Belong To Me

Belong To Me
38 . The Engagement


__ADS_3

Dikarenakan Reyhan yang sebulan lagi akan terbang ke London untuk kuliah , rencana pertunangan antara Reyhan dan Mika dipercepat . Acara diadakan sangat sederhana hanya mengundang keluarga dan sahabat mereka .


Mika mengenakan dress hitam lengan pendek dengan panjang selutut , sangat sederhana tapi tak mampu menutupi aura kecantikan gadis itu . Sedang Reyhan mengenakan setelan jas berwarna hitam di padu dengan kemeja warna senada . Pasangan itu terlihat sangat serasi .


Reyhan terpana melihat kecantikan gadis pujaannya . Sudah seminggu ini sejak ia mengutarakan niatnya untuk.melamar , dia tidak boleh bertemu dengan Mika sebelum acara pertunangan ini dimulai . Reyhan sampai heran karena setaunya adat pingit itu terjadi bila akan terjadi pernikahan , tapi gadis pujaannya malah dipingit ketika mereka akan bertunangan .


Dan lebih parah gadisnya selalu menolak video call ketika Reyhan ingin sekali melihatnya . Mika bilang mama Lisa dan ibunya melarangnya bertatap muka walaupun sekedar lewat ponsel , biar ada greget kata mereka .


Bukan lagi greget yang Reyhan rasa selama tidak bisa melihat gadisnya , tapi malah meriang panas dingin yang dia rasa ketika menahan rindu . Benar juga kata Dylan bahwa rindu itu berat , benar benar berat .


Mika saat ini duduk diapit kedua orang tuanya , sedang Reyhan duduk dengan jarak tiga meter tepat dihadapan gadisnya . Reyhan juga diapit kedua orang tuanya . Reyhan sudah meminta Satria untuk pulang tapi sepertinya kakaknya itu terlalu sibuk dengan bisnisnya hingga Satria tidak bisa menghadiri pertunangannya .


Setelah melewati beberapa acara tibalah saatnya Reyhan memasangkan cincin pengikatnya . Dengan sangat bersemangat dia mendekati gadisnya . Mika juga sudah terlihat berdiri dan mendekat pada Reyhan . Senyum terpancar dari masing masing pasangan muda itu .


" Assalamualaikum calon makmum " ucapnya menggoda gadis yang sudah memerah pipinya itu . Mika tidak terbiasa tampil di depan orang sebanyak ini . Sebenarnya tidak begitu banyak dan ia juga sudah mengenal sebagian besar dari mereka , tapi tetap saja ia belum terbiasa .


" Walaikumsalam calon imam "


Blusshh ..


Reyhan sangat bahagia mendengar jawaban dari salamnya , bisa juga gadis pemalu didepannya membuatnya malu malu mau . Jika mereka hanya berdua pasti Reyhan tak segan mencicipi bibir kemerahan yang dari tadi sangat menggoda jiwa laki lakinya . Semua yang ada pada diri Mika adalah sebuah ujian baginya . Ia tak boleh membiarkan nafsu sesaatnya malah menghancurkan semuanya .




Semua bertepuk tangan ketika Reyhan sudah memasangkan cincin itu di jari Mika . Cincin berlian bermata biru itu sebagai tanda ikatan hubungan mereka . Tepuk.tangan terdengar semakin riuh ketika Reyhan mengecup kening tunangannya .


" Rey ... " wajah Muka sudah merah padam menahan malu karena kedua tangan kokoh itu masih saja merengkuh pinggangnya . Reyhan juga masih menyatukan kening mereka .

__ADS_1


" l love you Qayreen Mikhayla " bisik Reyhan pada gadis didepannya , membuat Mika merinding mendengar kata cinta dari laki laki yang masih dengan posesifnya memeluknya .


" Rey lepasin , malu .. " cicit Mika , ingin sekali mencubit laki laki yang masih dengan posesifnya merengkuh pinggangnya itu , tapi ia tak punya keberanian jika masih berada ditengah tengah orang seperti ini .


" Jawab dulu makanya .. "


" Pemaksa !! "


" Cium nih yaa .." ancam Reyhan dengan berbisik .


" l love you too calon imam " Mika menjawab dengan menekankan setiap kata di dalamnya . Dan laki laki didepannya hanya terkekeh .


Mika terlonjak kaget karena sebelum melepaskan pelukannya Reyhan sekali lagi mencium keningnya dengan penuh perasaan . Suasana tambah riuh melihat betapa romantisnya pasangan muda itu . Rendy cs bahkan sempat berteriak teriak agar Reyhan mencium bibir tunangannya . Dan untungnya sang MC menjawab teriakan mereka .


" Tunggu nikah dulu baru muaachh muaacchh di bibir , yang halal lebih nikmat kata bang haji " dan tentu saja membuat tawa yang mendengarnya . Mika yang sudah kembali duduk bersama kedua orang tuanya hanya menunduk malu .


