
Nathan menolehkan kepalanya, melihat ke mobil di belakang mereka, mobil yang baru saja di maksud oleh Jessica dan langsung menyipitkan kedua matanya. Dia bisa melihat dengan jelas seorang pria bertubuh jangkung tengah duduk di belakang stir dari mobil Mercedes yang mengikuti mereka di belakang. Pikiran pemuda itu langsung menjadi panik saat melihat Jessica kini tengah memasuki tempat parkir kafe yang sepi.
"Tidak, Jessie! Keluar! Kita harus kembali menuju ke jalan raya utama, kita harus ke tempat yang lebih ramai." Nathan mencoba memberi perintah pada Jessica. "Kita keluar dan lihat, jika dia masih mengikuti di belakang mobil kita maka kita akan tahu kalau ada sesuatu yang salah dari orang itu."
"Aku mengerti," Jessica menganggukkan kepalanya setuju dan segera melakukan apa yang diperintahkan oleh Nathan padanya barusan.
Jessica terus menyetir mobil. Dia berbelok ke kiri, keluar dari tempat parkir dan masuk kembali ke jalan raya. Setelah itu barulah Nathan melihat sekali lagi ke arah belakang dan dia bisa melihat jika ternyata mobil itu masih mengikuti mereka.
"Dia masih mengikuti mobil kita, lihatlah!" keluh Jessica pada Nathan. "Itu jelas bukan sebuah kebetulan, kan? Dia memang mengikuti kita, Nathan"
"Jangan panik, Jessica," Nathan mendesaknya saat dia melihat gadis itu mulai panik dan menambah kecepatan.
"Dia mengikuti kita, Nathan!" balas Jessica.
Nathan semakin membulat saat menyadari kalau Jessica semakin menambah kecepatan mobil. Gadis itu semakin panik saat melihat mobil di belakang mereka turut menambah kecepatan, semakin mengejar mereka.
__ADS_1
"Jangan menambah kecepatan, Jessica!" Nathan berseru. "Jangan ngebut!"
"Aku tidak ngebut, Nathan!" dia berujar pada gadis itu. "Ini enam puluh mil per jam."
"Benarkah? Yang aku lihat di sini angka itu bahkan menyentuh tujuh puluh," kata Nathan tajam padanya, saat ini pria muda itu terlihat membungkuk untuk memeriksa speedometer.
Jessica menggigit bibirnya saat dia mengikuti tanda-tanda yang akan membawa mereka kembali ke terminal. Tangannya memegang kemudi mobil dengan kuat saat dia terus mengemudi dengan ketakutan dan Nathan melihat kembali ke mobil yang ada di belakang.
"Terus saja! Kita akan pergi ke terminal," Nathan terus mendesaknya. "Ketika kita sampai di sana maka kita akan langsung menyerahkan kunci dan kita langsung pergi saja. Mengerti?"
Namun meskipun dengan jawaban itu, bukan berarti Jessica punya kesempatan untuk melakukan perintah Nathan itu. Jessica melihat ke kaca spion dan detik selanjutnya mobil di belakang mereka itu menambah kecepatan dan semakin mendekat dengan mereka.
"Nathan, dia akan menabrak kita!" teriak Jessica.
Dan benar saja, saat itu juga mobil itu menabrak bagian belakang mobil sewaan mereka. Jessica memekik ketika dia merasakan kendaraan itu tergelincir ke depan dan dia melakukan yang terbaik yang dia bisa untuk mengendalikannya. Nathan kini merasakan tubuhnya bergetar saat Jessica memutar setir dan mobil berputar untuk beberapa kali.
__ADS_1
"Sial, sial, sial!" Jessica berseru, ia terus melakukan yang terbaik untuk menghentikan mobil agar tidak menabrak pepohonan yang berada di sisi jalan.
Namun ia gagal total, bagian depan mobil mereka menabrak pohon yang ada di pinggir jalan. Jessica memekik ketika akhirnya mobil itu berhenti dan ia langsung menoleh ke arah Nathan.Pemuda itu tampak begitu terkejut dengan insiden yang baru saja mereka alami. Beruntung saja jalanan itu sedang dalam keadaan sepi, kalau tidak mereka bisa menabrak atau justru di tabrak oleh kendaraan lain.
"Apakah kau baik-baik saja, Nathan?" dia bertanya-tanya pada Nathan
"Aku baik-baik saja," kata Nathan setelah beberapa saat.
Nathan lalu menatap mata Jessica dan selanjutnya mereka berbalik untuk melihat bahwa mobil yang mengikuti mereka juga telah berhenti.
"Jessica, kunci pintunya. Kunci pintunya dan jangan lihat dia, arahkan pandanganmu padaku." pinta Nathan.
Nathan menggerakkan tangannya untuk memegang kedua pipi Jessica. Dia mengalihkan pandangan gadis itu ke arahnya dan ibu jarinya dengan lembut membelai kulit pipi Jessica. Ia menelan ludah dengan kasar saat Nathan melihat ke belakang bahunya dan melihat pria itu tengah berdiri di luar sana.
Jessica tercekat saat dia mendengar ketukan di jendela di belakangnya dan dia terus berusaha untuk mengabaikannya. Nathan terus menatap wajah Jessica, melakukan yang terbaik untuk mengabaikan pria itu.
__ADS_1
Baru setelah mereka berdua terkejut saat pria itu menggunakan sikunya untuk menghancurkan kaca dan saat itulah Nathan tahu bahwa saat ini mereka sedang dalam masalah besar.