Belong To Me

Belong To Me
133 . Senja Langit Rinjani


__ADS_3

" Menikahlah denganku .... Senja Langit Rinjani "


DEGGGHH .....


Senja mundur beberapa langkah hingga punggungnya terhenti oleh kokohnya dinding kaca ruangan itu . Baginya pernikahan bukan suatu hal yang main main , tapi laki laki di depannya bahkan ingin menikahinya walaupun mereka belum saling mengenal .


" Menikah ? "


" Ya ... menikah , kau keberatan ? "


" Abang waras kan !? Kita baru sekali ketemu , ngomong aja baru sekali ... disini " Senja memberanikan dirinya untuk membalas tatapan laki laki di depannya . Selama dia merasa benar ia tak akan pernah takut pada siapa pun .


" Dengerin ya Bang .. Senja memang berhutang budi karena Abang sudah kasih kerjaan ini . Senja mau kasih apapun ... tapi bukan dengan menikah . Posisi Abang udah bagus di bagian keuangan , muka abang juga ganteng banget ... Abang bisa cari yang sepadan di luar sana "


" Tapi aku mau kamu ! "


" Ya Tuhan ... kenapa harus aku sih ? Senja masih punya satu tanggung jawab ... "


Sebelum menyelesaikan kalimatnya laki laki di depannya sudah terlebih dahulu memotongnya .


" Biarkan aku yang menanggungnya , kau dan adikmu akan sepenuhnya menjadi tanggung jawabku "


" Adik !? Tau darimana aku punya adik? "


" Aku tau semua tentang calon istriku " jawab Satria datar .


Senja melunak menghadapi laki laki keras kepala itu , mungkin jika ia melunak kepala laki laki itu baru bisa berpikir . Dia menghela nafas agar punya stok kesabaran lebih untuk menghadapi si keras kepala itu .


Tapi sebelum ia mengeluarkan suaranya beberapa staf terlihat memasuki ruangan itu , dan Senja baru tersadar jika ia masih punya banyak pekerjaan . Hatinya terus saja menggerutu , gara gara laki laki keras kepala itu dia harus keteteran menyelesaikan pekerjaannya .


Sorenya Senja sudah bersiap untuk pulang , dan ia melihat Pak Setro berlari menghampirinya .


" Non Senja ... eh Mba Senjaaa "


" Eh Pak Setro , ada apa pak !? "


" Itu den Satria mau ketemu katanya , pengen ngomong kayanya "


Senja memijit pelipisnya , selain keras kepala laki laki yang ternyata baru ia sadari bernama Satria itu juga pantang menyerah .


" Bilang sama dia Pak , Senja sibuk ! Ngga punya waktu ! Udah dulu ya pak , Senja lagi buru buru nih "


Pak Setro hanya manggut manggut , baru sekali ini ia melihat gadis yang tidak terpesona dengan tuannya . Karena sejauh yang ia tahu Satrialah yang sering dikejar oleh kaum hawa bukan sebaliknya .


Tiba tiba ponsel jadulnya bergetar di sakunya . Dan dia segera mengangkat panggilan itu .

__ADS_1


" Ya halo Den ? "


" Dia menolak ? "


" Ehmmm ... itu Den .. anu .."


" Ya sudah , tidak apa apa . Pak Setro lanjutin kerja bapak saja . O iya nanti Satria pinjam motornya lagi , Pak Setro bawa mobil Satria ke mansion "


" Ya Den "


Pak Setro menggaruk tengkuknya saat telepon itu sudah terputus . Tadi dia sempat mengira Satria akan marah , tapi nyatanya tidak . Tuannya itu memang punya watak yang tak terduga .


Orang kaya memang aneh , udah enak punya mobil bagus masih juga mau naik motor jadulnya . Pak Setro berdoa semoga motornya baik baik saja ketika di pakai oleh tuannya , tidak ngambek seperti biasa kalau kurang belaian 😆.


Sorenya tiba di rumah Senja menyiapkan semua yang akan dijualnya nanti malam . Warung sederhana yang ada di depan rumah juga sudah dia bersihkan tadi . Walaupun lelah tapi dia tetap semangat menjalani semua .


Warungnya mulai banyak pembeli ketika malam sudah tiba . Kebanyakan pembelinya adalah pemuda pemudi yang tinggal di rumah kos di sekitarnya . Mereka menyukai Senja karena wanita itu ramah kepada siapa saja .


" Kak kopi satu ... bonus seribu senyuman ya "


" Siaapp "


Belum selesai menyeduh kopi ada lagi yang sudah berteriak memesan .


