
" Elis .. kok perut Mika rasanya kenceng kenceng ya , sakit "
Mika yang pagi itu sedang duduk di balkon kamarnya ditemani salah satu pengawalnya memegang perut buncitnya yang saat ini sudah berusia sembilan bulan .
Perempuan muda bernama Elis itu terlihat ikut bingung , dia sudah mendapat pengajaran tentang bagaimana menghadapi wanita hamil . Tapi nyatanya ia tetap gugup menghadapinya .
" Apa sebaiknya kita ke rumah sakit saja nyonya ? "
" Tapi perkiraan kelahiran masih seminggu lagi , masa iya mau ke rumah sakit sekarang sih "
Tapi sebentar kemudian Mika kembali meringis , perutnya terasa kram dan sedikit sakit .
Elis langsung memapah Mika untuk di bawa ke rumah sakit , lepas dari mau melahirkan atau tidak sang pengawal tidak tega melihat Mika yang kesakitan .
Kebetulan mertua dan suaminya tidak ada di rumah saat itu . Bisma dan Bia sedang ada di Bali untuk melihat perkembangan proyek Dananjaya di sana . Sedang Mike berada di kantornya .
" Swara kita kerumah sakit sekarang , nyonya sepertinya mau melahirkan " kata Elis pada satu temannya yang juga ditugaskan untuk mengawal Mika .
Sedang Pak Toyo yang berada di halaman depan tergopoh gopoh mendatangi mereka .
" Ada apa dengan Nyonya !? "
" Kita ke rumah sakit sekarang !! "
Pak Toyo langsung ambil kemudi di depan bersama Elis dan Swara mendampingi Mika di belakang . Mika tersenyum geli pada mereka , padahal dirinya menghadapi dengan biasa saja . Tapi tiga pengawalnya seperti sedang kebakaran jenggot .
Mika mengambil dan membuang nafas secara teratur , berusaha tetap tenang seperti yang di ajarkan saat kelas kehamilan .
Mereka beruntung karena jalanan sedang tidak macet sehingga mereka cepat sampai ke rumah sakit .
" Baby-nya sudah tidak sabar ketemu mamanya , sudah bukaan tiga " kata Dokter Tya setelah memeriksa keadaan Mika .
Mika hanya tersenyum dan mencoba menikmati nikmat kontraksi yang dia rasakan .
Pak Toyo segera menghubungi Mike di kantornya . Sudah dua kali ia menghubungi tapi tidak diangkat oleh Mike . Akhirnya ia menelpon Robert .
" Halo .. "
" Ada apa lagi , kenapa akhir akhir kau suka sekali menggangguku ? Apalagi yang harus kusampaikan ? " tanya Robert kesal .
Sudah dua Minggu terakhir Toyo sering menelponnya hanya untuk menyuruhnya menyampaikan sesuatu pada tuan mudanya . Tentu saja Toyo atas perintah Mika . Mike kadang lupa membawa hp jika sedang meeting atau kalau tidak ia sengaja men ' silent ' jika meeting itu sangat penting .
" Sampaikan pada Tuan Mike .... "
Belum sampai ia menyelesaikan kata katanya Robert sudah memotong kata katanya .
__ADS_1
" Mau di bawakan somai tahu , mi ayam keriting , atau bakso kerikil lagi ? "
" Sampaikan pada Tuan bahwa nyonya muda sedang di rumah sakit , sudah bukaan tiga "
Robert langsung menutup telponnya , mulutnya sedikit komat kamit karena sebal . Pekerjaannya menjadi tertunda karena selalu pergi untuk mencari tuannya .
" Apanya yang di buka ya !? Terus kenapa sampai harus ke rumah sakit " bingung Robert .
Seorang OG yang kebetulan sedang mengantarkan kopi mendengarnya dan dia mencoba menjelaskannya .
" Maaf tuan , mungkin yang dimaksud dengan bukaan proses melahirkan . Mungkin ada seseorang yang akan melahirkan dan sekarang di bawa ke rumah sakit "
" Melahirkan ? Ya Tuhan ... Nyonya !!!!! "
Robert langsung berlari menuju ruangan kantor Mike . Dan tanpa sadar dia membuka pintu dengan kasar tanpa mengetuknya terlebih dahulu .
BRAKKK ...
Mike terperanjat kaget melihat Robert dengan terengah engah membuka pintunya .
" Tuan .. hahhh .. hahhh " Robert mencoba mengatur nafasnya yang ngos ngosan .
