
Tak terasa sudah tujuh bulan kandungan Mika , tubuh kecil itu kini terlihat menjadi lebih berisi . Dan sudah bisa ditebak orang orang disekitarnya tambah overprotektif padanya .
Sejak usia kandungannya empat bulan Mika diminta pindah ke mansion untuk menjaga segala kemungkinan . Bia tidak mau ambil resiko dengan kesehatan menantu dan calon cucunya . Apalagi ini adalah kehamilan pertama untuk Mika .
" Jangan sayaaaanngg ... nanti kamu capek ! Kan bisa belanja online " kata Mike ketika istrinya minta ijin untuk jalan jalan ke mall .
Siang ini rencananya Mika dan Sita ingin pergi berjalan jalan mencari pernak pernik perlengkapan bayi . Mika ataupun Mike sengaja tidak mengetahui jenis kelamin bayinya . Mereka ingin kelahiran cucu pertama Dananjaya ini menjadi kejutan .
" Mika bosen dirumah terus , nanti juga ada Pak.Toyo yang nemenin Mika kan !? Aman Abiiii ... "
" Bukan masalah aman tidaknya sayang , Abi lihat kamu jalan aja ikut begah rasanya . Takut kamu drop aja nantinya "
" Kalau diem di rumah malah tambah begah , boleh ya .. please ! "
" Ya udah , boleh jalan jalan tapi pokoknya sesudah satu jam harus ikut Pak Toyo pulang ok "
" Satu jam ? Dua ya sayang ... "
" Ckk jangan bandel kalau dibilangin "
" Ok satu jam .. tapi satu Minggu ke depan Abi bobok ( tidur ) di sofa ya " kata Mika sambil berlalu menuju kamar mandi .
" Lhohh kok gitu sih sayang !? "
" Ya udah satu setengah jam yaa ... " seru Mika yang masih di pintu kamar mandi .
" Ok , tapi jangan suruh Abi bobok sofa ya !! "
" Siippp !! Abi bobok kamar tamu aja ha .. ha " Mika tertawa dan segera menutup kamar mandi .
Mike tersenyum mendengar tawa istrinya , beribu ribu kali ia bersyukur pada penciptanya . Hidupnya terasa sempurna karena memiliki istri secantik dan sebaik Mika . Sebentar lagi ia juga akan memiliki anak sebagai penerusnya .
__ADS_1
Siangnya Mika belanja pernak pernik bayi bersama Sita karena kebetulan sahabatnya itu sedang pulang ke lndonesia bersama suaminya .
Usaha kafe milik Arman dan Reyhan yang terus berkembang membuat pria itu rela bolak balik Aussy - lndonesia . Tentu saja bergantian dengan Reyhan , sudah tidak ada ganjalan lagi di hatinya menjadikan Reyhan dan Nita lebih sering pulang ke lndonesia .
" Mika lihat sini , kaus kaki baby-nya lucu banget ! Satu set sama topinya juga "
" lya lucu banget , ambil yang biru aja deh "
" Yakin elo ambil biru , emang cowok baby-nya ?! "
" Ya belum tahu , tapi aku suka warna biru berasa adem lihatnya . Lagian udah ngga jaman biru buat cowok terus pink buat cewek ! Banyak malah sekarang cowok pakai baju pink "
" Itu sih cowok jadi jadian "
" Coba lihat wanita di ujung sana " sambung Sita .
" Memang kenapa ? Cantik kok .. tapi kaya ada bekas luka gitu ditangan dan kakinya . Kasihan ya " Mika bisa dengan jelas melihat bekas luka karena wanita itu mengenakan dress diatas lutut dengan model punggung terbuka .
" Dari tadi dia perhatiin kita terus , curiga gue sama dia " kata Sita menatap wanita yang ia tunjuk dengan tatapan menyelidik .
" He em tapi Mika ngga lihat dimana dia sekarang "
" Ya udah , jadi tenang gue . Kata Kak Arman dia pengawal pribadi mertua elo ya ?! "
" Ngga tau sih , tuh yang ada disana juga lagi jagain Mika . Serasa jadi anak TK yang lagi ditungguin emaknya main di playground kita ya " kekeh Mika merasa lucu .
