cara itu?"
__ADS_1
"Aku hanya tak mau dekat-dekat dengan penjahat sepertimu." jawab Jessica.
"Ck, jadi kau pikir aku ini penjahat, Kalau begitu kita bisa mulai permainan kita dimana aku akan menjadi penjahat, seperti yang kau katakan."
Dimitri tersenyum sembari melangkah lebih dekat.
"Menjauh dariku!" pekik Jessica
"Tidak perlu berpura-pura malu seperti itu, gadis kecil," ujar Dimitri pada Jessica. "Kemarilah, jangan takut, aku tidak akan menyakitimu!"
"Kenapa?" Jessica bertanya dengan raut wajah yang lebih berani dari sebelumnya. "Kenapa kau harus menginginkan aku? Aku bahkan tidak tahu di mana ayahku saat ini... kami berdua benar-benar tidak tahu dimana dia."
Dimitri mendecih sinis, "Aku bahkan bisa menemukan ayahmu itu dengan satu klik tombol, seperti yang di lakukan oleh lelaki ini." ujar Dimitri menunjuk ke arah Nathan.
Dimitri kemudian menggedikkan bahunya santai. "Tapi tidak perlu. Aku ingin yang lebih seru. Itu karena ada kau di sini dan kau bisa aku gunakan untuk memancing Robert Anderson keluar dari tempat persembunyiannya. Itu akan membuat pekerjaanku jauh lebih mudah. Jadi, setelah ini kau akan ikut denganku!"
__ADS_1
"Dan jika aku tidak mau?" Jessica berani bertanya masih dengan ekspresi menantang namun ia masih bersembunyi di balik sosok kurus Nathan.
Dimitri kembali mendecih, ia lalu tersenyum sinis melihat keberanian dari gadis ini. Tidak salah lagi, dia memang anak dari Robert. Sifat mereka bahkan sangat mirip. Tapi Dimitri sama sekali tidak peduli dengan hal itu, karena apapun yang terjadi malam ini, dia akan membawa gadis ini.
"Kau tau nona muda? Kau bahkan tidak dalam posisi yang baik untuk bisa menolakku," Dimitri berujar sambil mencabut senjatanya, kemudian…
Dor!
Dor!
Dimitri dengan cepat menembak ke arah lantai yang ada di dekat kaki Jessica dan Nathan, membuat kedua manusia itu memekik kaget.
Melihat ekspresi ketakutan dari kedua manusia di depannya, Dimitri tersenyum bangga.
"Ya, aku yakin kalau aku pasti bisa membujukmu untuk ikut denganku," Dimitri berujar santai. Ia lalu menarik kursi yang ada di dekatnya dan menepuk-nepuknya. "Sekarang nona muda, kau duduklah dulu. Kita perlu sedikit diskusi sepertinya."
__ADS_1
***