Belong To Me

Belong To Me
125 . Akhir Dari Dessy


__ADS_3

Tak terasa sudah tujuh bulan kandungan Mika , tubuh kecil itu kini terlihat menjadi lebih berisi . Dan sudah bisa ditebak orang orang disekitarnya tambah overprotektif padanya .


Sejak usia kandungannya empat bulan Mika diminta pindah ke mansion untuk menjaga segala kemungkinan . Bia tidak mau ambil resiko dengan kesehatan menantu dan calon cucunya . Apalagi ini adalah kehamilan pertama untuk Mika .


" Jangan sayaaaanngg ... nanti kamu capek ! Kan bisa belanja online " kata Mike ketika istrinya minta ijin untuk jalan jalan ke mall .


Siang ini rencananya Mika dan Sita ingin pergi berjalan jalan mencari pernak pernik perlengkapan bayi . Mika ataupun Mike sengaja tidak mengetahui jenis kelamin bayinya . Mereka ingin kelahiran cucu pertama Dananjaya ini menjadi kejutan .


" Mika bosen dirumah terus , nanti juga ada Pak.Toyo yang nemenin Mika kan !? Aman Abiiii ... "


" Bukan masalah aman tidaknya sayang , Abi lihat kamu jalan aja ikut begah rasanya . Takut kamu drop aja nantinya "


" Kalau diem di rumah malah tambah begah , boleh ya .. please ! "


" Ya udah , boleh jalan jalan tapi pokoknya sesudah satu jam harus ikut Pak Toyo pulang ok "


" Satu jam ? Dua ya sayang ... "


" Ckk jangan bandel kalau dibilangin "


" Ok satu jam .. tapi satu Minggu ke depan Abi bobok ( tidur ) di sofa ya " kata Mika sambil berlalu menuju kamar mandi .


" Lhohh kok gitu sih sayang !? "


" Ya udah satu setengah jam yaa ... " seru Mika yang masih di pintu kamar mandi .


" Ok , tapi jangan suruh Abi bobok sofa ya !! "


" Siippp !! Abi bobok kamar tamu aja ha .. ha " Mika tertawa dan segera menutup kamar mandi .


Mike tersenyum mendengar tawa istrinya , beribu ribu kali ia bersyukur pada penciptanya . Hidupnya terasa sempurna karena memiliki istri secantik dan sebaik Mika . Sebentar lagi ia juga akan memiliki anak sebagai penerusnya .

__ADS_1


Siangnya Mika belanja pernak pernik bayi bersama Sita karena kebetulan sahabatnya itu sedang pulang ke lndonesia bersama suaminya .


Usaha kafe milik Arman dan Reyhan yang terus berkembang membuat pria itu rela bolak balik Aussy - lndonesia . Tentu saja bergantian dengan Reyhan , sudah tidak ada ganjalan lagi di hatinya menjadikan Reyhan dan Nita lebih sering pulang ke lndonesia .


" Mika lihat sini , kaus kaki baby-nya lucu banget ! Satu set sama topinya juga "


" lya lucu banget , ambil yang biru aja deh "


" Yakin elo ambil biru , emang cowok baby-nya ?! "


" Ya belum tahu , tapi aku suka warna biru berasa adem lihatnya . Lagian udah ngga jaman biru buat cowok terus pink buat cewek ! Banyak malah sekarang cowok pakai baju pink "


" Itu sih cowok jadi jadian "


" Coba lihat wanita di ujung sana " sambung Sita .


" Memang kenapa ? Cantik kok .. tapi kaya ada bekas luka gitu ditangan dan kakinya . Kasihan ya " Mika bisa dengan jelas melihat bekas luka karena wanita itu mengenakan dress diatas lutut dengan model punggung terbuka .


" Dari tadi dia perhatiin kita terus , curiga gue sama dia " kata Sita menatap wanita yang ia tunjuk dengan tatapan menyelidik .


" He em tapi Mika ngga lihat dimana dia sekarang "


" Ya udah , jadi tenang gue . Kata Kak Arman dia pengawal pribadi mertua elo ya ?! "


" Ngga tau sih , tuh yang ada disana juga lagi jagain Mika . Serasa jadi anak TK yang lagi ditungguin emaknya main di playground kita ya " kekeh Mika merasa lucu .


