Ayahku Ternyata Mata-Mata

Ayahku Ternyata Mata-Mata
83


__ADS_3

"Kau tahu, sebagai sesama agen rahasia kau harusnya bisa mengerti aku, Robert," kata Dimitri. "Membunuh... itu... itu menyakitiku... aku tidak ingin melakukannya. Dan aku berharap aku tidak harus melakukannya."


"Tapi kau melakukannya," jawab Robert. "Kau bahkan membunuhnya-"


"Ya aku memang membunuhnya! Coba kau katakan padaku," jawab Dimitri memotong perkataan Robert, "Tidakkah kau akan marah? Tidakkah kau akan melakukan hal yang sama sepertiku? Bayangkan jika dia juga menukarmu seperti sepotong daging tak berharga, apakah kau akan membiarkannya lolos begitu saja? Apakah kau tidak akan marah? Dia memberikanku kepada orang Cina, Robert. Aku dikhianati! Ck, aku tidak pernah bisa menahan rasa sakit seperti itu sebelumnya."


"Itu karena kau melampaui pekerjaanmu yang seharusnya. Dan kau melakukan pekerjaanmu dengan ceroboh."


"Wow, jadi apakah itu berarti aku pantas untuk disiksa, begitu maksudmu?" tanya Dimitri.


"Aku tidak membenarkan perbuatannya dan juga perbuatanmu!"


"Robert, sebelumnya aku begitu mempercayai wanita itu. Dia atasan kita! Aku mempercayai dirinya lebih dari siapa pun. Tapi itu sampai dia menjual diriku, tentu saja. Siapa yang bisa dipercaya sekarang? Tidak ada. Kau tidak bisa mempercayai siapa pun. Dan Marie, dia juga berbohong padamu, Robert. Kau tau itu , bukan? Dia mengirimmu kepadaku, padahal dia mengetahui bahwa kau bisa mati."


"Dia memercayaiku, itu sebabnya dia mengirimku." jawab Robert.


"Marrianne hanya mempertaruhkan nyawamu," kata Dimitri sinis. "Kematiannya bukan yang aku inginkan, tapi itu perlu."

__ADS_1


"Dan dia sudah pergi sekarang, dia sudah mati!" Robert balas dengan membentak. Dia tidak tahu berapa banyak lagi pembicaraan yang bisa dia lakukan dengan Dimitru. Dia tidak ingin berbicara tentang Marry dengan Dimitri. "Kau sudah membalas dendammu


"Aku tau," dia setuju, "tapi... aku tidak berniat untuk masuk penjara karena itu. Aku jamin aku tidak akan masuk, Robert. Aku akan kembali bersembunyi."


"Aku akan mengejarmu. Itu sudah tugasku."


Dimitri secara dramatis menghela nafasnya miris, ia menggelengkan kepalanya selama beberapa saat.


"Kalau begitu aku mungkin harus membunuhmu," kata Dimitri "Ya, sebenarnya aku tidak mau membunuhmu, Robert. Ngomong-ngomong aku begitu kasihan padamu. Kau terlalu berdedikasi pada pekerjaanmu. Pasti jadi membosankan."


"Kau bisa bergabung denganku, kau tau itu." kata Dimitri. "Kau bisa memilih pekerjaanmu sendiri. Kau bisa melakukan segalanya, sesukamu. Ini jauh lebih menarik...jauh lebih bermanfaat..."


"Aku memiliki sifat yang 'malang' di mana aku memang terlalu mencintai negaraku ini di banding harus mengkhianatinya," jawab Robert. "Meskipun aku berusaha untuk percaya bahwa kau berniat untuk menghentikan semua kegilaan ini. Kau tampaknya telah berniat membunuhku sekarang."


"Ya," kata Dimitri. "Momen kegilaan yang menurutku ada pihakku. Bukan kau yang aku inginkan untuk mati ... yah ... itu akan terjadi jika kau berniat mencoba menghentikan saya."


"Kau orang yang sulit untuk mengerti," jawab Robert. "Satu detik kau mengatakan satu hal, dan detik berikutnya kau mengatakan hal yang lain."

__ADS_1


"Lebih menarik seperti itu, Robert," Dimitri meyakinkannya. "Kau harus mencoba hidup seperti itu."


"Aku tidak berminat untuk saat ini." ujar Robert. "Jadi hanya itu yang akan kita bicarakan? Apa kau berasumsi bahwa aku akan membiarkan dirimu pergi tanpa berusaha untuk menghentikan dirimu? Dan apakah kau berpikir bahwa aku tidak akan repot-repot mengejarmu, begitu?"


"Jika kau masih menghargai hidupmu, maka aku tidak akan repot melakukan apapun padamu." Dimitri meyakinkannya. "Selain itu, kau sudah tahu kalau aku akan bisa menemukan jalan keluar dari kekacauan ini."


"Oh benarkah?" Robert bertanya-tanya.


Dimitri menoleh untuk menatap Robert, seringai tipis terlihat di wajahnya saat dia menatap Robert. Dia mengacak-acak kepalanya, mengusak rambut pirang putihnya dan tetap diam.


Sejujurnya dia menikmati permainannya dengan Robert, tapi sekarang adalah waktu baginya pindah dan bersembunyi untuk sementara. Saatnya untuk kembali ke apa yang menurutnya adalah hal yang baik.


"Aku sudah mengatakan padamu segala yang ingin aku katakan. Dan setelah malam ini, kita akan kembali bermain kucing dan tikus lagi." gumam Dimitri melirik sinis pada Robert.


Robert hanya membalas dengan senyuman miring. "Mari kita lihat seberapa mudah aku akan menangkapmu lagi."


***

__ADS_1


__ADS_2