
" Unit penthouse ... ya benar pasti unit yang ini . Ini cara buka pintunya gimana ya kok cuma di kasih kaya ginian sih " Senja mencoba memasukkan kartu di tangannya pada slot pintu .
Tiba tiba ponselnya berbunyi , ada notif pesan masuk . Mungkin itu dari asisten yang baru cuti karena tadi dia mendapat pemberitahuan akan ada pesan tentang nomor sandi apartemen di depannya .
" Ribet bener sih , coba pakai kunci pasti udah dari tadi aku masuk " rutuk Senja yang memang baru kali ini masuk ke sebuah apartemen mewah .
" Pemborosan !! kayanya udah lama ngga ditinggali tapi lampu pada nyala kaya gini "
Senja tidak tahu bahwa lampu di unit itu akan otomatis menyala jika sang penghuni membuka pintu masuk dan otomatis mati jika sebaliknya .
Tak mau menunggu lebih lama Senja segera membersihkan semua sudut apartemen itu . Dahinya berkerut ketika melihat foto yang cukup besar di dinding .
" Foto Abang kok disini ya " gumam Senja ketika melihat foto Satria yang tergantung di dinding .
" Disebelahnya juga ada foto laki laki ganteng banget , lebih imut tapi kayanya galak banget deh " dia menunjuk foto Reyhan yang kebetulan memang tergantung disebelah foto Satria .
Apartemen Satria memang sudah lama tidak ditinggali . Dulu Satria memindahkan foto foto keluarganya ke mansion utama dan akhirnya sebagian foto foto itu ia bawa ke Dubay sebagai penghias disana . Dan hanya dua foto yang dilihat Senja yang tertinggal .
" Itu yang imut tapi kelihatan galak jangan jangan foto CEO Wiratama ya ... terus foto Abang kenapa bersebelahan gini . Mesra amat "
Sepanjang pekerjaannya pikirannya dikacaukan oleh foto Satria di apartemen itu . Tiba tiba ia menghentikan gerakan menyapunya .
" Ya Tuhan Abang !!! Tidak mungkin "
Senja berpikir Satria dan Reyhan adalah sepasang kekasih alias pasangan penyuka sejenis yang saat ini memang sedang viral .
" Pantes aja pakaiannya Abang kelihatannya mahal mahal , waktu itu juga pakai mobil bagus banget . Ternyata gebetannya CEO Wiratama . Ngga nyangka banget Abang bisa kayak gitu "
Penthouse berlantai dua milik Satria memang cukup besar hingga butuh waktu yang lumayan lama untuk menyelesaikan semuanya . Apalagi Senja sudah dapat wanti wanti untuk mengerjakan semua dengan sempurna . Karena sang CEO adalah seorang perfectionis .
Ketika sore hari setelah menyelesaikan semua , Senja pulang dengan masih membawa banyak pertanyaan di kepalanya . Bagaimana bisa orang seperti Satria menjadi kaum penyuka sejenis . Dan kenapa akhir akhir ini Satria terlihat mendekatinya .
Ketika pulang warung makannya terlihat terbuka dan sudah di bersihkan . Senja tahu pasti adiknya sudah pulang .
" Kamu kenapa ? Kok pincang jalannya ? " tanya Senja ketika melihat Banyu yang sedikit tertatih berjalan .
" Ngga apa apa kak , cuma apes tadi di jalan "
__ADS_1
" Nanti kakak aja yang siapin , kamu istirahat aja . Kamu pasti masih capek habis pulang study tour "
" Apalagi kakak , kak Senja pasti juga capek seharian udah kerja "
" Bandel !! "
Senja bangga sebagai seorang kakak karena Banyu berbeda dari remaja kebanyakan . Nilai pelajaran sekolah Banyu di atas rata rata . Selain rajin Banyu juga anak yang sopan dan mudah bergaul .
Tak sia sia Senja merelakan waktu kuliahnya untuk bekerja keras demi adiknya dan hidup yang lebih baik . Seperti malam malam sebelumnya , malam ini Banyu yang menjaga warungnya .
Banyu terkejut dengan kedatangan seseorang yang tidak asing untuknya .
" Lho ngga salah nih mata gue , kok kaya Abang yang nabrak gue tadi siang ! Bang Satria "
Satria datang mengendarai motor bebek milik Pak Setro , ia tak ingin mengundang perhatian jika datang dengan mobil mewahnya . Satria pun sedikit terkejut ketika melihat Banyu ada di dalam warung .