" Kak nasi rames tambah teh anget tapi jangan kemanisan ... soalnya senyum Kak Senja udah manis banget "


Suasana memang seramai itu setiap hari , mungkin karena mereka adalah kaum muda hingga ada saja kelakuan kelakuan ajaib mereka .


Ketika sedang menyiapkan nasi pesanan pembeli , Senja merasa suasana menjadi hening . Kadang terdengar suara kasak kusuk dari mereka di luar .


" Ini tadi siapa yang persen nasi rames sama teh '" tanya Senja karena tadi ia hanya mendengar suara tapi tidak melihat sang pemesan .


" Aku kak sini " seorang pemuda melangkah mendekatinya dan kembali duduk di tikar yang sudah digelar di depan warung .


Konsep warungnya memang lesehan karena keterbatasan tempat jika memakai kursi .


" Kopi tanpa gula satu ... "


Senja sedikit terkejut mendengar suara itu . Satria sudah duduk bersama para pemuda kos kosan di depan warungnya . Tak sedikit pun Senja beranjak dari tempatnya


" Kenapa ? Tidak ada larangan aku kesini kan !? "


Dengan berdecak kesal Senja terpaksa membuat apa yang di pesan oleh Satria . Kopi tanpa gula ? Apa rasanya jika minum kopi tanpa gula ? Baru kali ini dia dapat pesanan seaneh ini . Tapi tidak apa apa setidaknya bisa menghemat stok gula di warungnya , begitu pikir Senja .


" Hai kak , penghuni baru kos ya kayaknya baru lihat deh ? Yang disebelah mana rumah kosnya ? " tanya seorang pengunjung perempuan yang sepertinya masih sekolah .

__ADS_1


Satria hanya menanggapinya dengan tersenyum dia lebih memilih mengobrol dengan para pengunjung laki laki .


" Kakak teman Kak Senja ya ? " seorang pemuda bertanya lagi . Sepertinya sosok Satria sangat membuat mereka penasaran .


" Calon suami "


" Hahh !!! "


" Beneran Kak !? "


" Tanya saja dia " Satria mengarahkan wajahnya pada Senja yang baru saja datang membawa kopi pesanannya .


" Tanya apa ??!! " sewot Senja dengan menatap sebal laki laki tampan di depannya .


" Nggg ... ngga jadi tanya deh , nanti aku ngga bisa ngutang disini lagi kalau Kak Senja marah "


Senja sengaja duduk di depan Satria yang ingin meminum kopinya .


" Kenapa masih disitu !? " tanya Satria yang melihat Senja yang fokus melihat kopinya .


" Suka suka aku , ini rumah aku ! Buruan minum "


Senja sampai mengerutkan dahinya ketika dengan tenangnya Satria menyeruput kopi tanpa gula yang dia buat tadi .


" Enak ? "


Satria hanya menjawabnya dengan tatapan heran dengan mengangkat cangkir kopi yang barusan ia minum .


" Iya kopinya enak ? Memang ngga pait ?! "


" Terlalu manis malah . Karena sambil liat kamu minumnya "


WWUUHHUUUU .... CUIT CUIIITTT


Seketika ramai para pengunjung mendengar gombalan Satria . Jika orang lain yang mengucapkan mungkin terasa garing . Tapi ketika Satria yang mengucapkan semuanya langsung menjadi heboh .


" Kirain ngga bisa ngegombal Kak ha ... ha !! "


Satria tersenyum ketika melihat Senja yang pergi meninggalkan tempat itu dengan berbagai gumaman kekesalannya .


Tapi tanpa diketahui semuanya , Senja sedang bersandar di balik pintu dengan memegangi dadanya . Pipinya juga sudah bersemu merah , dia tak menyangka gombalan receh seperti itu bisa melambungkan hatinya .


Tidak ! la tidak boleh terlena dengan godaan dari kanebo kering itu . Tujuan utama hidupnya sekarang adalah kesuksesan adiknya . Dia harus bisa mengangkat Banyu Segara menjadi orang sukses sesuai permintaan terakhir ibunya .


Bohong jika ia tidak suka dengan seorang Satria . Tampan , mapan dan baik walau kadang bersikap sangat menyebalkan . Tapi untuk menikah baginya terlalu cepat . Belum ada cinta di antara mereka . Satria juga belum mengenal latar belakang keluarganya begitu juga sebaliknya .

__ADS_1


Menikah bukanlah hal yang main main , Senja hanya ingin menikah sekali seumur hidupnya . Dan ia yakin bukan Satria orang yang kelak menjadi jodohnya !


__ADS_2