Ayahku Ternyata Mata-Mata

Ayahku Ternyata Mata-Mata
16


__ADS_3

Jessica menyimpan kembali ponselnya ke dalam tasnya, sebelum kemudian dia melihat ke arah Macbook-nya yang ternyata sudah hidup kembali. Terbukti dari layar yang menyala dan menampilkan dia dan teman-temannya bahkan sudah terpampang kembali di layar.


"Astaga," ujar Jessica terkejut bukan main saat melihat itu.


Kedua tangannya bertumpu pada lengan Nathan, menyentuh pemuda itu dengan raut senang.


"Nathan, kau benar-benar penyelamat hidupku, astaga. Bagaimana kau bisa melakukannya? Bagaimana kau bisa memperbaikinya. Kau luar biasa, Nathan."


"Oh," kata Nathan. Ia terkejut dari lamunannya sendiri. Beberapa detik sebelumnya, pegangan tangan Jessica di lengannya membuat perhatiannya teralihkan untuk sejenak.


"Itu...semua itu...jujur, virus tidak begitu pintar dariku." ujar Nathan dengan nada gugup. Ia terlihat salah tingkah setelah di sentuh oleh Jessica barusan.


Jessica tersenyum dan melihat kembali ke layar Macbooknya yang ada di tangan Nathan. Namun tepat saat itu juga sebuah gambar tiba-tiba saja muncul di layar Macbook-nya.


"Ini… apa ini..." Jessica terlihat mengerutkan dahinya menatap pada layar Macbook-nya. "Kenapa layarnya berganti sendiri "

__ADS_1


Nathan mengikuti tatapan Jessica dan tepat saat itu juga tubuh Nathan membatu.


'Apa-apaan ini. Bagaimana gambar ini bisa muncul di sini? Dan gambar mengerikan macam apa ini?' Nathan bertanya dalam hatinya. Ini jelas sekali kalau seseorang sedang membajak Macbook milik Jessica


"Apa ini, Nathan?" Jessica bertanya-tanya lagi. Ia lalu mencoba menyesuaikan layar Macbook-nya sehingga Nathan bisa melihat dengan lebih baik gambar apa yang baru saja muncul di layar


"Itu.. sesuatu yang buruk." gumam Nathan ragu.


Nathan bisa merasakan lengan Jessica yang menyentuh lengannya saat mereka berdua mendekatkan diri untuk menatap ke layar.


Itu adalah gambar kartun dari tengkorak. Seperti gambar tengkorak yang menjadi lambang dari bajak laut. Dan gambar itu mengambil alih layar Macbook itu dan Jessica terus saja menatap Nathan seolah-olah dia meminta penjelasan dari pemuda itu.


"Aku juga tak tahu."


"Ini terlihat seperti aku baru saja di hack." Jessica terkekeh.

__ADS_1


Mata mereka terus menatap layar benda kotak itu dengan raut bingung saat tiba-tiba gambar itu menghilang dan detik selanjutnya mereka melihat sabuah kalimat muncul di layar.


Berikan salam untuk ayahmu yang tersayang!


Jessica membaca kata-kata di layar itu dan semakin mengernyit bingung. Ia menggelengkan kepalanya tak percaya. Kalimat lelucon macam apa ini? Senyum canggung di wajahnya kemudian muncul. Dia mencoba meredakan situasi yang membingungkan ini.


"Apa ini Nathan?" gumam Jessica.


Nathan tak menjawab. Ia hanya bisa terdiam selama beberapa saat. Nathan bertanya-tanya dalam hati apa yang telah dia lakukan pada Macbook milik Jessica itu. Dan tengkorak itu tiba-tiba saja muncul dan juga... kalimat itu yang membuat Nathan lebih merasa heran.


"Yah, ini jelas virus yang lainnya," kata Jessica malas pada Nathan yang duduk di sebelahnya. "Maksudku, memangnya apa lagi yang bisa melakukan ini? Tidak ada, kan?" Jessica memastikan.


Nathan masih diam, tidak menjawab. Dia tidak terlihat yakin dengan virus sebagai penyebab gambar juga tulisan itu. Ya, itu karena dia memang benar-benar tidak yakin. Nathan tahu bahwa ada sesuatu yang lebih serius dari pada sekedar virus. Kalimat di pesan itu bersifat pribadi. Itu terlalu pribadi untuk Jessica.


Macbook itu bukan terkena virus, tapi di bajak!

__ADS_1


"Ada yang tidak beres," Nathan memberitahu Jessica.


***


__ADS_2