Sita melihat dua wanita cantik yang sepertinya juga sedang berbelanja di toko itu . Jika Mika tidak memberitahunya maka dia tak akan tahu yang mana pengawal bayangan sahabatnya itu .


Mike tak main main dengan penjagaan Mika , bahkan dia merekrut pengawal wanita yang sudah terlatih untuk menjaga sekaligus menjadi teman istrinya .


Seperti dua wanita yang tadi ditunjuk Mika , jika sedang di luar mereka berfungsi untuk menjaga Mika tapi jika di dalam mansion mereka adalah asisten pribadi Mika . Yang membantunya melakukan semua kegiatan di rumah .

__ADS_1


Selanjutnya Sita dapat melihat dua pengawal Mika mendekat ke arah mereka , bersamaan dengan wanita dengan bekas luka yang juga berjalan mendekat dengan memilih milih barang di rak .


Sita yang merasa kondisi sudah tidak bersahabat akhirnya menarik tangan Mika untuk menjauh dari wanita mencurigakan itu . Dugaannya tepat , tak ada angin tak ada hujan wanita itu berjalan cepat kearah mereka dengan pisau yang ia sembunyikan di balik sling bag-nya .


Namun semua terjadi sangat cepat , Sita bisa mendengar Mika menjerit pilu . Sepertinya lengan Mika sedikit tergores pisau wanita tersebut hingga mengeluarkan darah walaupun tidak banyak .


Entah bagaimana kejadiannya wanita itu sudah diseret oleh Pak Toyo yang saat ini menggunakan seragam sekuriti mall tersebut . Dua pengawal itu terlihat sekali merasa bersalah , mungkin mereka berpikir telah gagal menjaga nyonya mudanya .


Dua pengawal.itu menggiring mereka ke ruang kesehatan untuk melakukan pertolongan pertama pada luka Mika . Berkali kali Mika mengatakan dirinya tidak apa-apa pada tiga perempuan di depannya agar semua tidak merasa khawatir .


Sita sudah menghubungi Arman dan memberitahu kejadian barusan . Tapi tidak dengan Mika , ia sengaja tidak menelpon suaminya agar pria itu tidak mengkhawatirkan dirinya . Luka di lengannya juga sudah ditangani oleh tenaga kesehatan yang disediakan di mall itu .


Pak Toyo segera membuka seragam sekuriti yang tadi ia kenakan , dan meletakkan tubuh wanita yang akan mencelakakan Mika di jok belakang . Dia sengaja membius wanita itu agar tidak terlalu repot menanganinya .


Pak Toyo membawa.wanita itu ke rumah kayu yang letaknya ada di tengah hutan pinus milik keluarga Dananjaya . Ada beberapa pria yang sudah menunggunya di sana .


Wajah wajah mereka terlihat seperti anak yang akan di beri permen . Raut wajah mereka terlihat bahagia karena mendapat ' mainan ' malam ini . Mereka adalah para eksekutor bagi mereka mereka yang berani mengganggu ketenangan keluarga Dananjaya .


" Dimana aku ? " wanita itu bangun setelah salah satu dari mereka mengguyurnya dengan air .


" Dessy ... itu namamu kan ?! Kau berada ditempat yang akan membuatmu tenang "


" Seperti suamimu ... " ucap Pak Toyo dengan tersenyum smirk .


" Siapa kalian !! Lepaskan aku ! Aku tidak punya urusan dengan kalian "


" Kau akan membayar setiap tetes darah pada luka nyonya muda . Aku sendiri yang akan membawamu pada suamimu di alam sana "


" Jangan ... tolong maafkan aku "


Di tempat ini jugalah mereka mengeksekusi Gunadarma yang dulu ingin membunuh Mike dan Bisma . Hanya mengandalkan preman preman jalanan Gunadarma ingin menghabisi Bisma .

__ADS_1


Para preman yang di bayar Guna menghadang Bisma yang waktu itu pulang dari makan malam.dengan salah satu kliennya . Beruntung waktu itu Bia tidak ikut dengannya .


Bisma dan dua pengawalnya dengan mudah menyapu sepuluh preman jalanan itu . Tapi sepuluh preman itu beruntung karena Bisma tidak menyeretnya ke rumah eksekusi . Bisma menganggap sepuluh preman itu bukan ancaman buat mereka .


__ADS_2