
Fia masih meringkuk di ranjang milik Satria , dipeluknya erat bantal dengan wangi tubuh Satria yang masih melekat kuat . Air mata tampak masih menggenang disudut mata indahnya .
Dia sedang merutuki diri sendiri , walau sudah tahu siapa pemilik hati Satria tapi dia masih juga ingin merebutnya . Fia masih saja berharap bisa memiliki laki laki yang telah menguasai hati dan jiwanya itu .
Malam itu memang Fia dan sahabat sahabatnya clubbing ditempat biasa dia biasa nongkrong . Tak mungkin dia mengajak Satria karena laki laki itu tidak suka bahkan sama sekali tidak pernah menginjakkan kakinya ditempat seperti itu . Tidak seperti teman temannya , malam itu Fia tidak memesan minuman beralkohol . Dia hanya minum minuman bersoda untuk sekedar membasahi tenggorokannya .
Malam itu Fia berkeluh kesah pada sahabat sahabatnya , dia mengatakan kalau dia masih saja belum bisa move on dari cintanya pada Satria . Semakin Fia ingin lepas dari rasa cintanya maka malah semakin kuat rasa cinta dihatinya pada laki laki yang sekaligus menjadi bosnya .
Hingga akhirnya ada ide gila agar Fia menggunakan obat perangsang , sahabatnya berpikir bahwa Satria tidak mungkin tega membiarkan Fia dalam keadaan mengenaskan dengan meminta sentuhan Satria . Mereka yakin pesona tubuh Fia akan bisa menjerat laki laki manapun termasuk Satria . Dan salah seorang temannya akhirnya memberinya obat perangsang itu walau akhirnya diminum Fia hanya dalam jumlah yang sedikit .
Fia tidak mau benar benar lepas kendali akan tubuhnya . Dan Fia meminum obat itu ketika dalam perjalanan pulang , dalam taksi yang ditumpanginya . Sebenarnya dia merasa sudah merendahkan dirinya sendiri , tapi keinginannya untuk memiliki Satria begitu kuat . Fia tahu dia tak akan bisa menggantikan posisi Mika dalam hati Satria , tapi dia sangat tahu Satria bertanggung jawab jika nanti dia sudah menyentuhnya . Caranya sangat murahan sekali tapi itu mungkin cara satu satunya agar Satria mau mengasihaninya dan menyentuhnya .
Tapi semua harapannya sirna ketika laki laki itu tidak menyentuhnya sama sekali . Bahkan ia sempat mendengar percakapan Satria dengan dokter pribadinya . Dia mendengar bahwa Satria tidak akan pernah menyentuhnya karena dia sangat menghormati Fia . Miris !! Bahkan dengan cara murahan pun dia tetap tidak bisa menjerat Satria .
#
Sementara di kantornya Satria sudah selesai dengan meeting nya . Dia didampingi oleh asistennya bernama Edward , salah satu orang kepercayaan Satria yang sudah diberi mandat penuh untuk menghandle semua perusahaan di bawah naungan SW Corp . Selain sebagai tangan kanan , Edward adalah sahabat Satria .
" Sudah kau selidiki ? "
__ADS_1
" Semua yang datang disana bersih , klub itu sangat ketat jika menyangkut drugs . Ya walaupun mereka menjual minuman keras tapi bisa dipastikan disana bersih dengan obat obatan terlarang "
" Jadi ? "
" Ben benar , Fia sendiri yang sengaja memasukkan obat itu ke tubuhnya . Fia langsung memesan taxi tadi setelah pulang dari sana . Dan nomor taxi yang dinaiki Fia tadi di cctv klub dengan apartemen sama . Dan menurut orang kita , supir itu melihat Fia menyuntikkan sesuatu di lengannya sendiri saat masih dalam taxi "
Satria memejamkan mata sejenak , tadi malam sebelum pergi dari apartemennya Ben memang mengatakan sesuatu yang mengejutkan padanya . Ben mengatakan kemungkinan Fia memasukkan sendiri dengan sengaja obat itu ke tubuhnya . Dan tentu saja Satria sangat tidak percaya dengan hal itu . Meskipun gadis itu memang sering menggodanya tapi ia yakin Fia tidak akan melakukan hal serendah itu .