Tapi seketika dia sadar bahwa Senja memang mempunyai seorang adik laki laki , dan namanya adalah Banyu Segara . Pemuda rendah hati yang sempat ia tabrak tadi ketika pulang dari kantor .
" Lho Bang , kok tahu Banyu tinggal di sini . Urusan kita udah selesai kan ? Mobil Abang rusak ? Kok sekarang bawa motor ? "
" Abang cuma mau minum kopi , makan sekalian kalau boleh " jawab Satria merebahkan tubuhnya di tikar yang digelar di depan warung .
Walaupun keras ternyata tidur beralaskan tikar dengan pemandangan langit malam di atasnya lebih nikmat daripada tidur di kasur empuk dengan laptop disampingnya .. Hal yang baru sekali ini dia lakukan . Sejenak melepas penat ditempat ini membuat pikirannya tenang .
Banyu membawa segelas air putih dan sepiring nasi dan lauk ala kadarnya . Dia melihat Satria sedang berbaring dan memejamkan matanya .
" Bang makan dulu , tapi Banyu ngga yakin ini selera Abang "
Satria membuka matanya dan kemudian duduk dengan mengambil piring berisi nasi . Kebetulan ia memang belum makan malam .
" Rendang telur sama cah kangkung Bang " kata Bayu yang melihat Satria memperhatikan isi piringnya .
Tanpa banyak kata Satria langsung menghabiskan isi piringnya hingga habis tak bersisa . Banyu sampai bengong di depannya , tak mengira masakan sederhana yang ia sajikan ludes tak bersisa .
" Abang doyan makanan kaya gini ?! " herannya , secara Banyu tahu semua out fit yang dipakai Satria adalah barang branded . Dan ia yakin semua itu asli alias bukan KW . Jam rolex yang dipakai laki laki itu saja Banyu yakin bisa berharga ratusan juta . Orang kaya seperti Satria pasti sudah biasa makan makanan restoran mewah .
"' Ckk .. kamu pikir Abang bukan manusia ? Abang tiap hari juga makan nasi .Masakan kamu enak , besok Abang bikinin restoran buat kamu . Konsepnya resto keluarga yang masakannya kaya masakan kamu tadi ... masakan rumahan "
__ADS_1
Banyu terpaku , ia bahkan kehilangan kata kata setelah mendengar Satria berbicara . Sebuah restoran ? Mungkin laki laki didepannya ini sedang mabok cah kangkung yang tadi ia makan . Satria berkata membuat restoran seperti ingin membuat tempe goreng saja . Begitu mudah dan gampang ....
" Mau !? "
" Hahh apa bang ??? "
" Mau Abang bikinin. restoran ? "
" Ya Allah ... ngga usah bang , makasih ! Kaya gini aja Banyu udah seneng kok . Kecil tapi yang penting lancar ... lumayan bisa buat bantu bantu kak Senja "
Banyu kemudian berjalan menuju warung untuk membuatkan Satria kopi .
" Jangan pakai gula ya " kata Satria .
" Seriusan Bang ?! "
" Heemmmm .... " Satria cuma berdehem .
Satu persatu pengunjung mulai banyak berdatangan . Banyu dan Satria adalah salah satu faktor penarik kaum hawa untuk mendekat ke warungnya . Wajah mereka sama sama memikat walau selisih umur mereka cukup jauh .
Karena mendengar suara suara lumayan ramai Senja keluar untuk membantu adiknya . Dan benar saja warung sudah banyak pembeli .
" Kak bikinin mi rebus dua , ngga pakai telur keduanya "
" Siaapp .. !! "
Dengan cekatan Senja mulai membuat pesanan seperti yang di katakan adiknya . Setelah selesai ia membawa pesanan itu keluar . Tapi betapa terkejutnya dia ketika melihat Banyu sedang berpelukan dengan Satria .
" Bannyyuuu ... !! "
Senja bisa melihat dua orang di depannya segera melepaskan pelukan mereka .
" Kalian !!!! "
Pikiran Senja sudah tak karuan . Dia tak akan membiarkan Satria meracuni mental adiknya . Dia tak akan membiarkan Banyu menjadi kaum yang ia sendiri ngeri untuk membayangkannya . Pantas saja Satria selama ini mendekatinya , ternyata pria itu sedang mengincar adiknya .
~ Mbak Senjaaaa ... kok malah mikirnya ke arah situ sih ! 🤣🤣 ~
__ADS_1