Sita melihat dua wanita cantik yang sepertinya juga sedang berbelanja di toko itu . Jika Mika tidak memberitahunya maka dia tak akan tahu yang mana pengawal bayangan sahabatnya itu .
Mike tak main main dengan penjagaan Mika , bahkan dia merekrut pengawal wanita yang sudah terlatih untuk menjaga sekaligus menjadi teman istrinya .
Seperti dua wanita yang tadi ditunjuk Mika , jika sedang di luar mereka berfungsi untuk menjaga Mika tapi jika di dalam mansion mereka adalah asisten pribadi Mika . Yang membantunya melakukan semua kegiatan di rumah .
__ADS_1
Selanjutnya Sita dapat melihat dua pengawal Mika mendekat ke arah mereka , bersamaan dengan wanita dengan bekas luka yang juga berjalan mendekat dengan memilih milih barang di rak .
Sita yang merasa kondisi sudah tidak bersahabat akhirnya menarik tangan Mika untuk menjauh dari wanita mencurigakan itu . Dugaannya tepat , tak ada angin tak ada hujan wanita itu berjalan cepat kearah mereka dengan pisau yang ia sembunyikan di balik sling bag-nya .
Namun semua terjadi sangat cepat , Sita bisa mendengar Mika menjerit pilu . Sepertinya lengan Mika sedikit tergores pisau wanita tersebut hingga mengeluarkan darah walaupun tidak banyak .
Entah bagaimana kejadiannya wanita itu sudah diseret oleh Pak Toyo yang saat ini menggunakan seragam sekuriti mall tersebut . Dua pengawal itu terlihat sekali merasa bersalah , mungkin mereka berpikir telah gagal menjaga nyonya mudanya .
Dua pengawal.itu menggiring mereka ke ruang kesehatan untuk melakukan pertolongan pertama pada luka Mika . Berkali kali Mika mengatakan dirinya tidak apa-apa pada tiga perempuan di depannya agar semua tidak merasa khawatir .
Sita sudah menghubungi Arman dan memberitahu kejadian barusan . Tapi tidak dengan Mika , ia sengaja tidak menelpon suaminya agar pria itu tidak mengkhawatirkan dirinya . Luka di lengannya juga sudah ditangani oleh tenaga kesehatan yang disediakan di mall itu .
Pak Toyo segera membuka seragam sekuriti yang tadi ia kenakan , dan meletakkan tubuh wanita yang akan mencelakakan Mika di jok belakang . Dia sengaja membius wanita itu agar tidak terlalu repot menanganinya .
Pak Toyo membawa.wanita itu ke rumah kayu yang letaknya ada di tengah hutan pinus milik keluarga Dananjaya . Ada beberapa pria yang sudah menunggunya di sana .
Wajah wajah mereka terlihat seperti anak yang akan di beri permen . Raut wajah mereka terlihat bahagia karena mendapat ' mainan ' malam ini . Mereka adalah para eksekutor bagi mereka mereka yang berani mengganggu ketenangan keluarga Dananjaya .
" Dimana aku ? " wanita itu bangun setelah salah satu dari mereka mengguyurnya dengan air .
" Dessy ... itu namamu kan ?! Kau berada ditempat yang akan membuatmu tenang "
" Seperti suamimu ... " ucap Pak Toyo dengan tersenyum smirk .
" Siapa kalian !! Lepaskan aku ! Aku tidak punya urusan dengan kalian "
" Kau akan membayar setiap tetes darah pada luka nyonya muda . Aku sendiri yang akan membawamu pada suamimu di alam sana "
" Jangan ... tolong maafkan aku "
Di tempat ini jugalah mereka mengeksekusi Gunadarma yang dulu ingin membunuh Mike dan Bisma . Hanya mengandalkan preman preman jalanan Gunadarma ingin menghabisi Bisma .
__ADS_1
Para preman yang di bayar Guna menghadang Bisma yang waktu itu pulang dari makan malam.dengan salah satu kliennya . Beruntung waktu itu Bia tidak ikut dengannya .
Bisma dan dua pengawalnya dengan mudah menyapu sepuluh preman jalanan itu . Tapi sepuluh preman itu beruntung karena Bisma tidak menyeretnya ke rumah eksekusi . Bisma menganggap sepuluh preman itu bukan ancaman buat mereka .