Belong To Me

Belong To Me
84 . Menemukan


__ADS_3

Satria hanya memejamkan mata untuk menahan semua kekecewaan yang ia rasakan , ia mencoba menelan semua pil pahit itu . Tiba tiba ia berdiri dan berjalan menuju ke arah Retno yang duduk bersama Mika . Sekilas ia melihat gadisnya meneteskan air mata dengan isakan yang tertahan .


" Bibi , sepertinya Satria harus pergi . Ada urusan yang tak bisa Satria tinggal . Maaf jika tidak bisa menemani lebih lama "


" Satria .. "


" Satria ada meeting nanti Pa " sahut Satria yang mendengar namanya disebut oleh papanya .


" Biarkan dia pergi Mas " Lisa sangat tahu jika Satria butuh waktu sendiri saat ini . Bukan hanya Satria , dirinya pun teramat sangat terkejut dengan kabar yang diberikan oleh ibu dari gadis yang ia harapkan jadi menantunya .


" lbu tahu kamu sibuk nak , tidak apa apa " Retno mengelus pucuk kepala Satria ketika pemuda itu sedang mencium punggung tangannya untuk salim . Di mata Retno pemuda didepannya adalah seorang dengan hati yang baik dan sangat bertanggung jawab . Retno sudah menganggap Satria sebagai putranya sendiri walau mereka jarang bertemu .


Hati Mika berdenyut sakit ketika melihat Satria begitu terluka .


Mika merasa sebagai seorang penjahat saat ini , walau memang bukan keinginannya untuk menikah tapi dialah yang menorehkan luka di hati laki laki yang masih dia cintai . Sebenarnya ingin sekali Mika mengajak Satria untuk berbicara tapi sepertinya saat ini bukan waktu yang tepat . Lagipula Mika juga harus meminta ijin pada Mike jika memang ia ingin berbicara dengan laki.laki.lain .


Satria yang kebetulan menyetir sendiri segera melajukan mobilnya . Entah sadar atau tidak Satria membelah jalanan dengan kecepatan di atas rata rata . Rasa sedih , rindu dan kecewa sedang bercampur menjadi satu dihatinya . Andaikan dia terus ada disamping gadisnya mungkin kejadian seperti ini tak akan terjadi .


Kesibukannya telah menyita seluruh pikirannya , bahkan ketika Edgar memberikan kabar tentang kecelakaan itu . Satria merasa berada di dalam titik terendahnya saat ini . Dia gagal menjadi pelindung bagi gadis yang sangat ia cintai .


Dan kini gadis yang sangat ia kasihi telah menjadi milik orang lain , kenyataan menyakitkan yang harus ia hadapi . Satria tahu dunia tidak akan runtuh walau ia kehilangan Mika tapi ia tak dapat pungkiri ia seperti telah kehilangan separuh nyawanya saat ini .

__ADS_1


Tak berapa lama ia sampai di sebuah villa yang terletak dipinggir pantai . Villa milik keluarga Wiratama yang sudah lama sekali tidak ia kunjungi . Tadi ia sempat menyerahkan pekerjaannya pada Dimas , ya .. hanya pada Dimas ia bisa percaya . Dia hanya ingin menenangkan diri untuk sementara waktu .


Ketika ingin melangkah masuk ke dalam villanya tiba tiba ponsel milik Satria bergetar . Ketika melihatnya ternyata Edgar yang membuat panggilan , dengan segera ia mengangkatnya .


" Ya Edgar ?!!"


" Aku sudah menangkap tikusnya Bang , sesuai permintaan Bang Satria .. aku menemukan sebelum polisi tau keberadaannya "


" Aku ke sana sekarang !! "


Setelah itu Satria menutup teleponnya , ia mengurungkan niat untuk masuk ke villanya . Dia kembali berjalan ke arah mobilnya berniat mendatangi tempat dimana Edgar sudah menyimpan orang yang dia maksud .


Tanpa diminta oleh Satria , Edgar memang menyelidiki kecelakaan itu karena ia merasa janggal dengan kejadian itu . Edgar sempat memeriksa cctv yang berada di jalan tempat kecelakaan . Pagi itu jalan tidak begitu ramai karena sudah melewati jam orang berangkat ke kantor .


