
Dan yang diinginkan Reyhan tercapai juga , ia sudah menikah resmi dengan Nita . Kunjungan kedua orang tuanya seminggu yang lalu dimanfaatkan Reyhan untuk mewujudkan keinginannya . Walau sempat ada pro dan kontra tapi tekadnya yang sudah bulat tidak bisa ditolak oleh Munir ataupun Lisa .
Kedua orang tua Nita pun sudah diboyong ke London untuk melangsungkan akad . Pernikahan hanya dilangsungkan sangat sederhana dan disaksikan hanya oleh kedua orang tua dan berapa saudara yang dijadikan saksi . Satria datang bersama Sofiana , tapi setelah pernikahan Fia segera kembali ke Dubay karena perusahaan disana tidak bisa ia tinggal terlalu lama .
Saat ini Reyhan dan Satria sedang duduk di pinggir kolam renang yang berada di atap penthouse apartemen Reyhan yang diberikan Satria sebagai kado pernikahan adik semata wayangnya . Satria sengaja memberikan apartemen yang lebih luas untuk kenyamanan kedua pengantin baru itu .
" Kau benar benar mencintai istrimu ? "
" Belum .. "
" Apa ini ada hubungannya dengan Mika ? "
" Ckk .. Kenapa semua bertanya seperti itu ?! Mika cuma masa laluku Kak ! Aku cuma ingin menjadi lebih bertanggung jawab pada hidupku . Nita sudah tahu kisah hidupku dan dia tidak keberatan jika kami harus belajar saling mencintai setelah menikah "
Satria menghela napas panjang , dia tahu Reyhan masih sangat mencintai Mika . Tapi dia mencoba menghormati keputusan adiknya . Mereka menyesap kopi yang tersisa secara bersamaan . Setelah melanjutkan dengan obrolan ringan Satria kemudian pamit kembali ke apartemennya yang dulu pernah ditinggali oleh Reyhan sebelum menikah . Lisa juga sedang menunggunya disana , sedang Munir sudah berada di salah satu kamar di hotel Satria yang ada di London .
" Setelah ini jangan lagi menahan perasaan kakak hanya demi menjaga perasaanku . Aku sudah dewasa , jangan selalu mengalah padaku ! Bukan hanya kau yang bisa membuat sebuah pengorbanan untuk keluarga , akupun bisa kak ... karena akupun sangat menyayangi dan menghormatimu " batin Reyhan bermonolog .
Malam ini adalah malam pertamanya bersama istrinya . Tapi dia sudah berjanji kepada Nita ia tidak akan memaksa gadis itu untuk
' melayaninya ' ditempat tidur jika gadis itu tidak mau . Dia akan mengambil haknya jika Nita sudah benar benar siap melakukannya .
Reyhan adalah laki laki normal , walaupun ia belum bisa sepenuhnya memberikan hatinya tapi Nita adalah gadis dengan fisik sempurna . Mungkin saja naluri laki lakinya bisa mengalahkan prinsip yang sudah ia berikan . Ketika sampai di depan pintu kamar utama yang ada di lantai dua tangannya urung membuka pintu , berpikir mungkin saat ini istrinya sedang memakai lingerie yang bisa membuat hatinya gundah . Akhirnya ia turun menuju satu kamar di lantai bawah , dia memilih untuk tidur ditempat itu daripada harus tergoda oleh tubuh sang istri .
Setelah beberapa saat berendam dan jemudian membersihkan tubuh Reyhan keluar dari kamar mandi dengan dibalut handuk yang melingkar di pinggangnya . Dia lupa bahwa semua baju gantinya ada di kamar utama . Tidak mungkin juga ia tidur dengan tubuh telanjang semalaman . Akhirnya terpaksa ia mengambil baju ke lantai atas .
__ADS_1
Pintu tidak terkunci dan lampu sudah dipadamkan , mungkin Nita sudah terlelap begitu pikir Reyhan . Perlahan dia berjalan menuju walk in closet untuk mengambil baju ganti .
" Udah aku siapin baju gantinya , aku taruh di sofa yang ada di walk in closet "
Reyhan sedikit kaget karena tiba tiba Nita bersuara , dia berjalan perlahan karena ia mengira istrinya sudah tertidur .
" He em .. makasih "
Ketika keluar dari walk in closet lampu di kamarnya sudah menyala . Dan Nita sudah duduk ditepi ranjang , dan sesuai dugaannya istrinya hanya memakai baju tidur berbahan satin dengan belahan dada rendah . Reyhan yakin Nita tidak memakai under wear lagi karena Reyhan bisa melihat dengan jelas lekuk tubuh sang istri dari balik baju yang sangat tipis itu .
