
" Vivi yang nabrak , gue ngga ikut ikut . Please Rey gue sayang banget sama loe . Gue emang cemburu sama Mika tapi gue ngga sejahat itu sampe nabrak dia Rey . Loe percaya kan sama gue "
" Brengsek loe Laura !! Bukannya kita udah ngrencanain nabrak dia jauh jauh hari . Malah loe yang bilang gue harus tabrak dia sampe mati , tapi tadi gue ngga tega "
#. FLASH BACK ON. #
" Mika gue kesana dulu ya "
" He em "
Vivi yang tadinya datang ke kantin bersamaan dengan Mika memisahkan diri karena seorang teman sedang memanggilnya . Dia menghampiri seorang gadis yang duduk disalah satu sudut kantin .
" Dia bawa bekal buat Reyhan , bukan salah dia . Singa kutub selalu ganggu makan siang Mika "
" Dasar kegatelan , habis kesabaran gue !! Kita eksekusi dia hari ini "
" Udahlah Laura , ngga tega gue !!! Lagian Mika ngga pernah ngejar ngejar singa kutub " kata Vivi mencoba membela teman sebangkunya .
" Atau loe mau video panas loe sama sugar daddy loe gue sebarin? Gue nggak main main Vi , gue jamin bukan cuma loe yang hancur tapi semua keluarga loe " Kata Laura sambil menyeringai .
" Gue yakin keluarga loe pasti nggak nyangka bahwa anak mereka yang pintar dan penurut doyan sama bangkotan kaya " imbuhnya masih dengan pandangan sinis .
" Tapi kenapa harus Mika ? Banyak kan cewek lain yang tergila gila sama Reyhan ? "
" Buta mata loe hahhh !! Semua cowok disini ... terutama Reyhan amat sangat mengidolakan Mika . Gadis udik itu , jijik gue sama dia cihhh "
" Terus mau loe apa sekarang ? "
" Gue mau kita jalankan rencana yang udah kita buat . Gue udah pinjem mobil temen gue .. amanlahh !! Satu lagi , loe yang nyetir ok "
Seperti biasa Laura maupun Vivi membawa mobil mereka masing masing ketika pulang sekolah , tapi mereka parkir di sebuah tokomart yang berada di dekat sekolah . Dan mereka berganti mobil yang disediakan oleh teman Laura yang juga sudah terparkir disitu .
" Siap loe .. harus siap ! Atau loe tau konsekwensinya Vi " ancam Laura lagi .
Dengan perlahan akhirnya Vivi membawa mobil itu menuju sekolah . Kebetulan saat itu ia melihat Mika yang baru saja keluar dari gerbang sekolah .
Setelah itu Vivi injak gas kuat kuat tapi ketika mobil sudah mendekati Mika tiba tiba hati kecilnya teringat semua kebaikan dan kepolosan Mika . Alhasil mobil yang dikendarai Vivi cuma menyenggol bahu Mika .
__ADS_1
Beberapa anggota bad boy yang kebetulan juga baru saja keluar gerbang sekolah melihat kejadian itu . Biarpun mereka terkenal arogan tapi mereka semua sangat setia kawan . Bagi mereka kawan adalah segalanya .
" ltu bukannya kucing kecil Man ? " Suta bertanya pada Arman yang duduk disampingnya .
" Bahaya ... big boss bisa ngamuk kalau tau kucing kecilnya diserempet orang "
" Biar gue yang kejar itu mobil , kalian bertiga turun tolongin itu kucing kecil " salah seorang dari mereka yang bernama Edgar segera menurunkan Arman , Dion , dan Suta agar segera menolong Mika .
Edgar melesat mengejar mobil sedan yang menyerempet Mika , hingga sedan itu berbelok ke sebuah kafe . Edgar terkejut ketika dua orang gadis turun dari mobil tersebut . Dia sangat mengenali salah satu dari mereka karena dia tahu gadis itu sangat terobsesi pada Reyhan . Laura , ya salah satu gadis dipastikan adalah Laura .
Ketika dua gadis itu memasuki kafe barulah Edgar turun dari mobilnya , kemudian diam diam mengikuti mereka . Edgar memakai sebuah hoddie warna hitam untuk menutupi seragam yang dipakainya , lengkap dengan kacamata hitam .
Kebetulan juga kafe itu mempunyai sekat sekat yang cukup tinggi antara meja meja yang tersedia . Hingga Edgar bisa aman duduk tepat berada dibelakang meja kedua gadis itu .
