
Back to lndonesia ya ceritanya ... kemarin 2 bab selingan biar pada ngga lupa sama bang Reyhan ......
" Hai ... udah lama elo ? Mereka belum selesai juga ? " tanya Mike pada Arman yang sedang menikmat secangkir kopi di sebuah kafe yang ada di hyper mall .
Tadi pagi Mika meminta ijin untuk menemani Sita membeli pernik pernik untuk souvenir dalam pernikahannya . Mike tentu saja mengijinkannya karena ia tahu Arman dan Sita sudah bersahabat lama dengan sang istri .
Dan tadi Arman mengiriminya pesan agar menjemput Mika . Mike pikir Arman , Sita , dan istrinya sudah selesai dan sedang istirahat santai di kafe itu , ternyata ia hanya melihat Arman duduk sendirian .
" Tau gini gue ijinin mereka dianter supir tadi . Heran gue , mereka milih apa sih ! Sampai lumutan gini juga mereka belom kelar kelar "
Mike terkekeh mendengar keluh kesah laki laki di depannya . Dia pun pernah merasakannya , waktu itu ia menemani Mommy dan istrinya belanja bulanan . Ia pikir acara belanja itu akan seromantis yang ia lihat di drakor drakor kegemaran istrinya . Tapi nyatanya ia hanya jadi kambing congek yang hanya bisa melihat kehebohan dua wanita yang sangat ia cintai itu . Sejak itu ia selalu menghindar dengan berbagai alasan jika dua perempuan Dananjaya itu mengajaknya belanja . Alhasil Bismalah yang selalu mengalah untuk menemani istri dan menantunya .
" Enak aja dianter supir !! Gue ngga bakal kasih kalau cuma sama supir "
Mereka akhirnya bisa bernafas lega ketika wanita yang sedang dibicarakan tampak berjalan menuju ke arah mereka .
" Honey ... !! "
" Abiii ... !!! "
Mike dan Arman segera menoleh ketika Sita dan Mika berteriak ke arah mereka . Dua pria bucin itu segera memeluk wanitanya , dan melupakan luapan kekesalan mereka .
" Capek ya ... kan aku udah bilang hal hal kaya gini biar WO aja yang tangani . Ngga usah cape cape begini " ujar Arman lembut sambil memeluk posesif pinggang tunangannya .
" Cihh ... tadi aja ngomel ngomel kaya ibu ibu komplek " gumam Mike melihat kemesraan dua manusia di depannya .
Tak mau kalah Mike juga langsung merengkuh tubuh Mika dalam pelukannya . Diciumnya sekilas bibir Cherry yang seharian ini sudah membuatnya rindu berat . Tapi sebelum bibirnya mendarat sempurna dua tangan mungil sudah membekapnya .
" Malu ihh ... tuh udah pada diliatin " protes Mika cemberut , kemesraan mereka memang sedang menjadi perhatian beberapa pengunjung kafe .
" Kangen tapi .. " Mike melepas tangan mungil Mika dan masih berusaha ingin menciumnya .
" Ckk .. gorilla emang ngga pernah tau tempat ya " cibir Sita yang tertawa kecil melihat Mika yang masih mempertahankan tangannya untuk menutupi bibir suaminya .
Mike akhirnya mengalah dan hanya bisa mencium kening sang istri .
" Sepertinya kita udah mengganggu ketenangan pengunjung nih " kata Arman yang masih melihat ada beberapa dari mereka yang kasak kusuk sambil melihat ke arahnya .
" Mereka yang mengganggu ketenangan kita , gue tutup nih kafe biar mereka ngga bisa nongkrong di sini lagi !! "
__ADS_1
" Enak aja main tutup !! Punya gue nih kafe " tukas Arman .
Mika dan Sita hanya menatap dengan jengah dua laki laki yang masih menggerutu itu .
" Ya udah kita pulang duluan aja , ada hal penting juga yang harus kita lakukan setelah ini " pamit Mike sambil menggandeng istrinya .
" Ngapain lagi ? " tanya Sita .
" Bikin baby lahh .. " jawab Mike tengil seakan sedang mengejek dua manusia di depannya .
Arman hanya memutar bola matanya malas , ia sudah tahu Mike akan mengatakannya . Bule satu itu memang sangat suka usil padanya . Berbeda sekali dengan Daddynya yang menurut kabar sangat berwibawa dan cenderung ' menyeramkan ' .
Setelah beberapa hari ini bisa mengenal Mike lebih dekat ia bisa menjadi sedikit lebih tahu tentang pribadi Mike sebenarnya . Ternyata pewaris Dananjaya itu selain mempunyai karakter humoris dia juga humble sekaligus sangat penyayang .
Walau dulu ia sempat menjadi bad boy tapi sekarang berjalannya waktu ia dapat berubah . Apalagi ketika sudah dekat dengan Sita , ia bertekad tak akan merusak hubungan mereka dengan hasrat dan nafsunya .