" Mau kubikinkan kopi ? Atau kau butuh sesuatu ? " tanya Nita bangkit dari duduknya dan mendekati suaminya .
Sebelum sempat menjawab pertanyaan tanpa Reyhan duga gadis itu memeluknya dengan kepala yang disandarkan di dadanya .
Reyhan hanya berdiri terpaku , aroma sabun yang menguar dari tubuh Nita sedikit mengganggu konsentrasinya . Apalagi kehangatan dua bukit kembar yang menempel di area perutnya mampu mengaburkan pikiran jernihnya . Tapi ia tidak boleh tergoda !!
" Tadi kupikir kau sudah tidur jadi aku tidak ingin mengganggumu , kau pasti capek karena acara tadi "
Reyhan ingin melepaskan pelukan Nita tapi gadis itu malah semakin erat melingkarkan kedua tangannya pada tubuh suaminya .
" Sekarang sudah menjadi tugasku untuk melayanimu , bukan cuma soal ranjang Rey ! Tapi sudah menjadi tugasku untuk melayanimu jika kau perlu bantuan , aku istrimu sekarang "
Nita mengalungkan kedua tangannya pada leher suaminya dan dengan sedikit berjinjit dia cium pelan pipi Reyhan . Sentuhan lembut bibir Nita mampu menggetarkan sesuatu dalam diri Reyhan .
" Bukankah kita sudah sepakat untuk belajar saling mencintai setelah menikah ? Dan jika dengan saling menyentuh bisa mendekatkan kita , kenapa tidak kita coba Rey ? Kita udah halal "
__ADS_1
Nita menggambar abstrak dengan ujung jarinya didada Reyhan yang berbalut kaos polos berwarna putih . Semakin menurun hingga dia ia menyentuh tali celana satin milik suaminya . Reyhan hanya bisa memejamkan mata ketika tangan nakal.itu semakin menurun dan menyentuh intinya . Reyhan menggeram dan menangkap tangan nakal Nita yang sudah tidak bisa dikondisikan .
Sejak awal Nita bertekad untuk mendapatkan cinta suaminya , ia menyingkirkan rasa malunya dengan berlaku sedikit ' nakal ' pada Reyhan . Lagipula mereka sudah sah di mata hukum dan agama .
" Tapi bagaimana setelah menyentuhmu hatiku tetap belum bisa mencintaimu ? "
" Maka aku tak akan pernah lelah untuk membuatmu bisa mencintaiku "
Reyhan langsung melahap dengan rakus bibir istrinya yang dari tadi sudah mengganggunya . Disesap dan dilumatnya bibir beraroma cherry itu dan Nita mengimbangi ciuman panas suaminya dengan tak kalah panasnya .
Digiringnya tubuh sintal istrinya yang sudah polos menuju ranjang . Dengan perlahan direbahkannya tubuh sintal itu , dan dengan tatapan lapar ia melihat lembah dengan oase warna pink ditengahnya .
Nita menutup kedua kakinya ketika sadar suaminya tengah menatap bagian intinya dengan mata berkabut . Tapi tangan kekar itu dengan lembut kembali merentangkan kedua kakinya hingga pemandangan indah itu bisa kembali ia nikmati .
Nita mendesah tertahan ketika merasakan nikmat dibawah sana , hisapan dan ******* yang ia rasakan dibawah sana membuatnya hilang akal . Kadang badannya melengkung bagai busur ketika sudah tidak mampu menahan gelombang nikmat yang diciptakan suaminya .
" Kau sudah siap sayang ? "
Sungguh panggilan sayang itu menghangatkan hati Nita yang saat ini sudah terbakar gairah . Dia hanya mengangguk pasrah dengan semua kenikmatan yang akan ia terima .
Nita kembali menjerit ketika Reyhan berhasil memasukinya , air matanya mengalir merasakan sakit dan bahagia secara bersamaan .Sakit karena ini adalah pengalaman pertama untuknya dan bahagia karena ia menyerahkan kehormatannya hanya pada suaminya .
Tidak hanya sekali pasangan pengantin baru itu melakukan penyatuan , tanpa sadar sampai dini hari mereka baru menyelesaikan kegiatan panas mereka . Mereka tertidur dengan saling berpelukan dengan tubuh polos . Senyum bahagia dan kepuasan terukir di wajah lelah mereka .
Nita berharap malam ini akan menjadi awal yang baik agar dia dan suaminya bisa belajar saling memahami dan mencintai .
__ADS_1