Setelah share lokasi pada salah satu temannya Edgar segera memasang hpnya agar bisa merekam semua pembicaraan gadis itu .
Yang pasti kedua gadis itu sedang bertengkar hebat karena misi mereka gagal .
Tak lama kemudian Rendy , Arman , Suta dan Dion datang dengan menggunakan sebuah MVP mewah berwarna hitam . Dan mereka segera menjalankan sandiwara agar bisa membawa kedua gadis itu tanpa terjadi keributan .
Hanya Rendy yang turun dari mobil hitam itu , ia kemudian dengan tenang masuk ke dalam kafe menuju bangku Laura dan Vivi .
Vivi yang masih terlihat emosi hanya melirik sinis , sedang Laura yang sangat paham jika setiap hari Rendy dan Reyhan selalu pulang bersama tersenyum senang .
" Loe nggak sama Reyhan Ren? "
" Tuh paduka raja lagi dimobil , gue mau nyari toilet he.. he "
" Dasar jorok " ketus Vivi
" Habis ini kita mau lunch di kafe baru mamanya Reyhan , loe pada mau ikut !? "
Laura langsung setuju ikut dengan Rendy , sedang Vivi harus dirayu cukup lama agar bisa mengikuti Rendy .
" Ya udah sekarang aja berangkatnya mumpung masih siang . Ngga jauh dari sini kok , mobil kalian tinggal aja nanti kita anter kesini lagi "
Betapa terkejutnya kedua gadis itu ketika sudah memasuki mobil bukan Reyhan yang ada di sana , tapi apa daya karena setelah memasuki mobil mereka sudah dibekap dengan sapu tangan yang diberi bius .
__ADS_1
# FLASH BACK OFF #
BRAKKK ...
Sebuah meja yang berada ditengah ruangan hancur karena sebuah pukulan dari Reyhan , terlihat darah mengalir dari sela sela jarinya .
Nafasnya yang terlihat naik turun menandakan bahwa saat ini Reyhan sedang sekuat mungkin menahan emosinya .
" Gue ngga akan kotori tangan gue untuk membalas kalian ! Tapi setelah ini jangan pernah berani muncul dihadapan gue lagi !! " kata Reyhan datar tapi dengan nada penuh ancaman .
" Dan jika sekali lagi kalian dekati Mika , gue pastiin gue sendiri yang akan habisin loe berdua "
Setelah berkata seperti itu Reyhan melangkah pergi dari tempat itu . Dia sama sekali tak menyangka jika Laura dan Vivi yang notabene sahabat terdekat Mika menjadi dalang kecelakaan yang menimpa Mika .
Jika saja dalang kejahatan yang dia temui adalah laki laki maka dipastikan tempat itu akan bersimbah darah . Dan walaupun emosinya sudah tak terbendung , ia tidak akan menyakiti wanita . Karena dirinya lahir dari seorang wanita .
" Trus mereka berdua mau diapain ini Rey ?!! "
" Terserah , gue ngga peduli !! Yang penting kalian bikin mereka jauh jauh dari kucing kecil gue "
" Okeee kapteeennn .. "
" Man panggil kroco kroco loe yang jagain nih rumah . Bilang sama mereka saatnya olah raga malam . Ren loe bawa handy cam kan tadi "
" Siaaappp .. kita bikin film malam ini " Arman berkata sambil menarik turunkan alisnya .
" Mau apa kalian hahhh " teriak Laura dan Vivi bersamaan .
" Kita ngga mau apa apa dari kalian tapi mereka yang kayanya mau ngapa ngapain dengan kalian ha .. ha "
Lima orang dengan perawakan tinggi besar mendekati mereka dengan seringai jahat .
" lni pelajaran buat kalian , jangan pernah ganggu orang jika kalian juga tidak mau diganggu . Beruntung kalian masih hidup , tapi kedepannya kita pastiin kalian menyesal sudah berani mengganggu kami. "
" Gue mohon lepasin gue , gue minta maaf " Laura menangis histeris karena tiga dari lima pria itu sudah mulai menjalankan aksinya . Sedangkan Vivi jatuh pingsan karena dua laki laki itu menjalankan aksinya tanpa pemanasan .
" Ngomong tuh sama tembok !! "
__ADS_1
Suta , Arman , Dion dan Rendy berjalan keluar dari gudang . Mereka pergi setelah memastikan kamera perekam sudah terpasang dengan benar .