
Waktu perlahan berlalu. Saat ini sudah jam enam sore, saat Nathan mendapati dirinya sudah semakin merasa lelah dan juga mengantuk seiring berjalannya waktu.
"Aku mengantuk sekali." gumamnya menutup mulut yang menguap menggunakan tangan.
Ia melirik ke layar komputernya lagi. Terlihat titik merah di layar komputernya tak bergerak setelah beberapa waktu lalu menunjukan kalau gadis itu sudah pulang ke rumah Robert.
'Akhirnya, gadis itu pulang juga.' Batin Nathan menghela napasnya lega. "Semoga setelah ini dia tidak pergi kemanapun, karena akan membuatku gelisah."
Bayangkan saja, seharian ini gadis itu terus berjalan mengelilingi kota, mulai dari pergi swalayan, salon, dan beberapa tempat lainnya.
Nathan terlalu lelah jika harus terus menatap titik merah yang ada di komputernya sekarang
Beberapa saat kemudian waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Seluruh bawahan Nathan saat itu sudah pulang. Tapi Nathan masih tetap setia menunggu di ruangannya. Ia terus memantau pergerakan Jessica.
__ADS_1
Dan tak lama setelah itu, Nathan melihat titik merah itu kembali bergerak, pergi meninggalkan rumah Robert.
"Dia sangat sibuk rupanya." ujar Nathan bicara pada dirinya sendiri. "Lihat ini, dia bahkan baru saja pulang, tapi sudah pergi lagi."
Nathan terus memperhatikan saat titik merah itu bergerak, terus berjalan hingga akhirnya sampai dan berhenti di sebuah toko kue.
"Jelas sekali ada yang ingin makan kue," Nathan bergumam dan mendecih sambil menggelengkan kepalanya pelan. Setelah itu barulah kemudian ia kembali melanjutkan pekerjaan normalnya.
Dia menoleh dan menyadari kalau dia adalah orang terakhir yang meninggalkan kantor itu, seperti biasanya.
Nathan mengenakan mantel hangat miliknya ke tubuhnya, menutupi setelan sederhananya. Ia menegak kopi terakhirnya sebelum kemudian dia bergerak hendak keluar dari login komputernya. Saat ia menutup satu per satu tab di layar komputernya, tepat di detik berikutnya dia melihat ke titik merah di layar itu lagi.
Titik merah itu tidak bergerak selama lebih dari beberapa jam lamanya. Tunggu dulu, itu lebih dari tiga jam. Alis sebelah kanan Nathan naik karena heran dan itu cukup membuat hatinya bertanya-tanya, apa yang mungkin dilakukan gadis itu di tempat itu.
__ADS_1
Sesaat panik menghampiri Nathan dan dia bertanya-tanya apakah sesuatu hal telah terjadi pada gadis itu. Dan pikiran itu membuat Nathan merasa cukup yakin kalau itu berarti dia kini sedang dalam masalah karena teledor. Bagaimana dia tidak menyadari kalau gadis itu sudah berada berjam-jam di sana.
Dan kemudian Nathan bertanya-tanya dalam hati apakah gadis itu mungkin saja sudah tanpa sengaja meninggalkan teleponnya di toko kue itu.
"Tapi itu konyol!" gumamnya.
Namun berada di toko kue selama lebih dari dua jam tampak sebagai sesuatu yang ekstrem bagi Nathan. Dan akhirnya, Nathan memutuskan untuk kembali memainkan komputernya, mengecek tentang gadis itu.
Ia mencoba melacak dan membobol sistem keamanan untuk memeriksa CCTV yang ada di toko kue itu dari komputernya, tapi Nathan tidak menemukan apa pun karena ternyata toko itu tidak memiliki CCTV. Dan bangunan di dekat tempat itu juga tak memiliki satupun perangkat CCTV.
"Sialan," gumamnya dengan nada kesal.
***
__ADS_1