
Setelah makan siang Satria mengantar Mika ke bengkel milik ayahnya . Dia terkejut dengan keberadaan Mike di bengkel itu walaupun dia sudah tahu bahwa Hadinata dan Mike saat ini ada hubungan bisnis . Satria tahu bisnis ini hanya salah satu alasan agar pria bule itu bisa berdekatan dengan gadisnya .
" Mas Satria mau turun dulu apa langsung ke kantor ? " tanya Mika sambil melepas seat belt , mereka sudah ada di depan bengkel milik Hadi .
" Mas mau menyapa Paman dulu , engga enak kalau Mas langsung pergi " jawab Satria sambil mengecup kening Mika sekilas .
" Ya udah , yukk " Mika segera turun untuk menyembunyikan rona merah di pipinya , dan Satria hanya terkekeh melihat tingkah malu malu gadisnya .
Senyum Hadinata mengembang tatkala melihat Satria dan Mika berjalan berdampingan , sudah dari awal memang dia dan istrinya lebih sreg jika Mika berada disamping Satria . Dari awal Hadinata bisa melihat betapa Satria sangat menyayangi putrinya , dia juga yakin hanya Satria yang bisa mengimbangi sifat manja Mika dengan kedewasaannya .
Lain halnya dengan Mike , dia sedikit terkejut ketika melihat Satria . Sebagai sesama pengusaha dia sangat tahu siapa Satria Wiratama . Daddynya , Bisma Dananjaya bahkan pernah memintanya menjadikan Satria sebagai panutan . Walaupun terbilang muda Satria sudah bisa mengembangkan bisnisnya sendiri tanpa bantuan nama besar papanya .
" Lho tumben mau main ke bengkel , pasti Mika udah bikin repot kamu ya nak Satria "
" Enggak kok paman , tadi kebetulan kita ketemu di rumah makan . Bagaimana kabar paman ? Maaf Satria selama ini belum bisa silaturahmi ke rumah "
Sudah menjadi kebiasaan Satria untuk salam takzim pada Hadinata . Baik Hadinata ataupun Retno sudah Satria anggap sebagai orang tua sendiri . Mike bisa melihat kehangatan yang terjalin antara Satria dan keluarga Mika , dan jujur saja dia sangat iri .
" O iya nak , kenalin ini Michael . Dia yang sekarang lagi ngajarin paman mengembangkan bisnis bengkel ini . Ya bukannya paman serakah tapi paman ingin berkembang , demi masa depan Mika juga "
" Aku Satria "
Satria mengulurkan tangannya dan disambut oleh Mike dengan senyum .
" Hei ... Aku Mike , teman Mika juga . Senang rasanya bisa bertemu langsung dengan pengusaha besar seperti kamu Satria " Mike juga mengikuti gaya bahasa Satria yang ber ' aku ' dan ' kamu ' , sepertinya laki laki didepannya ini memang bukan orang yang bisa diajak santai .
" Dan aku juga salah satu pengagum Om Bisma Dananjaya "
Setelah sedikit berbasa basi Mika bisa melihat bahwa kedua laki laki itu ternyata cepat sekali akrab , mungkin karena dua orang itu dari dunia yang sama yaitu dunia bisnis . Sedang ayahnya sudah mulai disibukkan oleh para pelanggan yang membutuhkan jasanya .
" Sepertinya aku harus kembali.ke kantor , sampaikan saja salamku untuk Om Bisma dan Tante Bia "
" Ok , nice to meet you "
__ADS_1
Satria segera beranjak berjalan menuju Hadinata yang masih sibuk dengan sebuah mobil SUV yang ditanganinya . Tapi langkahnya terhenti ketika menyadari Mika sedang mengikutinya .
" Masih mau ikut Mas ? " goda Satria .
" Kan belom salim " cicit Mika
Satria tersenyum dan mengulurkan tangan kanannya dan tangan kirinya mengacak pelan surai panjang itu penuh sayang . Mike tertegun melihat pemandangan di depannya . Sepertinya ia mendapat satu pesaing lagi untuk meluluhkan hati Mika .
Dan kali ini dia merasa saingannya sangat berat , seorang Satria Wiratama . Seorang pria dengan sejuta kharisma dan wibawa yang pasti akan membuat semua hawa terpesona .
" Nak Satria memang sangat sayang sama Mika dari dulu "
Suara Retno yang tiba tiba muncul disampingnya membuat Mike berjengit kaget . Wanita parubaya itu tersenyum ketika ia menoleh padanya .
