
Perasaan lega di rasakan semua orang di ruangan itu sesaat setelah mereka bisa kembali mendengar suara Robert.
"Aku berhasil masuk, tubuhku muat di dalam sini, walaupun agak sesak. Aku rasa aku tidak butuh diet." ujar Robert santai. Ia tak tau betapa tegangnya orang-orang di dalam ruangan itu karena mengira dirinya tak akan sempat.
"Kupikir kau tidak akan bisa melakukannya," jawab Nathan. Ia kemudian berbalik untuk melihat pada Jessica yang tampak membatu sementara tangannya masih berada di lengan Nathan, memegangi lengan pria muda itu dengan erat.
"Apa kau baik-baik saja?" Nathan berbisik pada Jessica agar Robert tidak bisa mendengar ucapannya.
"Ya," jawab Jessica tersadar dari lamunannya. "Aku… hanya ... yah ... itu agak menegangkan."
"Ya, aku setuju," jawab Nathan lagi terkekeh pada Jessica. Nathan kemudian kembali bicara pada Robert "Ya, sekarang kau harus terus berjalan sampai kau tiba di stasiun. Aku akan membantu dari sini."
"Aku mengerti," Robert berujar setuju dengan itu dan Jessica kini dengan perlahan-lahan melepaskan tangannya dari bahan lembut kardigan yang Nathan kenakan.
Jessica kini berdiri diam di posisinya dan terus saja memperhatikan gambar CCTV di mana ayahnya berada.
"Aku sudah sampai!" ujar Robert setelah membuka salah satu pintu yang kini menunjukkan keramaian dari orang-orang yang ada di stasiun kereta bawah tanah. Tapi ia mengernyit saat melihat keadaan stasiun yang ramai. "Apa-apaan ini?" gerutunya.
"Yah, selamat datang di jam sibuk di stasiun kereta. Ini adalah jam kerja dan orang akan lalu lalang di sana. Dan ini adalah masalah yang aku yakin kau pun tidak tahu cara mengatasinya," kata Nathan.
__ADS_1
Jessica melihat wajah ayahnya di layar melalui gambar CCTV. Ayahnya kini terlihat agak berdesakan dengan orang-orang di stasiun itu, mencoba sebisanya untuk mencari tahu dimana posisi Dimitri saat ini.
"Aku tak bisa melihat apapun di sini. Bisakah kau mencarinya?" Robert bertanya.
"Ya, aku sedang mencari," kata Nathan sambil mencoba untuk menemukan Dimitri. Dan saat itulah kereta selanjutnya mulai bersiap untuk berangkat.
Robert bergegas menaiki gerbong kereta itu. Jessica mencoba membantu dengan mencari tanda akan sesuatu yang menurutnya akan terlihat mencurigakan di layar di hadapannya.
"Nathan, kereta akan pergi. Apakah aku harus tetap naik kereta atau turun sekarang?" Robert bertanya dengan nada tak sabar. Ia keluar dari gerbong kereta itu sambil menatap keseluruh area stasiun, berharap menemukan sosok Dimitri.
"Beri aku waktu sebentar," kata Nathan memfokuskan pandangannya pada satu angle kamera dan memperbesar bagian itu. Nathan memutar ulang rekaman di video itu.
"Robert! Masuklah kembali. Dia naik kereta itu." ujar Nathan.
"Apa?" tanya Robert lagi.
"AKU BILANG NAIK KE KERETA!!" teriaknya.
Nathan mengulang kalimatnya dengan suara nyaring dan membuat Robert mengerang sebelum akhirnya ia berlari mengejar kereta yang saat ini mulai berjalan.
__ADS_1
Jessica terus menyaksikan rekaman CCTV dan bisa melihat saat sang ayah melompat ke gerbong yang terakhir. Mulut Jessica menganga. Ia harus mengakui bahwa pemandangan yang baru saja ia lihat terasa cukup mengesankan.
Ini benar-benar seperti adegan yang ada di dalam film... Batin Jessica sambil menatap tak percaya.
"Dimitri menyamar sebagai polisi," kata Nathan lagi pada Robert. "Apakah kau bisa melihatnya?"
"Aku sedang mencari," kata Robert setelah ia masuk kedalam kereta. "Aku yakin saat ini dia pasti sedang berniat untuk mengejar Marie. Aku ingin kau memperingatkan Edward atau agen manapun untuk membawa Marie ke tempat yang lebih aman."
"Akan aku lakukan," Nathan mengangguk menurut dan Jessica terdiam sebelum dia mendengar suara berderak dari speaker.
Jessica dan Nathan saling berpandangan untuk beberapa detik dan mereka bertanya-tanya apa yang baru saja terjadi sebelum kemudian sambungan telepon terputus.
"Ayah," seru Jessica nyaring, mencoba memanggil ayahnya. "Ayah! Bisakah kau jawab aku."
"Sambungan teleponnya terputus," kata Nathan pada Jessica "Ck, tidak diragukan lagi, dia pasti telah melakukan sesuatu hal yang bodoh."
"Bisakah kau terus mengikutinya atau mencari tahu posisinya?" Jessica bertanya-tanya pada Nathan. "Maksudku, dia ada di dalam kereta dan-"
"Aku hanya bisa mengikuti di mana ada kamera," kata Nathan sambil fokus pada ponsel yang ada ditangannya. Saat ini Nathan berniat untuk mengirimkan pesan yang sempat di sampaikan Robert padanya untuk memerintahkan Edward agar membawa Marie pergi ke tempat yang lebih aman.
__ADS_1
Jessica dan Nathan kemudian memilih untuk menghabiskan waktu mereka dengan menonton tayangan CCTV terakhir sebelum Robert menghilang dari pandangan di layar. Dan setelah itu tidak ada lagi yang bisa mereka lakukan selain duduk menunggu.
***