
Pada dini hari Lisa turun dari kamarnya yang ada di lantai dua untuk mengambil air minum , setelah pernikahan Reyhan dia memutuskan untuk menginap di apartemen Satria karena jaraknya memang tidak terlalu jauh dengan apartemen baru Reyhan .
Dilihatnya lampu ruang tamu masih menyala , perlahan dia melihat keadaan ruang itu takut sesuatu yang tidak diinginkan terjadi . Tapi yang dilihatnya adalah Satria yang sedang duduk di sofa dengan mata terpejam . Segelas kopi tersaji di depannya . Raut lelah jelas sekali terukir di wajah putra sulungnya itu .
Demi untuk bisa menghadiri pernikahan adiknya Satria berusaha menyelesaikan semua masalah di perusahaan barunya . Lisa tahu saat ini putranya sedang merasa bersalah karena mencintai gadis yang sama dengan adiknya hingga Reyhan memutuskan untuk menikah dengan gadis yang belum dicintainya .
Lisa mengelus lembut bahu putra sulungnya , dan Satria membuka matanya ketika merasakan sentuhan itu .
" Mama ... "
" Apa Mama mengganggu istirahatmu ? "
" Tentu saja tidak Ma , ada yang ingin Mama bicarakan pada Satria ?! "
Lisa hanya tersenyum , putra sulungnya memang selalu tahu isi pikirannya . Sejak kecelakaan Munir dulu Satria menjadi anak yang berpribadi dewasa . Lebih tepatnya mungkin ia dipaksa menjadi dewasa , putranya sudah masuk ke perusahaan saat usianya masih enam tahun dengan didampingi orang orang kepercayaan suaminya .
Dengan otaknya yang cerdas Satria dengan mudah menyerap semua hal yang diajarkan padanya . Lisa masih ingat Satria sangat menjaga Reyhan ketika masih bayi . Satria sudah bisa mengurus bayi Reyhan walau dia masih anak anak .
" Ada yang mengganjal hatimu tentang pernikahan Reyhan ? "
Satria menghembuskan nafasnya dalam dalam , ia tahu cepat atau lambat mama ataupun papanya akan menanyakan hal ini .
" Satria cuma berpikir Reyhan terlalu cepat memutuskan untuk menikah Ma , jika dia ingin melupakan Mika tidak seperti ini caranya "
" Adikmu sudah cukup besar untuk bisa memutuskan semua tentang hidupnya . Mama lihat Nita cukup kuat untuk menghadapi anak keras kepala itu . Nita punya karakter kuat untuk bisa mendampingi Reyhan "
Lisa kembali mengelus bahu putra sulungnya dengan lembut . Lisa tahu jika untuk kebahagiaan Reyhan putra sulung akan melakukan apa saja . Dia juga tidak menyangka kedua putranya akan mencintai gadis yang sama .
" Andai Satria tidak mencintainya .. mungkin Reyhan masih akan mengejarnya . Jika Satria bisa mengatur rasa yang ada di hati mungkin kami tidak akan mengalami hal seperti ini "
" Husshhh !! Reyhan memang tidak berjodoh dengan Mika , cuma itu .. jadi jangan menyalahkan dirimu sendiri untuk semua hal . Kau kakak terbaik bagi Reyhan dan kau juga putra terbaik keluarga Wiranata ! Mama bangga padamu "
" Terimakasih , dan Mama adalah mama paling baik yang ada di dunia "
Mereka berdua tertawa bersama , kadang hidup memang berjalan tidak seperti yang kita harapkan . Tapi yang terbaik bukan berarti yang terindah buat kita . Menjalani dengan ikhlas akan menjadikan semua menjadi lebih mudah .
#
__ADS_1
Nita membuka matanya karena terganggu dengan cahaya matahari yang masuk melalui celah celah korden yang tidak tertutup sempurna . Hatinya mencelos ketika dia sudah tidak mendapati Reyhan disampingnya . Dia berpikir mungkin suaminya itu sengaja menghindarinya . Mungkin mereka akan menjadi canggung setelah kejadian semalam .
Setelah membersihkan diri Nita berniat turun untuk memasak sesuatu , perutnya terasa sangat lapar dan tenaganya seperti terkuras habis setelah Reyhan tanpa ampun
' menghajarnya ' semalam . Laki laki itu seperti tak pernah lelah memberinya kenikmatan . Bagian intinya masih terasa perih saat ini hingga dia hanya berjalan dengan perlahan .
" Lho udah bangun sayang , mau kemana ? "
Tiba tiba Reyhan sudah berada di depan pintu ketika Nita juga akan membuka pintu kamar mereka . Ditangannya Reyhan membawa nampan berisi sepiring scramble egg , roti bakar isi coklat dan segelas susu hangat .
" Mau ke dapur .. laper " jawabnya dengan pipi merona mendengar Reyhan menyebutnya dengan kata sayang . Semalam berkali kali Reyhan memanggilnya dengan kata keramat itu tapi entah kenapa Nita masih berbunga bunga ketika mendengarnya .
" lni udah aku bikinin sarapan .. eh makan siang ini udah jam 11 ! Maaf ya udah bikin kamu kecapean "
Reyhan menggiring Nita duduk di sofa yang ada disamping tempat tidurnya .