" lbu ... tapi Mike bisa melihat ada cinta diantara mereka "
Retno menepuk bahu Mike pelan , ia tahu laki laki bule dengan fisik sempurna itu juga menyukai putrinya . Ada segurat bahagia melihat hubungan Satria dan Mika yang sepertinya sudah semakin dekat .
Tapi ia dan suaminya telah berjanji pada diri mereka sendiri untuk tidak lagi ikut campur dalam hubungan pribadi Mika . Dulu mereka membuat kesalahan dengan memaksa putri mereka untuk terikat dalam sebuah pertunangan . Yang akhirnya malah membuat luka untuk Mika .
" Udah tinggal aja , ayah suka lupa waktu kalau udah ngutak atik mesin kayak gitu " Mika menunjuk ke arah ayahnya yang masih sibuk dengan mobil pelanggannya. Walaupun sudah mempunyai karyawan Hadinata masih sering menangani sendiri pekerjaannya .
" Ya makanya temenin aku disini , sukur sukur sih dibikinin teh apa kopi . Sukur lagi kalau ditemenin kue tuh minumnya . Aku doain yang mau ngasih aku minum dan cemilan kaya gitu jodohnya deket "
" Bilang aja nyuruh Mika bikin minum " cibir Mika , tapi ia pergi juga ke pantry untuk membikin secangkir teh dan mengambil beberapa kue yang tadi dibawa dari rumah . Ibunya tidak sempat membuat minuman untuk tamu karena bergegas pulang tadi .
" Ishhh manis bener sih .. kaya yang bikin " kata Mike setelah menyesap teh yang disediakan Mika . Mike tersenyum senang melihat gadis itu hanya meliriknya sebal .
" Moga moga kita jodoh ya .. " lanjut Mike .
" Apa ??!! "
" Kan tadi aku bilang , yang mau kasih aku minum semoga jodohnya deket . Lha sekarang kan yang paling deket sama kamu cuma aku . Berarti kita jodoh dong !! " timpal.Mike sambil tertawa lebar .
__ADS_1
" Ihhh .. sini'in minumnya , ngga jadi " Mika merebut cangkir yang masih di tangan Mike . Dan tentu saja Mike mencoba mempertahankan cangkir itu dengan tertawa terbahak bahak , wajah kesal Mika terasa begitu menggemaskan di matanya .
" Ehhh ... dosa tau udah ngasih diambil lagi "
" Biarin ... gorilla ngeselin !!! "
" Mikaaa ... " suara bariton ayahnya membuat Mika menghentikan aksinya yang masih ingin merebut cangkir Mike . Hadi hanya geleng geleng kepala melihat tingkah dua anak muda di dekatnya .
" Sukurin dimarahin ayah , emang enak ! "
" Mike !!! " jerit Mika yang sudah menahan kesalnya , tangan mungilnya mencubit lengan Mike hingga laki laki itu meringis kesakitan .
" Awwwsshhh ... itu tangan apa kunci Inggris sih , keras banget nyubitnya "
Mike sengaja meminum kembali tehnya dengan menaik turunkan alisnya , ia sedang meledek gadis di depannya lagi . Dan dia memakan kue buatan Retno dengan senyum penuh kemenangan .
" Minum udah habis , kue juga udah di makan . Pulang sana !! "
" Ngusir nih ceritanya ?! Ngga baik ngusir tamu , apalagi tamunya ganteng paripurna kaya aku . Tau ngga .. "
" Enggak !!! Enggak mau tau ... "
Belum sempat ia meneruskan kata katanya Mika sudah memotong kata katanya .
" Hisshhh .. untung cinta "
" Apa ??!!!! "
" l love you " lirih Mike hampir tak terdengar .
" Apa ??!!! " teriak Mika makin penasaran , tangannys gatal ingin mencubit lagi . Ketika tangan mungilnya akan mencubit lengan kekar itu lagi . Tangan kokoh itu menangkap dan membawanya pada bibirnya .
Mike mengecup punggung tangan gadis itu dengan berucap
__ADS_1
" l love you Mika ... l love you like l never love some one before ( Aku mencintaimu seperti aku tidak pernah mencintai wanita lain sebelumnya ) . You drive me crazy ( kau membuatku gila ) !! "
Mika tertegun mendengar semua itu , entah kenapa airmatanya tiba tiba saja keluar dari mata beningnya . Dua tangan mungilnya menutup mulutnya agar menahan isakannya . Sungguh bukan ini yang ia dengar dari mulut seorang Mike .