Ternyata mobil yang digunakan untuk menabrak adalah mobil sewaan , dan dengan mudah Edgar bisa menemukan pelakunya walau sang pelaku sempat akan melarikan diri ke luar kota . Dan dia sangat terkejut dengan kenyataan yang dia temui . Orang yang menabrak ayah dari gadis yang diam diam ia kagumi adalah orang yang tidak asing lagi baginya . Walaupun Edgar tidak mengenal orang tersebut tapi dia tahu Mika sangat mengenalnya .


Tak lama kemudian Satria tiba di tempat yang sering disebut ' sarang ' oleh orang orang keparcayaannya . Dengan tak sabar ia melangkahkan kakinya karena ingin tahu siapa yang menjadi penghancur hidupnya . Gadis pujaannya telah menjadi milik orang lain ! Walau dia sudah berusaha keras untuk menerima semua kenyataan ini tapi hatinya masih terasa amat sangat sakit .


Satria sadar bahwa dirinya , Mika ataupun Mike tidak pernah akan menyangka akan seperti ini kejadiannya . Mike dan Mika menikah karena keadaan , jika ia diposisi gadisnya mungkin ia akan melakukan hal yang sama . Menikah dengan orang yang tidak dia cintai untuk mewujudkan permintaan terakhir ayahnya . Tapi sungguh , jauh dilubuk hatinya ia masih sangat mencintai Mika . Dan kini sudah menjadi tugasnya untuk melupakan gadis itu walaupun hal itu akan sangat sulit ia lakukan .


Langkah Satria terhenti ketika melihat Edgar yang sedang duduk dengan beberapa orang yang menjadi bawahannya . Penampilan laki laki yang sudah ia anggap sebagai adik itu terlihat sedikit berantakan . Kemeja putih dengan beberapa noda merah yang tercetak jelas dan peluh yang masih menetes menandakan ia baru saja melakukan aktivitas .

__ADS_1


Edgar dan beberapa orang dengan perawakan tinggi besar itu langsung berdiri ketika menyadari keberadaan Satria di ruangan itu . Mereka menunduk hormat , sedang Edgar langsung berjalan menghampiri Satria .


" Bang ... "


" Dimana dia ?!! "


Belum sampai Edgar menyelesaikan ucapannya Satria sudah terlebih dahulu memberondongnya dengan pertanyaan . Edgar tahu ia akan mendapat teguran karena sudah lancang menyentuh orang itu . Tapi ia tak bisa mengendalikan diri ketika mengingat orang itu yang sudah menghancurkan hidup Mika . Gadis yang sangat dicintai Satria .


" Siapa yang menyuruhmu ' menyentuhnya ' lebih dulu ? Bukankah sudah aku bilang aku sendiri yang akan mengurusnya !!!!! "


" Maaf Bang ... "


Satria mendengus kasar mendengar kata maaf yang terlontar dari mulut Edgar , tapi saat ini yang terpenting ia sudah sangat ingin melihat orang yang sudah berani membuat ulah dan menghancurkan hidupnya .


" Antar aku .. "


Edgar segera berjalan menuju sebuah ruangan yang berada dilantai bawah . Sebuah ruangan bawah tanah yang sengaja mereka buat untuk membersihkan orang orang yang berani mengusik keluarga Wiratama .


Dan sampailah mereka pada ruangan yang sedikit gelap dan lembab . Terlihat seorang laki laki dengan dua tangan dan kakinya telah dirantai terduduk lemah . Banyak lebam dan luka menganga yang menghiasi tubuhnya . Tampaknya Edgar sudah bekerja dengan sangat baik hingga laki laki yang terikat itu bahkan sudah tidak bisa lagi mengangkat kepalanya .


Satria sangat terkejut ketika melihat laki laki yang tergolek dengan keadaan masih terikat itu . Sungguh tak menyangka laki laki itu menjadi penyebab kematian Hadinata .

__ADS_1


" Kauuu ... !!!!! "


__ADS_2