" lni kamu sendiri yang masak ?! "
" lya sayang , maid yang ditugaskan bantu bantu kamu aku liburkan selama tiga hari . Kamu mau makan telur atau roti duluan ? "
" Roti aja deh , kamu udah makan ? "
" Berarti besok kamu mulai sibuk kuliah sama pimpin perusahaan dong , kirain bisa berduaan sedikit lama sama kamu "
" Kalau berduaan sih seumur hidup kita akan selalu berdua . Eh saat ini sih berdua tapi nanti pasti akan bertiga , berempat atau malah berlima "
" Kamu mau poligami ? " sengit Nita menatap tajam suaminya .
" Mana ada gituan , yang ada mama bisa bisa bawain aku parang kalau aku nyakitin kamu . Kamu denger sendiri kan kemarin ancaman mama ? Kalau aku berani sia siakan kamu maka dia akan menggantungku di London Eyes "
" Terus bertiga berempat berlima tadi apa ? "
" Ya kalau kita punya anak kan jadi tambah juga keluarga kita , gimana sih "
Blusshh .. mendengar kata anak Nita menjadi tersipu . Tadi malam ketika akan melakukan penyatuan untuk pertama kalinya dia menyodorkan ' pengaman ' untuk Reyhan tapi membuang benda itu kemudian berkali kali memasukinya tanpa menggunakan barang itu .
" Ngegemesin banget dih nyonya Reyhan kalau lagi malu malu mau gini . lnget yang semalam pasti ya ! "
__ADS_1
" lhhhh .. engga enak aja "
" Makan yang banyak biar nanti kamu punya stok tenaga sepanjang hari ini " kata Reyhan penuh arti .
Karena perut yang sudah sangat lapar Nita dengan cepat menghabiskan makanannya tanpa memikirkan kata kata Reyhan tadi . Setelah makan ia berpikir untuk melanjutkan tidurnya karena badannya terasa masih sangat lelah . Nita membereskan alat makannya berniat membawanya ke dapur dsn mencucinya . Suaminya sudah berbaik hati membuat sarapan maka sudah tugasnya untuk mencuci dan membereskannya .
" Mau kemana ? "
" Cuci piring , masa iya mau dibiarin disini "
" Memang bisa jalan ?! Udah engga sakit lagi itunya ? "
" Udah baikan , lain kali yang wajar wajar aja ! Masa sampai pagi on fire aja ... sakit tau !!! "
Reyhan hanya terkekeh mendengar keluhan istrinya . Dia mengikuti langkah istrinya yang masih tertatih menuju ke dapur . Tak tega melihatnya Reyhan dengan cepat menggendong sang istri ala bridal style hingga Nita menjerit karena kaget . Reyhan menurunkan sang istri tepat di depan kitchen sink .
" Makasih hon ..." ucap Nita dengan berjinjit dan mencium pipi suaminya . Tak menyangka Reyhan akan begitu memberinya perhatian . Dari membuatkannya makanan sampai tadi menggendongnya karena melihat jalannya yang masih tertatih .
" Hon ?? "
" Honey , ehmmm ... aneh ya kalau aku panggil begitu . Ya udah aku panggil nama kamu aja " cicit Nita . Tangannya sudah cekatan mencuci peralatan makan dan peralatan masak yang tadi dipakai Reyhan .
Reyhan memeluk Nita dari belakang , tangannya sudah bergerilya membelai perut sang istri yang hanya mengenakan kaos over size tanpa menggunakan penutup di dua aset atasnya . Nita berjingkat geli merasakan belaian itu tapi tak bisa menghindar karena tangannya masih memegang piring kotor .
" Reyyyy .. awas !! Aaaaarrrgghhh ... " Nita melengguh kala tangan Reyhan meremas lembut dua asetnya sekaligus memainkan dua pucuknya dengan gemas .
" Panggil kaya tadi "
" Honey ... stoooppphhh .. udahhhh hon "
" Siapa suruh tadi cium cium pipi . Yang dibawah jadi on fire lagi jadinya "
" ltu sih kamu ya aja yang mesumnya kelewatan aaarrgghhh ... sshhhhhh "
Nita tak bisa menyembunyikan lagi suara suara indahnya . Dengan tak tahu malunya Reyhan menggesek nggesekkan intinya yang sudah mengeras di bongkahan belakang istrinya setelah dengan tak sabar tadi merobek satu satunya kain pelindung yang masih menempel di tubuh istrinya .
" Sekali.lagi ya sayang .. " suara serak Reyhan terdengar meminta ijin sang istri untuk melakukan penyatuan kembali . la menyingkap kaos oversize bagian belakang istrinya hingga terpampang dua bongkahan sintal yang membuat nafasnya tercekat .
__ADS_1
Nita hanya mengangguk pasrah dengan dua tangannya mencengkeram erat pinggiran kitchen sink karena di belakangnya Reyhan sudah mengarahkan intinya ke lembah miliknya . Dan mereka kembali mereguk indahnya surga dunia . Reyhan sangat puas karena Nita selalu bisa mengimbangi permainannya . Dan Nita akan selalu berusaha membuat suaminya bahagia agar Reyhan bisa memberikan hatinya seutuhnya hanya untuknya .