Belong To Me

Belong To Me
10 . Mereka Adalah Kakak Beradik


__ADS_3

Setelah meninggalkan gudang Reyhan segera melesatkan mobil sportnya kembali ke kota .


Jika bisa , Reyhan ingin gadis yang selalu menghantui pikirannya itu ada disisinya saat ini . Hanya dengan melihat senyumnya kobaran emosi di dalam hatinya bisa padam .


Reyhan sebenarnya heran dengan dirinya sendiri . Sejak kapan gadis ceroboh itu sudah menguasai hatinya , sejak kapan gadis dengan segala tingkah polosnya itu mampu menguasai hidupnya .


Padahal tak sedikit dari gadis cantik diluar sana yang tergila gila pada pesona seorang Reyhan Wiratama . Ketampanan dan kekayaan yang sudah dimilikinya sejak lahir menjadikan dirinya incaran para hawa .


Reyhan terlihat membawa mobilnya kepinggir jalan yang terlihat sepi . Disandarkan kepalanya pada gagang setir yang berada didepannya . Rey memejamkan matanya sejenak ...


Diambilnya telpon genggam yang ada di sakunya dan dipandanginya layar hp yang terpampang foto seorang gadis dengan masih mengenakan seragam sekolah . Mika , gadis yang berada di ponselnya adalah gadis itu .


Foto itu diam diam dia ambil saat gadis itu tidak menyadari keberadaannya . Sejak pertama Reyhan melihat mata bulat yang menggemaskan itu , sejak itulah dia sudah jatuh sedalam dalamnya pada sebuah perasaan .


Perasaan untuk selalu dekat dengannya , perasaan untuk selalu melindungi agar gadis yang terlihat rapuh itu selalu berada dalam lindungannya . Tak akan dia biarkan gadis itu terluka sedikitpun .


Dan hari ini dia merasa tertampar , merasa gagal menjadi seorang pelindung . Gadis yang seharusnya berada dalam lindungannya malah terluka karena kelalaiannya . Seharusnya sudah dari dulu Reyhan bersikap tegas pada Laura , ia tak menyangka gadisnya hampir mati karena ulah wanita ular itu .


Reyhan terkejut ketika ponselnya tiba tiba berbunyi , segera ia mengangkat panggilan itu saat tahu nama yang terpampang di layar benda pipih itu .


" ..... !!! "


" Maaf tadi hp aku silent kak "


" .... "


" Ya kak , aku sudah dalam perjalanan pulang . Nanti aku sendiri yang akan telpon mama kak "


" .... "


" lya , maaf sudah bikin kakak dan papa khawatir "


Setelah menutup panggilannya Reyhan segera kembali melesatkan kuda besinya , membelah jalanan sepi karena saat itu waktu sudah dini hari .


Sepanjang perjalanan dia merutuki kakaknya yang selalu memarahinya , walau begitu Reyhan sangat paham bahwa kakaknya sangat menyayanginya . Begitupun Reyhan walau terkenal sangat arogan tapi dia sangat menghormati dan menyayangi semua keluarga terutama sang kakak .

__ADS_1


#


Terilhat dua orang beda generasi sedang duduk berhadapan disebuah ruang kerja . Mereka seperti sedang membahas sesuatu .


" Bagaimana ? Sudah kau bereskan urusan di kantor cabang ? "


" Sudah Pa , sudah Satria bereskan semua hama pengganggu . Minggu depan Satria mulai fokus dengan perusahaan kita di Dubai , kita punya tender besar disana dan harus Satria sendiri yang tangani "


Munir hanya menganggukkan kepalanya , dia bangga dengan putra sulungnya yang mewarisi semua keahliannya dalam berbisnis . Dalam usia yang masih muda Satria mampu menangani kerajaan bisnisnya yang mencakup dalam ataupun luar negeri .


Munir memang menggembleng putra sulungnya sejak usia Satria masih dini , perlahan Munir mengenalkan dunia berbisnis . Mengajarkan bagaimana menghadapi kawan atau lawan mulai dari cara yang halus ataupun cara yang kasar .


