
" Menikahlah denganku .... Senja Langit Rinjani "
DEGGGHH .....
Senja mundur beberapa langkah hingga punggungnya terhenti oleh kokohnya dinding kaca ruangan itu . Baginya pernikahan bukan suatu hal yang main main , tapi laki laki di depannya bahkan ingin menikahinya walaupun mereka belum saling mengenal .
" Menikah ? "
" Ya ... menikah , kau keberatan ? "
" Abang waras kan !? Kita baru sekali ketemu , ngomong aja baru sekali ... disini " Senja memberanikan dirinya untuk membalas tatapan laki laki di depannya . Selama dia merasa benar ia tak akan pernah takut pada siapa pun .
" Dengerin ya Bang .. Senja memang berhutang budi karena Abang sudah kasih kerjaan ini . Senja mau kasih apapun ... tapi bukan dengan menikah . Posisi Abang udah bagus di bagian keuangan , muka abang juga ganteng banget ... Abang bisa cari yang sepadan di luar sana "
" Tapi aku mau kamu ! "
" Ya Tuhan ... kenapa harus aku sih ? Senja masih punya satu tanggung jawab ... "
Sebelum menyelesaikan kalimatnya laki laki di depannya sudah terlebih dahulu memotongnya .
" Biarkan aku yang menanggungnya , kau dan adikmu akan sepenuhnya menjadi tanggung jawabku "
" Adik !? Tau darimana aku punya adik? "
" Aku tau semua tentang calon istriku " jawab Satria datar .
Senja melunak menghadapi laki laki keras kepala itu , mungkin jika ia melunak kepala laki laki itu baru bisa berpikir . Dia menghela nafas agar punya stok kesabaran lebih untuk menghadapi si keras kepala itu .
Tapi sebelum ia mengeluarkan suaranya beberapa staf terlihat memasuki ruangan itu , dan Senja baru tersadar jika ia masih punya banyak pekerjaan . Hatinya terus saja menggerutu , gara gara laki laki keras kepala itu dia harus keteteran menyelesaikan pekerjaannya .
Sorenya Senja sudah bersiap untuk pulang , dan ia melihat Pak Setro berlari menghampirinya .
" Non Senja ... eh Mba Senjaaa "
" Eh Pak Setro , ada apa pak !? "
" Itu den Satria mau ketemu katanya , pengen ngomong kayanya "
Senja memijit pelipisnya , selain keras kepala laki laki yang ternyata baru ia sadari bernama Satria itu juga pantang menyerah .
" Bilang sama dia Pak , Senja sibuk ! Ngga punya waktu ! Udah dulu ya pak , Senja lagi buru buru nih "
Pak Setro hanya manggut manggut , baru sekali ini ia melihat gadis yang tidak terpesona dengan tuannya . Karena sejauh yang ia tahu Satrialah yang sering dikejar oleh kaum hawa bukan sebaliknya .
Tiba tiba ponsel jadulnya bergetar di sakunya . Dan dia segera mengangkat panggilan itu .
__ADS_1
" Ya halo Den ? "
" Dia menolak ? "
" Ehmmm ... itu Den .. anu .."
" Ya sudah , tidak apa apa . Pak Setro lanjutin kerja bapak saja . O iya nanti Satria pinjam motornya lagi , Pak Setro bawa mobil Satria ke mansion "
" Ya Den "
Pak Setro menggaruk tengkuknya saat telepon itu sudah terputus . Tadi dia sempat mengira Satria akan marah , tapi nyatanya tidak . Tuannya itu memang punya watak yang tak terduga .
Orang kaya memang aneh , udah enak punya mobil bagus masih juga mau naik motor jadulnya . Pak Setro berdoa semoga motornya baik baik saja ketika di pakai oleh tuannya , tidak ngambek seperti biasa kalau kurang belaian 😆.
Sorenya tiba di rumah Senja menyiapkan semua yang akan dijualnya nanti malam . Warung sederhana yang ada di depan rumah juga sudah dia bersihkan tadi . Walaupun lelah tapi dia tetap semangat menjalani semua .
Warungnya mulai banyak pembeli ketika malam sudah tiba . Kebanyakan pembelinya adalah pemuda pemudi yang tinggal di rumah kos di sekitarnya . Mereka menyukai Senja karena wanita itu ramah kepada siapa saja .
" Kak kopi satu ... bonus seribu senyuman ya "
" Siaapp "
Belum selesai menyeduh kopi ada lagi yang sudah berteriak memesan .
