Belong To Me

Belong To Me
9 . Hukuman Untuk Mereka


__ADS_3

" Vivi yang nabrak , gue ngga ikut ikut . Please Rey gue sayang banget sama loe . Gue emang cemburu sama Mika tapi gue ngga sejahat itu sampe nabrak dia Rey . Loe percaya kan sama gue "


" Brengsek loe Laura !! Bukannya kita udah ngrencanain nabrak dia jauh jauh hari . Malah loe yang bilang gue harus tabrak dia sampe mati , tapi tadi gue ngga tega "


#. FLASH BACK ON. #


" Mika gue kesana dulu ya "


" He em "


Vivi yang tadinya datang ke kantin bersamaan dengan Mika memisahkan diri karena seorang teman sedang memanggilnya . Dia menghampiri seorang gadis yang duduk disalah satu sudut kantin .


" Dia bawa bekal buat Reyhan , bukan salah dia . Singa kutub selalu ganggu makan siang Mika "


" Dasar kegatelan , habis kesabaran gue !! Kita eksekusi dia hari ini "


" Udahlah Laura , ngga tega gue !!! Lagian Mika ngga pernah ngejar ngejar singa kutub " kata Vivi mencoba membela teman sebangkunya .


" Atau loe mau video panas loe sama sugar daddy loe gue sebarin? Gue nggak main main Vi , gue jamin bukan cuma loe yang hancur tapi semua keluarga loe " Kata Laura sambil menyeringai .


" Gue yakin keluarga loe pasti nggak nyangka bahwa anak mereka yang pintar dan penurut doyan sama bangkotan kaya " imbuhnya masih dengan pandangan sinis .


" Tapi kenapa harus Mika ? Banyak kan cewek lain yang tergila gila sama Reyhan ? "


" Buta mata loe hahhh !! Semua cowok disini ... terutama Reyhan amat sangat mengidolakan Mika . Gadis udik itu , jijik gue sama dia cihhh "


" Terus mau loe apa sekarang ? "


" Gue mau kita jalankan rencana yang udah kita buat . Gue udah pinjem mobil temen gue .. amanlahh !! Satu lagi , loe yang nyetir ok "


Seperti biasa Laura maupun Vivi membawa mobil mereka masing masing ketika pulang sekolah , tapi mereka parkir di sebuah tokomart yang berada di dekat sekolah . Dan mereka berganti mobil yang disediakan oleh teman Laura yang juga sudah terparkir disitu .


" Siap loe .. harus siap ! Atau loe tau konsekwensinya Vi " ancam Laura lagi .


Dengan perlahan akhirnya Vivi membawa mobil itu menuju sekolah . Kebetulan saat itu ia melihat Mika yang baru saja keluar dari gerbang sekolah .


Setelah itu Vivi injak gas kuat kuat tapi ketika mobil sudah mendekati Mika tiba tiba hati kecilnya teringat semua kebaikan dan kepolosan Mika . Alhasil mobil yang dikendarai Vivi cuma menyenggol bahu Mika .

__ADS_1


Beberapa anggota bad boy yang kebetulan juga baru saja keluar gerbang sekolah melihat kejadian itu . Biarpun mereka terkenal arogan tapi mereka semua sangat setia kawan . Bagi mereka kawan adalah segalanya .


" ltu bukannya kucing kecil Man ? " Suta bertanya pada Arman yang duduk disampingnya .


" Bahaya ... big boss bisa ngamuk kalau tau kucing kecilnya diserempet orang "


" Biar gue yang kejar itu mobil , kalian bertiga turun tolongin itu kucing kecil " salah seorang dari mereka yang bernama Edgar segera menurunkan Arman , Dion , dan Suta agar segera menolong Mika .


Edgar melesat mengejar mobil sedan yang menyerempet Mika , hingga sedan itu berbelok ke sebuah kafe . Edgar terkejut ketika dua orang gadis turun dari mobil tersebut . Dia sangat mengenali salah satu dari mereka karena dia tahu gadis itu sangat terobsesi pada Reyhan . Laura , ya salah satu gadis dipastikan adalah Laura .


Ketika dua gadis itu memasuki kafe barulah Edgar turun dari mobilnya , kemudian diam diam mengikuti mereka . Edgar memakai sebuah hoddie warna hitam untuk menutupi seragam yang dipakainya , lengkap dengan kacamata hitam .


Kebetulan juga kafe itu mempunyai sekat sekat yang cukup tinggi antara meja meja yang tersedia . Hingga Edgar bisa aman duduk tepat berada dibelakang meja kedua gadis itu .


