
Setelah melalui Minggu yang berat karena adanya ujian kelulusan , para murid setidaknya sudah bisa bernafas dengan lega .
Kini tinggal mereka memikirkan kelanjutan pendidikan mereka .
" Pulang sekolah langsung ke kafe ya yank ! Mama udah tungguin disana . Dari Minggu kemaren pengen ketemu , kasihan "
" He em "
Telinga Mika lumayan akrab dengan panggilan sayang yang disematkan Reyhan padanya . Kenyataannya panggilan itu sepertinya malah membuat mereka semakin menjadi dekat .
" lncess kak Arman ikut ya " goda Arman yang duduk bersama tiga setan lainnya . Sebenarnya Arman tak mengira progess hubungan mereka akan menjadi secepat ini . Ya walaupun mereka belum menunjukkan kemesraan di depannya , tapi sangat terlihat baik Reyhan ataupun Mika mempunyai rasa saling menjaga dan memiliki .
" Coba aja berani ikutin kita , gue patahin kaki loe sumpah "
" lyeeee ... kalau udah cinta mah dunia milik berdua , kita kita dikira ngontrak kali ya " kata Rendy sambil terkekeh .
Pulang sekolah mereka segera menuju kafenya Reyhan karena Lisa sudah ada di sana . Sebelumnya Reyhan sudah menelpon Hadinata untuk meminta ijin ingin makan siang bersama Mika dan mamanya , dan tentu saja langsung di ijinkan .
Lisa langsung memeluk Mika ketika mengetahui gadis itu sudah tiba di kafe .
" Sayaaaannnggg ... Mama kangen banget sama Mika " Lisa mencubit kecil pipi chuby Mika .
" Mama ? " cicit Mika
" Mulai sekarang biasakan panggil Mama ya sayang , Mika udah Mama anggep seperti putri mama sendiri "
Sedang Rey hanya mendengus karena sesuai perkiraannya , jika kedua wanita yang ia cintai itu bertemu pasti ia akan dilupakan . Reyhan memutuskan untuk ke ruang kantornya sebentar untuk sekedar memeriksa pembukuan hari ini . Dia ingin memberikan waktu pada mereka untuk bicara .
" Mika ingin melanjutkan kemana setelah ini ? " tanya Lisa pada Mika setelah mereka duduk .
" Pengennya sih ambil desain interior Tan .. eh mam "
" Mau kuliah disini apa mau diluar ? "
" Disini aja deh ma , Mika ngga bisa jauh jauh dari ayah sama ibu . Lagian di luar negeri kan mahal "
__ADS_1
" Kalau kamu mau Mama dam Papa Munir bisa urusin soal itu , kamu tinggal berangkat aja . Gimana ? "
" Makasih Ma , tapi Mika kuliah disini aja "
Pembicaraan dua perempuan beda generasi itu terjeda karena pelayan membawa minuman dingin untuk mereka .
" Reyhan akan kuliah di London , seperti Satria dia akan mengambil kelas bisnis . Sudah dari jauh jauh hari Papa Munir sudah menyiapkan semuanya . Tapi sepertinya sekarang akan menjadi berat , pasti anak itu tidak mau jauh jauh darimu "
Mika meminum es lemon yang ada di depannya . Entah kenapa mendengar Reyhan akan pergi membuat hatinya sedikit sakit . Tapi dia tidak boleh egois , jalan mereka memang masih sangat panjang . Banyak hal yang harus mereka raih kedepannya .
" Reyhan belum bilang sama kamu kalau dia akan kuliah di luar negeri ? "
Mika menggelengkan kepalanya , tapi kemudian dia tersenyum .
" ltu kan udah jadi keputusan Reyhan bahkan jauh sebelum kenal Mika Ma "
" Keputusan apa ? " Reyhan tiba tiba datang di tengah tengah mereka , dia menenggak jus lemon Mika hingga hampir habis . Dan perbuatannya sukses mendapat dua cubitan dari dua wanita didepannya sekaligus .
" Awwww ... kompak bener sih nyubitnya sshhhh " Reyhan berdesis saking sakitnya .
" Mama tadi bilang sama Mika kalau kamu akan kuliah di London , Mama juga nawarin Mika untuk kuliah bareng kamu tapi katanya dia ingin kuliah di sini saja . Tak ingin jauh dari ayah sama ibu "
Kenapa mereka malah membahas soal ini , Reyhan saja sudah lupa jika dirinya memang sudah dipersiapkan jauh jauh hari oleh papanya untuk kuliah di London . Di universitas yang sama tempat Satria juga menimba ilmu . Reyhan menatap wajah gadis pujaannya yang masih sibuk bercengkrama dengan sang mama .
