Belong To Me

Belong To Me
137 . Prasangka Senja


__ADS_3

" Unit penthouse ... ya benar pasti unit yang ini . Ini cara buka pintunya gimana ya kok cuma di kasih kaya ginian sih " Senja mencoba memasukkan kartu di tangannya pada slot pintu .


Tiba tiba ponselnya berbunyi , ada notif pesan masuk . Mungkin itu dari asisten yang baru cuti karena tadi dia mendapat pemberitahuan akan ada pesan tentang nomor sandi apartemen di depannya .


" Ribet bener sih , coba pakai kunci pasti udah dari tadi aku masuk " rutuk Senja yang memang baru kali ini masuk ke sebuah apartemen mewah .


" Pemborosan !! kayanya udah lama ngga ditinggali tapi lampu pada nyala kaya gini "


Senja tidak tahu bahwa lampu di unit itu akan otomatis menyala jika sang penghuni membuka pintu masuk dan otomatis mati jika sebaliknya .


Tak mau menunggu lebih lama Senja segera membersihkan semua sudut apartemen itu . Dahinya berkerut ketika melihat foto yang cukup besar di dinding .


" Foto Abang kok disini ya " gumam Senja ketika melihat foto Satria yang tergantung di dinding .


" Disebelahnya juga ada foto laki laki ganteng banget , lebih imut tapi kayanya galak banget deh " dia menunjuk foto Reyhan yang kebetulan memang tergantung disebelah foto Satria .


Apartemen Satria memang sudah lama tidak ditinggali . Dulu Satria memindahkan foto foto keluarganya ke mansion utama dan akhirnya sebagian foto foto itu ia bawa ke Dubay sebagai penghias disana . Dan hanya dua foto yang dilihat Senja yang tertinggal .


" Itu yang imut tapi kelihatan galak jangan jangan foto CEO Wiratama ya ... terus foto Abang kenapa bersebelahan gini . Mesra amat "


Sepanjang pekerjaannya pikirannya dikacaukan oleh foto Satria di apartemen itu . Tiba tiba ia menghentikan gerakan menyapunya .


" Ya Tuhan Abang !!! Tidak mungkin "


Senja berpikir Satria dan Reyhan adalah sepasang kekasih alias pasangan penyuka sejenis yang saat ini memang sedang viral .


" Pantes aja pakaiannya Abang kelihatannya mahal mahal , waktu itu juga pakai mobil bagus banget . Ternyata gebetannya CEO Wiratama . Ngga nyangka banget Abang bisa kayak gitu "


Penthouse berlantai dua milik Satria memang cukup besar hingga butuh waktu yang lumayan lama untuk menyelesaikan semuanya . Apalagi Senja sudah dapat wanti wanti untuk mengerjakan semua dengan sempurna . Karena sang CEO adalah seorang perfectionis .


Ketika sore hari setelah menyelesaikan semua , Senja pulang dengan masih membawa banyak pertanyaan di kepalanya . Bagaimana bisa orang seperti Satria menjadi kaum penyuka sejenis . Dan kenapa akhir akhir ini Satria terlihat mendekatinya .


Ketika pulang warung makannya terlihat terbuka dan sudah di bersihkan . Senja tahu pasti adiknya sudah pulang .


" Kamu kenapa ? Kok pincang jalannya ? " tanya Senja ketika melihat Banyu yang sedikit tertatih berjalan .


" Ngga apa apa kak , cuma apes tadi di jalan "

__ADS_1


" Nanti kakak aja yang siapin , kamu istirahat aja . Kamu pasti masih capek habis pulang study tour "


" Apalagi kakak , kak Senja pasti juga capek seharian udah kerja "


" Bandel !! "


Senja bangga sebagai seorang kakak karena Banyu berbeda dari remaja kebanyakan . Nilai pelajaran sekolah Banyu di atas rata rata . Selain rajin Banyu juga anak yang sopan dan mudah bergaul .


Tak sia sia Senja merelakan waktu kuliahnya untuk bekerja keras demi adiknya dan hidup yang lebih baik . Seperti malam malam sebelumnya , malam ini Banyu yang menjaga warungnya .


Banyu terkejut dengan kedatangan seseorang yang tidak asing untuknya .


" Lho ngga salah nih mata gue , kok kaya Abang yang nabrak gue tadi siang ! Bang Satria "


Satria datang mengendarai motor bebek milik Pak Setro , ia tak ingin mengundang perhatian jika datang dengan mobil mewahnya . Satria pun sedikit terkejut ketika melihat Banyu ada di dalam warung .