Mike masih saja duduk dengan tenang dengan mata menatap tajam sekretaris pribadi sang Daddy
" ltu ... itu ... nyonya bukaan ! "
" Tidak tahu , tapi nyonya sedang di rumah sakit karena bukaan "
Mike langsung bangkit dan berlari keluar dari ruangan dengan tergesa gesa . Mike tahu istrinya sedang kontraksi karena akan melahirkan . ltu yang dia pelajari ketika ikut kelas kehamilan bersama Mika .
Dia meninggalkan setumpuk berkas di mejanya , dan Robert sudah tahu tugas apa yang harus dia lakukan selanjutnya . Malam ini dia harus lembur lagi sampai malam untuk menyelesaikan semuanya .
Mike melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi , ia berharap bisa sampai di rumah sakit sebelum bayinya lahir . Karena ia ingin mendampingi istrinya untuk melalui proses melahirkan anak pertama mereka .
Pak Toyo , Elis dan Swara segera berdiri ketika melihat tuan muda mereka sedang berlari ke arahnya .
" Dimana istriku !?? "
" Nyonya sudah di bawa ke ruang bersalin , tadi dokter bilang bahwa nyonya sudah bukaan delapan . Mungkin sebentar lagi nyonya segera melahirkan "
" Bawa aku ke ruangan itu "
Samar Mike bisa mendengar rintihan tertahan ketika berada di depan ruangan bersalin istrinya . Dan ketika masuk ia bisa melihat pipi chubby yang biasanya bersemu merah menjadi sedikit pucat .
" Sayaaaanngg ... "
__ADS_1
Mika tersenyum ketika melihat suaminya datang . Sedang Mike berusaha sekuat mungkin untuk tidak meneteskan air mata . Hatinya bagai teriris ketika melihat Mika merintih menahan kesakitan .
" Abiiii ... sakiiittt "
" lya sayang , sabar ya "
Jika bisa Mike ingin ikut memikul penderitaan istrinya . Dikecupnya kening sang istri dengan terus mengucapkan doa .
Dokter Tya dan beberapa perawat datang keruangan itu . Sepertinya sudah saatnya istrinya melahirkan .
" Mike ... yakin kau ingin menemani Mika disini ? Jika kau bisa maka kuatkan istrimu . Tapi jika sekiranya kau tidak bisa , tolong menunggu di luar saja "
Bukan tanpa sebab Dokter Tya berkata seperti itu . Karena pada sebelumnya banyak suami yang bilang ingin menemani tapi ketika melihat darah mereka malah pingsan . Jadilah para perawat yang seharusnya fokus menangani si ibu malah terbagi juga merawat sang suami .
" Saya akan menemani istri saya Dok " ujar Mike yakin .
Apapun yang terjadi ia ingin mendampingi istrinya saat bertaruh nyawa untuk melahirkan putra pertama mereka .
Setelah kurang lebih dua puluh menit lahirlah bayi yang sudah mereka nantikan selama ini .
" Dia ganteng seperti papanya " kata Dokter Tya sebelum membawa bayinya untuk
dibersihkan terlebih dahulu .
Mika tersenyum bahagia , dan Mike terus saja mengecup pipi dan keningnya .
" Terimakasih ... terimakasih sayang ! Terimakasih karena kau sudah mau menjadi belahan jiwaku , terimakasih karena kau sudah mau menjadi ibu dari putraku "
Setelah dibersihkan Mika dan bayinya dipindah keruang perawatan . Ternyata Retno dan Budhe lra sudah menunggu di sana . Mereka berdua menangis bahagia menyambut cucu pertama mereka .
" Mba lra kau lihat kan ? Cucuku tampan sekali " kata Retno yang melihat cucunya yang tertidur di box bayi .
" Dia cucuku juga Retno " kilah Budhe lra tak mau kalah hingga membuat Mika tersenyum .
" Siapa nama cucuku yang tampan ini ? " tanya Retno .
" Aarav Gaillard Dananjaya yang berarti putra Dananjaya yang bijaksana " jawab Mike sambil menciumi punggung tangan istrinya yang masih tergolek lemah .
" Waahhh .. kalian pintar memilih nama . Baby Aarav ... Baby A sini gendong sama nenek "
Retno mengambil Baby A dari box dan menimangnya . Dengan gemas ia mencium pipi chubby Baby A yang mirip sekali pipi Mika ketika sedang hamil .
" Ya Tuhan ... kenapa kamu mirip sekali papamu nak ! Hanya pipimu saja yang mirip mamamu " kata Retno yang masih memandang takjub cucu tampannya .
Mike dan Budhe lra tertawa merasa lucu , sedang Mika hanya mengerucutkan bibirnya .
__ADS_1
" l love you Qayreen Mikhayla ... l love you so much " bisik Mike ditengah tawanya .