Setelah share lokasi pada salah satu temannya Edgar segera memasang hpnya agar bisa merekam semua pembicaraan gadis itu .


Yang pasti kedua gadis itu sedang bertengkar hebat karena misi mereka gagal .


Tak lama kemudian Rendy , Arman , Suta dan Dion datang dengan menggunakan sebuah MVP mewah berwarna hitam . Dan mereka segera menjalankan sandiwara agar bisa membawa kedua gadis itu tanpa terjadi keributan .


Hanya Rendy yang turun dari mobil hitam itu , ia kemudian dengan tenang masuk ke dalam kafe menuju bangku Laura dan Vivi .


Vivi yang masih terlihat emosi hanya melirik sinis , sedang Laura yang sangat paham jika setiap hari Rendy dan Reyhan selalu pulang bersama tersenyum senang .


" Loe nggak sama Reyhan Ren? "


" Tuh paduka raja lagi dimobil , gue mau nyari toilet he.. he "


" Dasar jorok " ketus Vivi


" Habis ini kita mau lunch di kafe baru mamanya Reyhan , loe pada mau ikut !? "


Laura langsung setuju ikut dengan Rendy , sedang Vivi harus dirayu cukup lama agar bisa mengikuti Rendy .


" Ya udah sekarang aja berangkatnya mumpung masih siang . Ngga jauh dari sini kok , mobil kalian tinggal aja nanti kita anter kesini lagi "


Betapa terkejutnya kedua gadis itu ketika sudah memasuki mobil bukan Reyhan yang ada di sana , tapi apa daya karena setelah memasuki mobil mereka sudah dibekap dengan sapu tangan yang diberi bius .

__ADS_1


# FLASH BACK OFF #


BRAKKK ...


Sebuah meja yang berada ditengah ruangan hancur karena sebuah pukulan dari Reyhan , terlihat darah mengalir dari sela sela jarinya .


Nafasnya yang terlihat naik turun menandakan bahwa saat ini Reyhan sedang sekuat mungkin menahan emosinya .


" Gue ngga akan kotori tangan gue untuk membalas kalian ! Tapi setelah ini jangan pernah berani muncul dihadapan gue lagi !! " kata Reyhan datar tapi dengan nada penuh ancaman .


" Dan jika sekali lagi kalian dekati Mika , gue pastiin gue sendiri yang akan habisin loe berdua "


Setelah berkata seperti itu Reyhan melangkah pergi dari tempat itu . Dia sama sekali tak menyangka jika Laura dan Vivi yang notabene sahabat terdekat Mika menjadi dalang kecelakaan yang menimpa Mika .


Jika saja dalang kejahatan yang dia temui adalah laki laki maka dipastikan tempat itu akan bersimbah darah . Dan walaupun emosinya sudah tak terbendung , ia tidak akan menyakiti wanita . Karena dirinya lahir dari seorang wanita .


" Trus mereka berdua mau diapain ini Rey ?!! "


" Terserah , gue ngga peduli !! Yang penting kalian bikin mereka jauh jauh dari kucing kecil gue "


" Okeee kapteeennn .. "


" Man panggil kroco kroco loe yang jagain nih rumah . Bilang sama mereka saatnya olah raga malam . Ren loe bawa handy cam kan tadi "


" Siaaappp .. kita bikin film malam ini " Arman berkata sambil menarik turunkan alisnya .


" Mau apa kalian hahhh " teriak Laura dan Vivi bersamaan .


" Kita ngga mau apa apa dari kalian tapi mereka yang kayanya mau ngapa ngapain dengan kalian ha .. ha "


Lima orang dengan perawakan tinggi besar mendekati mereka dengan seringai jahat .


" lni pelajaran buat kalian , jangan pernah ganggu orang jika kalian juga tidak mau diganggu . Beruntung kalian masih hidup , tapi kedepannya kita pastiin kalian menyesal sudah berani mengganggu kami. "


" Gue mohon lepasin gue , gue minta maaf " Laura menangis histeris karena tiga dari lima pria itu sudah mulai menjalankan aksinya . Sedangkan Vivi jatuh pingsan karena dua laki laki itu menjalankan aksinya tanpa pemanasan .


" Ngomong tuh sama tembok !! "

__ADS_1


Suta , Arman , Dion dan Rendy berjalan keluar dari gudang . Mereka pergi setelah memastikan kamera perekam sudah terpasang dengan benar .


__ADS_2