
Saat ini Nathan tengah bekerja dengan tergesa-gesa saat Alice berdiri di sampingnya. Gadis itu juga mengetik dengan ganas di laptopnya. Ia mencoba yang terbaik untuk tidak membiarkan tangannya gemetaran.
Sejujurnya Alice belum pernah bertanggungjawab atas kehidupan seorang gadis seperti saat ini sebelumnya. Dan dia telah melihat dengan mata kepalanya sendiri, kondisi Jessca di video dari komputer Nathan.
Ya, Alice yang baru saja tiba, berdiri di sana dengan mantel di tangannya sebelum kemudian Nathan berbalik dan melihatnya. Saat itu juga Nathan langsung memintanya untuk mulai bekerja.
Saat ini Robert juga sudah diberitahu tentang alamat yang di berikan oleh Jessica dan dia sedang menuju ke sana pada saat itu juga. Robert mengemudi dengan tergesa-gesa. Ia melakukan yang terbaik sebisanya untuk sampai ke rumah itu sebelum Jessica pergi darinya.
"Pak," Alice memberanikan diri untuk berbicara, Nathan menoleh, memandang ke arahnya.
"Ada apa?"
"Kurasa aku menemukan sesuatu." ujar Alice pada Nathan.
__ADS_1
Ya, sejak Jessica memberi tahu Nathan tentang alamat itu, Alice telah menemukan semua kemungkinan dari lokasi kamera cctv di dekat rumah itu dan terus mencari tau.
"Ini wajah pelakunya!" ujar Alice menunjuk tangkapan layar yang ada di layar besar di hadapan mereka. "Aku akan memperbesar dan juga memperjelas gambarnya."
"Itu dia!" Nathan bergerak mendekat pada layar besar saat melihat wajah dari John. "Kau cari tau informasi tentang siapa dia sebenarnya."
Alice mengangguk dan segera mencari informasi tentang John.
"Bagaimana aku tidak merasa curiga selama ini." gumam Nathan kesal. "Jika dia mantan agen rahasia bukankah harusnya John dan Robert saling kenal? Apakah mereka tidak pernah bertemu sebelumnya karena mengerjakan kasus yang berbeda?"
Dan saat ini Alice masih terus mengatur rekaman cctv dan terus mengikuti jejak John melalui jejak kamera sejauh yang bisa ia dapatkan.
"Si*l," umpat Alice
__ADS_1
Ia merasa kesal karena pada akhirnya dia kehilangan lokasi dari Jessica setelah jalanan yang di lalui oleh John tidak lagi memiliki kamera cctv.
"Ada apa, Alice?" Nathan menoleh dan melangkah mendekat padanya.
"Maafkan aku bos. Kamera cctv sudah tak bisa mengikutinya lagi. Ini adalah rekaman terakhir yang aku dapatkan dan ini juga tak menunjukkan ke arah mana dia pergi. Ini adalah jalur hutan dan tak memiliki satupun kamera pengawas. Aku sudah tidak tahu kemana dia pergi sekarang." ujar Alice pasrah.
Nathan masih fokus menatap ke layar. Ia kemudian menyipitkan matanya, mencoba untuk memperjelas penglihatannya di layar.
"Apa itu?" Nathan bertanya sambil menunjuk ke arah video terakhir yang saat ini sedang dilihatnya. "Alice, bisa kau perbesar bagian ini!"
Alice mengangguk kemudian dengan cepat ia memperbesar bagian yang baru saja di tunjuk oleh Nathan. Itu adalah lampu sein terakhir dari mobil John yang menunjukkan arah perginya dia. Itu tak terlalu jelas karena berada di ujung kamera yang sangat jauh sampai akhirnya Alice berhasil memperbesar dan memperjelas gambarnya.
"Dia belok ke kanan, bos! Lampu sein-nya menunjukkan kalau dia belok ke kanan. Itu artinya dia sedang menuju ke luar kota," Alice dengan cepat memberi tahu Nathan.
__ADS_1