Dan Reyhan hanya mengumbar senyumnya walau sebenarnya ia juga sedikit malu . Berdekatan dengan gadis itu memang selalu menghidupkan alarm ' warning ' untuknya .


" Dia persis sepertimu dulu " kata Lisa menyenggol lengan suaminya .


" Tentu saja , dia kan putraku . Kami adalah pecinta sejati , selamanya hati kami hanya mencintai satu wanita " ujarnya sambil menatap wanita disampingnya .


" Cihh .. kau sedang merayuku ? "


" Kami adalah pecinta , bukan perayu " kilah Munir yang kemudian disambut kepalan tos dari sang putra .


" Reyhan setuju dengan Papa "


" Kaliaann !! Aku jadi berharap Satria ada disini . Dia yang paling waras diantara kalian "

__ADS_1


Reyhan dan Munir tergelak mendengar keluh kesah wanita cantik yang berada ditengah tengah mereka .


" Dia melebihi kami , dia bahkan rela melepaskan wanita yang dicintainya agar wanita itu bisa meraih kebahagiaan sendiri " batin Munir bermonolog .


Acara malam itu berjalan dengan lancar , semua orang terlihat sangat berbahagia malam itu . Walau sebenarnya ada sebuah hati yang sedang kehilangan arahnya . Bagi Mika kebahagiaan kedua orang tuanya adalah segalanya , dia juga bahagia melihat Munir dan keluarganya selalu tersenyum . Mika merasa berhutang budi terlalu banyak pada keluarga Wiranata .


Ketika kedua orang tuanya memberi saran dengan sebuah pertunangan Mika ingin menundanya . Sebenarnya ia ingin bertunangan ketika sudah melihat kesungguhan Reyhan dalam mencintainya . Tapi ketika melihat raut wajah kedua orang tuanya yang penuh pengharapan entah kenapa Mika tidak tega untuk menolaknya .


la berharap keputusannya ini adalah langkah yang tepat untuknya . Mulai hari ini ia akan belajar mencintai Reyhan Wiratama dengan sepenuh hatinya . Mungkin dengan hubungan mereka yang terpisah benua akan lebih memupuk rasa saling memiliki dan mengasihi .


#


" Kau tidak menghadiri acara pertunangan adikmu ? " Fia bertanya pada Satria yang masih menikmati makan malam di unit miliknya. Laki laki didepannya sama sekali tidak merespon pertanyaannya . Dia masih fokus dengan makan malamnya .


" Kau baik baik saja kan ?! " sambung Fia .


Satria hanya memandang gadis itu sekilas tapi masih belum menjawab pertanyaan pertanyaan Fia . Ketenangan Satria malah membuat Fia merasa khawatir , tidak biasanya Satria terlalu fokus dengan makanannya . Hatinya teriris ketika membayangkan kekecewaan yang sedang dialami oleh Satria . Gadis yang Satria cintai telah menjadi milik adik kandungnya .


Tak terasa Fia meneteskan air matanya , hatinya tercabik ketika melihat kekecewaan itu . Walau dia mencintai Satria tapi melihat laki laki itu kehilangan membuat Fia merasa hancur .


Satria kaget melihat air mata yang turun dari mata gadis disampingnya . Dia meletakkan sendok dan garpunya tanda ia menyudahi makan malamnya .


" Heiii .. kenapa kau menangis ? Kau keberatan jika kuhabiskan makan malam ini ? Maaf tadi siang aku hanya sempat minum kopi dengan perwakilan dari Real Company , belum sempat makan siang . Sepertinya aku masih kelaparan sekarang , lagipula sakit hati itu membutuhkan energi yang banyak kan "


Fia terhenyak mendengar penjelasan Satria , jadi laki laki itu dari tadi diam hanya karena ia memang sedang kelaparan ? Ya Tuhan padahal ia sedang menangisi laki laki itu sekarang , ingin sekali Fia melempar sendok makannya ke arah Satria .


" Aku memang mencintainya . Tapi aku masih cukup waras untuk melanjutkan hidupku . Aku tidak akan gantung diri hanya karena masalah cinta . Kau pikir aku tidak cukup tampan untuk menarik wanita wanita diluar sana ? " Kata Satria dengan masih mengaduk makanannya .


" Sup bola dagingmu sepertinya akan membuatku kecanduan , rasanya juara banget " ujar Satria mencoba memecah kecanggungan antara mereka .

__ADS_1


" Kalau begitu habiskan , sebentar lagi kamu akan banyak menghabiskan tenagamu " Mika mengambilkan lagi satu mangkok penuh bola daging . Dia sudah terbiasa melayani Reyhan , dalam artian yang sebenarnya dan bukan dalam artian yang negatif .


" Maksudmu ? "


__ADS_2