Arman tiba tiba teringat video call nya semalam bersama Reyhan .
" Honey ... "
Sita yang masih menikmati es cappucino ya sontak menoleh .
" Bukannya kamu bilang Reyhan udah bahagia , atau jangan jangan ada yang belum kamu ceritain ke aku ? " tanya Sita penuh selidik .
Arman hanya menghela nafasnya , ia takut jika menceritakan semua akan membuat tunangannya tidak tenang . Sita dan Mika bersahabat bahkan hubungan mereka lebih seperti saudara .
" Reyhan masih mencintai Mika ?!! "
"' Kalau soal mencintai aku tidak begitu tahu , tapi yang jelas Reyhan belum bisa melupakan incess . Aku khawatir jika mereka berdua bertemu akan terjadi masalah . Kamu tahu sendiri kadang Reyhan tidak bisa mengendalikan diri jika itu soal incess "
Giliran Sita yang saat ini menghela nafasnya , terbayang kembali kejadian masa lalu dimana cinta Reyhan malah selalu menyakiti sahabatnya .
" Mika udah ada Mike terus ngapain harus takut "
" Aku bukan khawatir soal incess , tapi Reyhan . Bisa dibikin perkedel itu anak sama mertuanya incess kalau masih kayak dulu ... suka bikin nangis ! "
" Rumit banget kisah cinta Mika .. Ada Reyhan , Kak Satria .... Mike ! Untung kisah kita ngga serumit itu "
" lyalah ... cinta Arman Pradipta hanya buat Sita seorang "
__ADS_1
*
" Ngga usah masak kalau masih capek sayang , biar nanti Abi persen makanan di restoran yang ada dibawah . Kamu mandi aja udah Abi siapin airnya " kata Mike yang melihat Mika rebahan di kasur king size mereka .
Mika tambah mengeratkan pelukannya pada gulingnya , entah kenapa matanya terasa sangat berat .
" Bandel ya disuruh mandi malah tidur "
" Tapi Mika ngantuk "
" Habis mandi nanti kamu bisa tidur sepuasnya , lagian kalau udah bersih bersih kan nanti tambah nyenyak tidurnya "
" Tapi gendong ke kamar mandinya " ucap manja Mika dengan mata masih terpejam .
Mike tersenyum lebar mendengar kata kata istrinya barusan . Dengan semangat penuh ia membopong tubuh mungil istrinya menuju kamar mandi . Mike membawa Mika untuk duduk di wastafel , dengan telaten ia yang membantu menyikat gigi sampai mencuci muka istrinya .
Bagi Mike menjadi kebahagiaan tersendiri jika Mika sedang bermanja padanya .
" Mau di mandiin sekalian ngga ? " katanya jahil , ia tahu Mika pasti tak akan mau .
" He em , tapi mandi doang ! jangan ada iklannya ... Mika lagi capek "
Dengan cekatan Mike membuka satu persatu baju yang menempel ditubuh istrinya . Gerakannya berubah menjadi slow motion ketika akan membuka dua kain penutup terakhir yang masih tersisa . Tubuh molek di depannya adalah candu yang tak akan pernah bisa ia tolak .
" Abi jadi pengen , gimana nih .. " bisik Mike ditelinga Mika yang setengah terpejam .
" Boleh ya sayang ??? lklannya sebentar doang kok , janji ngga bakal lama " .nafasnya mulai tersengal melihat kulit putih bagai porselen yang terpampang di depannya .
Mike langsung menyambar bibir cherry yang sudah seharian ini menyiksanya . Dengan rakus ia melum*tanya dengan penuh kelembutan . Mau tak mau Mika lama lama terbawa dengan. permainan suaminya .
" Ehmmmppptt ... Abiihhhh ... janji ya ngga bakal lama "
Mike tak menjawabnya karena ia terlalu sibuk untuk melucuti semua kain yang tersisa hingga akhirnya tubuh sang istri telah polos sempurna . Dua tangannya sudah bermain pada dua mochi kesayangannya .
" Arrrgghhh ... pelan pelanhhh " Mika melengguh saat tongkat Mike mulai menerobos bagian intinya .
Mika meremat dua bahu Mike karena merasakan sesak dan nikmat di bawah sana bersamaan . Satu tangan Mike merengkuh pinggang Mika yang masih duduk di wastafel sedang satu tangan yang lain bertumpu di kaca wastafel . Dengan liar ia terus menggerakkan pinggulnya untuk mengejar kenikmatan .
Seperti malam malam sebelumnya , sepasang suami istri itu dengan semangat berbagi peluh dan kenikmatan . Mike berharap suatu saat akan ada buah cinta mereka yang tumbuh di perut istrinya . Ia lngin memiliki keluarga kecilnya sendiri kelak .
__ADS_1