" Kak nasi rames tambah teh anget tapi jangan kemanisan ... soalnya senyum Kak Senja udah manis banget "
Suasana memang seramai itu setiap hari , mungkin karena mereka adalah kaum muda hingga ada saja kelakuan kelakuan ajaib mereka .
Ketika sedang menyiapkan nasi pesanan pembeli , Senja merasa suasana menjadi hening . Kadang terdengar suara kasak kusuk dari mereka di luar .
" Ini tadi siapa yang persen nasi rames sama teh '" tanya Senja karena tadi ia hanya mendengar suara tapi tidak melihat sang pemesan .
" Aku kak sini " seorang pemuda melangkah mendekatinya dan kembali duduk di tikar yang sudah digelar di depan warung .
Konsep warungnya memang lesehan karena keterbatasan tempat jika memakai kursi .
" Kopi tanpa gula satu ... "
Senja sedikit terkejut mendengar suara itu . Satria sudah duduk bersama para pemuda kos kosan di depan warungnya . Tak sedikit pun Senja beranjak dari tempatnya
" Kenapa ? Tidak ada larangan aku kesini kan !? "
Dengan berdecak kesal Senja terpaksa membuat apa yang di pesan oleh Satria . Kopi tanpa gula ? Apa rasanya jika minum kopi tanpa gula ? Baru kali ini dia dapat pesanan seaneh ini . Tapi tidak apa apa setidaknya bisa menghemat stok gula di warungnya , begitu pikir Senja .
" Hai kak , penghuni baru kos ya kayaknya baru lihat deh ? Yang disebelah mana rumah kosnya ? " tanya seorang pengunjung perempuan yang sepertinya masih sekolah .
__ADS_1
Satria hanya menanggapinya dengan tersenyum dia lebih memilih mengobrol dengan para pengunjung laki laki .
" Kakak teman Kak Senja ya ? " seorang pemuda bertanya lagi . Sepertinya sosok Satria sangat membuat mereka penasaran .
" Calon suami "
" Hahh !!! "
" Beneran Kak !? "
" Tanya saja dia " Satria mengarahkan wajahnya pada Senja yang baru saja datang membawa kopi pesanannya .
" Tanya apa ??!! " sewot Senja dengan menatap sebal laki laki tampan di depannya .
" Nggg ... ngga jadi tanya deh , nanti aku ngga bisa ngutang disini lagi kalau Kak Senja marah "
Senja sengaja duduk di depan Satria yang ingin meminum kopinya .
" Kenapa masih disitu !? " tanya Satria yang melihat Senja yang fokus melihat kopinya .
" Suka suka aku , ini rumah aku ! Buruan minum "
Senja sampai mengerutkan dahinya ketika dengan tenangnya Satria menyeruput kopi tanpa gula yang dia buat tadi .
" Enak ? "
Satria hanya menjawabnya dengan tatapan heran dengan mengangkat cangkir kopi yang barusan ia minum .
" Iya kopinya enak ? Memang ngga pait ?! "
" Terlalu manis malah . Karena sambil liat kamu minumnya "
WWUUHHUUUU .... CUIT CUIIITTT
Seketika ramai para pengunjung mendengar gombalan Satria . Jika orang lain yang mengucapkan mungkin terasa garing . Tapi ketika Satria yang mengucapkan semuanya langsung menjadi heboh .
" Kirain ngga bisa ngegombal Kak ha ... ha !! "
Satria tersenyum ketika melihat Senja yang pergi meninggalkan tempat itu dengan berbagai gumaman kekesalannya .
Tapi tanpa diketahui semuanya , Senja sedang bersandar di balik pintu dengan memegangi dadanya . Pipinya juga sudah bersemu merah , dia tak menyangka gombalan receh seperti itu bisa melambungkan hatinya .
Tidak ! la tidak boleh terlena dengan godaan dari kanebo kering itu . Tujuan utama hidupnya sekarang adalah kesuksesan adiknya . Dia harus bisa mengangkat Banyu Segara menjadi orang sukses sesuai permintaan terakhir ibunya .
Bohong jika ia tidak suka dengan seorang Satria . Tampan , mapan dan baik walau kadang bersikap sangat menyebalkan . Tapi untuk menikah baginya terlalu cepat . Belum ada cinta di antara mereka . Satria juga belum mengenal latar belakang keluarganya begitu juga sebaliknya .
__ADS_1
Menikah bukanlah hal yang main main , Senja hanya ingin menikah sekali seumur hidupnya . Dan ia yakin bukan Satria orang yang kelak menjadi jodohnya !