Tak ada tanda kekerasan pada tubuh Fia selain bekas suntikan di lengannya . Seperti seorang detektif Benedict juga sempat bertanya tentang kondisi Fia saat Satria pertama kali menemuinya di pos bawah . Tanpa mengurangi ataupun menambahi Satria menggambarkan keadaan Fia saat dia pertama kali melihatnya .
Jika ada seseorang yang memaksa untuk memasukkan obat itu ke tubuh Fia dipastikan akan ada tanda tanda penganiyayaan seperti baju yang sobek ataupun luka lebam . Tapi kondisi Fia benar benar bersih tadi malam dan itu menguatkan dugaan Ben . Akhirnya Satria menyuruh orang orangnya untuk menyelidiki . Satria menyelidiki bukan untuk menghakimi Fia tapi hanya sekedar untuk mengetahui kebenaran semata .
" I've always said that there is no friendly relationship between a man and a woman, but you spoil Fia too much. And you see now? He did crazy things to get you !! ( Dari dulu sudah kukatakan tidak ada hubungan persahabatan antara pria dan wanita , tapi kau terlalu memanjakan Fia . Dan kau lihat sekarang ? Dia melakukan hal yang gila untuk mendapatkanmu ) !! "
Edward memang tak pernah suka melihat kedekatan antara Satria dan Sofiana , bukan karena dia iri tapi sebagai laki laki ia bisa melihat betapa cintanya seorang Fia pada Satria . Ed hanya khawatir Fia melakukan hal hal nekat untuk mendapatkan Satria . Dan hari ini dugaannya terbukti . Fia menggunakan obat lucknut itu hanya untuk menjerat Satria .
" Selamanya dia akan tetap menjadi teman kita , jangan memperlihatkan kebencianmu padanya Ed "
" Persetan !! Aku berbicara sebagai teman ... jika kau masih ingin berhubungan dengan Mika , maka jauhi Fia !! "
__ADS_1
" Fia akan menghandle SW Corp di sini , dan kau yang akan menghandle SW Corp di London dan Brasil ... sepertinya Reyhan terlalu sibuk saat ini untuk mengurus SW Corp di London "
" Dan kau ??! "
" Ada sesuatu yang harus aku benahi di lndonesia "
" Your relationship ( hubunganmu ) ? "
" One of them ( salah satunya ) . Besok aku berangkat ke lndonesia , mungkin sedikit lama disana "
" Ok , and I was serious when I said you should stay away from Fia. You've gone too easy on her , and it's not like the Satria I know ( dan aku serius saat tadi mengatakan kau harus menjauhi Fia . Kau sudah terlalu lunak padanya , dan itu bukan seperti Satria yang kukenal ) "
" l know how to behave Ed ( Aku tahu bagaimana harus bersikap Ed ) "
" What ever ... aku harus menyiapkan keberangkatanmu besok ! l also have to leave for Brazil the day after tomorrow. there are some contracts we have to complete ( aku juga harus pergi ke Brasil lusa , ada beberapa kontrak yang harus kita selesaikan ) "
Setelah itu Edward keluar dari ruangan kantor Satria karena akan mengurus penerbangan pesawat pribadi milik Satria . Dia juga harus menyelesaikan urusan yang seharusnya di handle oleh Fia hari ini . Sedangkan Satria terlihat beberapa kali menghembuskan nafas kasar dengan menutup kedua matanya .
Mungkin yang dikatakan Edward benar , dia terlalu lunak menghadapi Sofiana . Dulu dia berpikir Fia adalah sahabat yang bisa mengerti dirinya . Karena sejak masa kuliah Satria nyaman jika berbicara dengan gadis itu . Fia adalah pribadi yang mandiri walau terkadang menunjukkan sisi manjanya .
__ADS_1
Fia selalu bisa memberikan masukan yang membuat Satria merasa bisa menghadapi masalah masalah yang dia hadapi . Menjadikan Satria bisa menyikapi semua tekanan yang dia hadapi sebagai penerus Wiratama . Satria merasa ada andil dirinya telah membuat Fia tidak bisa berpaling darinya , ya .. karena Satria selalu memperlihatkan perhatiannya pada gadis itu hingga Fia terjerumus terlalu dalam pada rasa cintanya .