Tapi seketika dia sadar bahwa Senja memang mempunyai seorang adik laki laki , dan namanya adalah Banyu Segara . Pemuda rendah hati yang sempat ia tabrak tadi ketika pulang dari kantor .


" Lho Bang , kok tahu Banyu tinggal di sini . Urusan kita udah selesai kan ? Mobil Abang rusak ? Kok sekarang bawa motor ? "


" Abang cuma mau minum kopi , makan sekalian kalau boleh " jawab Satria merebahkan tubuhnya di tikar yang digelar di depan warung .


Walaupun keras ternyata tidur beralaskan tikar dengan pemandangan langit malam di atasnya lebih nikmat daripada tidur di kasur empuk dengan laptop disampingnya .. Hal yang baru sekali ini dia lakukan . Sejenak melepas penat ditempat ini membuat pikirannya tenang .


Banyu membawa segelas air putih dan sepiring nasi dan lauk ala kadarnya . Dia melihat Satria sedang berbaring dan memejamkan matanya .


" Bang makan dulu , tapi Banyu ngga yakin ini selera Abang "


Satria membuka matanya dan kemudian duduk dengan mengambil piring berisi nasi . Kebetulan ia memang belum makan malam .


" Rendang telur sama cah kangkung Bang " kata Bayu yang melihat Satria memperhatikan isi piringnya .


Tanpa banyak kata Satria langsung menghabiskan isi piringnya hingga habis tak bersisa . Banyu sampai bengong di depannya , tak mengira masakan sederhana yang ia sajikan ludes tak bersisa .


" Abang doyan makanan kaya gini ?! " herannya , secara Banyu tahu semua out fit yang dipakai Satria adalah barang branded . Dan ia yakin semua itu asli alias bukan KW . Jam rolex yang dipakai laki laki itu saja Banyu yakin bisa berharga ratusan juta . Orang kaya seperti Satria pasti sudah biasa makan makanan restoran mewah .


"' Ckk .. kamu pikir Abang bukan manusia ? Abang tiap hari juga makan nasi .Masakan kamu enak , besok Abang bikinin restoran buat kamu . Konsepnya resto keluarga yang masakannya kaya masakan kamu tadi ... masakan rumahan "

__ADS_1


Banyu terpaku , ia bahkan kehilangan kata kata setelah mendengar Satria berbicara . Sebuah restoran ? Mungkin laki laki didepannya ini sedang mabok cah kangkung yang tadi ia makan . Satria berkata membuat restoran seperti ingin membuat tempe goreng saja . Begitu mudah dan gampang ....


" Mau !? "


" Hahh apa bang ??? "


" Mau Abang bikinin. restoran ? "


" Ya Allah ... ngga usah bang , makasih ! Kaya gini aja Banyu udah seneng kok . Kecil tapi yang penting lancar ... lumayan bisa buat bantu bantu kak Senja "


Banyu kemudian berjalan menuju warung untuk membuatkan Satria kopi .


" Jangan pakai gula ya " kata Satria .


" Seriusan Bang ?! "


" Heemmmm .... " Satria cuma berdehem .


Satu persatu pengunjung mulai banyak berdatangan . Banyu dan Satria adalah salah satu faktor penarik kaum hawa untuk mendekat ke warungnya . Wajah mereka sama sama memikat walau selisih umur mereka cukup jauh .


Karena mendengar suara suara lumayan ramai Senja keluar untuk membantu adiknya . Dan benar saja warung sudah banyak pembeli .


" Kak bikinin mi rebus dua , ngga pakai telur keduanya "


" Siaapp .. !! "


Dengan cekatan Senja mulai membuat pesanan seperti yang di katakan adiknya . Setelah selesai ia membawa pesanan itu keluar . Tapi betapa terkejutnya dia ketika melihat Banyu sedang berpelukan dengan Satria .


" Bannyyuuu ... !! "


Senja bisa melihat dua orang di depannya segera melepaskan pelukan mereka .


" Kalian !!!! "


Pikiran Senja sudah tak karuan . Dia tak akan membiarkan Satria meracuni mental adiknya . Dia tak akan membiarkan Banyu menjadi kaum yang ia sendiri ngeri untuk membayangkannya . Pantas saja Satria selama ini mendekatinya , ternyata pria itu sedang mengincar adiknya .


~ Mbak Senjaaaa ... kok malah mikirnya ke arah situ sih ! 🤣🤣 ~

__ADS_1


__ADS_2