" Bagaimana dengan Baby Mika ? "


" Sesuai dengan perintah Papa , sekarang Mika adalah bagian dari tanggung jawabku . Tadi memang ada sedikit insiden tapi sudah ada yang mendahului sebelum Satria bergerak "


" Apa maksudmu ? Ada yang menyakiti Baby Mika ? Kau tak becus menjaganya hahh !!! "


" Teman sebangkunya menabrak Mika tapi dia cuma suruhan seseorang . Reyhan sudah menanganinya sebelum Satria sempat bertindak "


Satria hanya terkekeh mendengar pertanyaan ayahnya yang bertubi tubi .


" Ya .. Reyhan Wiratama putra bungsu papa "


" Bagaimana bisa Reyhan bisa menolong Baby Mika ? Apa hubungan mereka? " Munir sedikit tidak percaya dengan apa yang didengarnya karena selama ini dia sangat mengenal putra bungsunya .


" Jangan remehkan Mika Pah ! She's not a baby anymore , she's gorgeous now ( Dia bukan bayi lagi , dia sudah menjadi seorang Dewi ) Gadis itu bahkan mampu menyihir semua pria disekolah itu untuk tunduk dikakinya jika dia mau "


" Omong kosong ... Baby Mika terlalu naif untuk menjadi wanita seperti yang kamu gambarkan "


" Kenaifan Mika yang malah membuat kami para pria tergila gila "


" Ternyata kau adalah salah satu dari mereka yang tergila gila ha .. ha .. "


" Satria laki laki normal Pa , selain sangat cantik Mika juga baik , humble seperti ayahnya " kata Satria sambil menarik nafas panjang .

__ADS_1


" Tapi Satria tidak akan memaksakan hubungan dengan Mika . Biarkan semua mengalir ! Satria tahu bahwa Papa sangat berharap Satria bisa menjadi jodoh Mika " imbuhnya sambil menatap papanya .


Munir hanya tertawa ketika mendengar kata kata Satria , putra sulungnya itu selalu bisa membaca isi pikirannya . Munir memang sangat ingin Mika benar benar menjadi bagian dari keluarganya . Dan salah satu caranya adalah menjadikan Mika menjadi menantu dirumah itu .


Ditengah tengah perbincangan mereka tiba tiba ponsel Satria berbunyi . Setelah tahu siapa sang pemanggil Satria segera menerima panggilan itu . Tampak Satria mencoba menenangkan sang penelpon , setelah beberapa saat Satria mengakhiri panggilan telponnya .


" Anak itu benar benar !! Sebaiknya Papa istirahat dulu ini sudah larut sekali , tadi mama telpon mencari keberadaan Reyhan "


" Ya sudah Papa mau istirahat . Selain Mika kau juga harus menjaga adikmu . Papa tidak mau mamamu sakit karena terlalu mengkhawatirkan anak manja itu "


" lya Pa , ada orang Satria yang selalu mengawasi mereka berdua "


Satria segera menelpon Reyhan setelah papanya sudah pergi beristirahat .


" Reyhan Wiratama kau sudah bosan hidup hahh !!! Mama bingung mencarimu , berkali kali telepon tidak kau angkat !!! "


" Maaf tadi hp aku silent kak "


" Pulang !! Segera telpon Mama , dan jangan pernah lagi membuat Mama khawatir


seperti ini "


" Ya kak , aku sudah dalam perjalanan pulang . Nanti aku sendiri yang akan telpon mama "


" Kau masih punya papa dan kakak Rey , lain kali jika ada masalah kau bisa andalkan kami "


" lya , maaf sudah bikin kakak dan papa khawatir "


Setelah itu Satria menutup panggilannya , dia menghembuskan nafasnya dalam dalam . Sejak kecil Satria selalu menjadi tameng untuk Reyhan . Satria tak akan membiarkan siapapun menyakiti adik satu satunya itu . Hingga perpisahan kedua orang tua mereka memisahkan mereka berdua .


Sejak itu Satria bertekad akan menjadi lebih kuat melebihi sang papa , agar suatu saat bisa melindungi adik dan mamanya sekaligus menjadi kebanggaan papanya . Dan ketika semua itu sudah terwujud , Satria tetap merasa ada bagian yang belum ia lengkapi . Sampai saat ini ia belum tahu bagian apa itu . Tapi dia akan tetap terus berusaha , menjadi Satria yang lebih bertanggung jawab .


Satria berdiri tepat didepan jendela dengan kaca besar yang memperlihatkan indahnya suasana malam itu , tiba tiba bibirnya tersungging dengan menyebut sebuah nama ..


" Mikaa .. Baby Mika .. "

__ADS_1


__ADS_2