" Rey pesenin makan gih , Mama sama Mika laper nih ! Gimana sih ada ceweknya disini kok ngga dijamu . Katanya yang punya kafe ... tapi kita dibiarin kelaperan gini "
" Ckk ... biasanya Mama juga langsung pesan ngapain nunggu Reyhan yang pesenin "
" Beda Bambang , ini ada cewe cantik lho . Ngga liat nih disamping Mama ada mantu Mama "
" Mama lebay , ha .. ha " Mika tertawa ketika Lisa menyebutnya sebagai mantu . Boro boro menjadi mantu , Reyhan memanggilnya sayang aja karena iseng dan jahil padanya . Dan mereka sering berantem ketimbang akurnya persis seperti Tom dan Jerry di film film kartun itu .
Setelah makan bersama akhirnya Lisa pamit karena ingin pergi ke salah satu butiknya . Lisa sempat mengajak Mika ikut dengannya tapi tentu saja mendapat tolakan keras dari Reyhan . Dia masih ingin menghabiskan waktu berdua dengan gadisnya .
" Yank , ikut ke kantor bentar yuk tadi aku belum selesai bikin laporan harian . Ntar kalau disini sendirian takut digrumut semut , manis sih kamu "
__ADS_1
" Ckk gombal !! " ujar Mika berjalan mengikuti Reyhan menuju ruang kantornya .
Reyhan tetap membiarkan pintu kantornya terbuka karena tidak ingin terjadi fitnah antara mereka berdua . Dia segera menuju meja kerjanya dan menyelesaikan laporan yang harus ia selesaikan . Dia dan Arman memang sengaja memegang tanggung jawab pembukuan kafenya , itung itung belajar jadi pengusaha kalau kata Arman .
Melihat Reyhan disibukkan dengan laptopnya , Mika berjalan menuju sebuah rak buku yang berada disamping meja kerja Arman . Rak buku itu memang cukup tinggi dan dipenuhi berbagai macam jenis buku . Mulai dari resep makanan sampai buku buku panduan bisnis .
Mika terus saja memilih milih buku berharap ada novel atau karya sastra yang bisa ia baca untuk menemaninya duduk di sofa . Disudut atas rak terlihat olehnya sebuah buku dengan warna sampul yang menarik . Segera ia ingin meraihnya , entah dia yang terlalu pendek ataukah raknya yang terlalu tinggi , ternyata dia tidak bisa menjangkau keberadaan buku itu .
Tapi ia tak habis akal , ia berjinjit dengan berpegangan pada pinggiran rak . Ketika sudah bisa menjangkaunya buku itu malah lepas dan terlihat akan menimpanya . Mika memejamkan matanya , ia yakin pasti kepalanya sebentar lagi benjol karena buku itu cukup tebal .
Beberapa saat memejamkan mata buku itu tak kunjung jatuh akhirnya ia membuka matanya . Dilihatnya sebuah tangan sedang meraih buku itu . Reyhan tepat berada dibelakangnya , tubuh tinggi kekar itu sedang mengungkungnya hingga tubuhnya menabrak rak buku .
" Ceroboh ... " Mata singa itu seakan sedang mengulitinya , Mika tertunduk tidak mampu membalas tatapan itu .
" Maaf " cicitnya , ia mengira Reyhan marah karena hampir saja dia merusak buku bukunya .
" Lain kali kalau ingin sesuatu tinggal bilang , kalau tadi beneran bukunya nimpa kamu gimana ? "
" Paling juga benjol " jawab Mika dengan mulut mengerucut , ia sebal karena merasa sedang dimarahi seperti anak kecil .
Reyhan gemas dengan muka Mika yang terlihat sedang merajuk , ia tersenyum dan semakin mengungkung tubuh mungil itu . Tangannya mengangkat dagu gadis yang tertunduk itu ke atas .
" Kalau ngomong lihat sini , jangan nunduk
gitu "
Mika mencoba membalas tatapan setajam elang itu tapi tetap ia tidak sanggup . Hatinya berdetak kencang ketika mata singa itu masih mengintimidasinya . Apalagi tubuh kekar itu semakin mengungkungnya .
" Lihat sini sayang " Reyhan melembutkan suaranya , ia tahu benar gadisnya masih merajuk . Mika akhirnya memberanikan diri membalas tatapan itu . Tatapan itu masih setajam elang tapi Mika bisa merasakan kehangatan dalam tatapan itu .
Perlahan ia tenggelam dalam kehangatan itu , ia merasakan mata itu semakin lama semakin dekat dengannya hingga ia memejamkan mata dan merasakan nafas hangat menyapu wajahnya . Hingga tiba tiba ia merasakan bibirnya dibungkam oleh benda kenyal beraroma mint .
Mika terpaku kaku ketika menyadari Reyhan sedang menciumnya . Ciuman itu memang hanya sekilas tapi bisa mematikan seluruh syaraf tubuhnya .
Begitupun Reyhan ia sebenarnya tak rela melepaskan bibir manis yang akan menjadi candunya itu , tapi ia tak ingin gadisnya ketakutan . Jika ia nekad untuk lebih lama lagi mungkin ia tak bisa mengendalikan dirinya lagi . Bibir itu sungguh terasa sangat manis .
__ADS_1
" Qayreen Mikhayla , aku mencintaimu ! Selamanya kau hanya milikku . You're belong to me sayang "
" Rey ... "