
Jam sudah menunjukkan waktu makan siang tapi meeting belum juga selesai . Reyhan gelisah berkali kali melihat jam tangannya , siang ini dia mempunyai janji dengan gadisnya untuk makan siang di kafe miliknya .
Sejak papanya memberi titah agar agar terjun langsung menangani perusahaan Reyhan jadi sedikit lebih sibuk . Belum lagi memantau perkembangan kafenya yang berkembang cukup pesat . Untung empat setan sahabatnya selalu membantunya untuk menangani perkembangan kafenya .
Jika waktu makan siang Reyhan akan menyempatkan diri ke kafe untuk sekedar melihat pembukuan harian . Waktu untuk bertemu gadisnya semakin hari semakin sedikit karena gadisnya juga sibuk untuk mempersiapkan kuliahnya . Beberapa hari kedepan dia sudah harus berangkat ke London tapi sepertinya papanya tidak pengertian , dia tetap saja meminta Reyhan aktif di perusahaannya . Padahal Reyhan ingin punya waktu lebih banyak dengan Mika .
Munir terkekeh pelan melihat putra bungsunya yang terlihat gelisah , dia tahu pasti penyebabnya . Ketika meeting selesai Reyhan berlari ingin meninggalkan ruangan itu .
" Rey sebelum pergi ambilkan berkas papa yang tadi ada di mejamu " setengah berteriak Munir memanggil Reyhan yang terlihat sangat terburu buru .
" Tapi Rey lagi buru buru Pa "
Reyhan mengalah setelah mendapat tatapan tajam sang papa , mau berdebat seperti apapun dia pasti juga akan kalah . Jadi yang harus ia lakukan sekarang adalah berlari melesat menuju ruang kantor Satria yang sekarang menjadi tempat belajarnya di perusahaan itu . Sekretaris pribadi Satria yang langsung mengajarinya , tentu saja atas perintah Satria .
Sebelum masuk ke ruang kantornya Reyhan bisa melihat sekretaris pribadi Satria yang bernama Dimas berdiri dari duduknya . Sepertinya pria itu ingin memberi tahunya sesuatu , tapi Reyhan tidak menggubrisnya . Yang ia pedulikan saat ini adalah gadisnya yang mungkin sedang menunggunya untuk makan siang .
Reyhan menyambar berkas yang dimaksud oleh papanya tanpa melihat sekelilingnya . la tidak menyadari ada seorang gadis yang sedang terheran heran dengan tingkahnya . Gadis itu duduk di sofa yang terletak didepan meja kerjanya dengan membawa rantang makanan di tangannya . Setelah mendapat yang ia inginkan Reyhan segera melesat keluar ruangan .
Langkahnya tiba tiba terhenti ketika ia sudah berada di luar ruangan , tangannya masih memegang handle pintu kantornya . Dia seperti melihat gadisnya di dalam kantor , tapi tidak mungkin karena mereka tidak janjian ditempat ini . Mereka berjanji akan bertemu di kafenya .
Dimas mendekat padanya .
" Nona Mika sudah ada di dalam tuan , nona sudah disana hampir duapuluh menit yang lalu . Tadi saya sudah mengatakan jika tuan Reyhan sedang meeting , tapi nona menjawab dia sudah tahu dan akan menunggu "
" Kenapa kau tidak katakan dari tadi ?!!!! "
Reyhan langsung membuka kembali pintu ruangannya . Reyhan sudah melihat gadisnya sudah mengerucutkan bibirnya . Reyhan melangkah masuk dengan tersenyum dan menggaruk tengkuknya yang tidak terasa gatal .
" Sayang .. udah lama? Maaf ya tadi meetingnya jamnya molor " Reyhan duduk disamping Mika yang sedang menata rantang rantang berisi makanan .
" lyaa , Mika tahu kok ! Tadi paman suruh aku kesini daripada lumutan nunggu kamu di kafe . Affan ( dia bodyguard Satria ya 😁 ) tadi yang jemput . Tadi koki kafe juga udah siapin makan siang buat di bawa kesini . Loh paman mana , aku bawa makanan kesukaan paman nih "
Mendengar nama papanya disebut Reyhan kembali teringat dengan berkas ditangannya .
" Yank sebentar ya .. mau keruangan papa dulu , tadi papa minta berkas ini "
__ADS_1
Sebelum melangkah ponselnya tiba tiba berdering , dahi Reyhan berkerut melihat papanya yang melakukan panggilan . Dia segera mengangkat panggilan dari papanya tersebut .
" Ya Pa ? lni Reyhan baru mau kesitu "
" Apa Baby Mika sudah sampai ? " terdengar suara papanya dari seberang melalui oonselnya .
" Sudah Pa , Mika juga membawa makanan kesukaan Papa . Kita makan bareng "
" Papa makan dijalan nanti , Papa mau ke kantor cabang dulu . Salam buat Baby Mika "
" Ya udah Papa hati hati dijalan , nanti Rey sampaikan salamnya "
Reyhan menutup panggilannya , matanya kembali fokus pada gadisnya . Mika sedang mengisi piring dengan nasi dan lauk yang dia bawa , setelahnya ia memberikan piring itu kepada Reyhan .
" Maem dulu ya , ini udah Mika ambilin "
Reyhan tidak menerima piring yang telah disodorkan padanya .
" Suapin " katanya , ia menepuk sebelah pahanya . Ia ingin Mika duduk di pangkuannya .
" Nggak ihh , ntar kalau ada yang lihat malu "
" Udah dikunci , ngga bakal ada yang masuk . Sekali kali sayang sayangan sama calon istri kan ngga apa apa yank "
Mika enggan beralih ke pangkuan Reyhan , dia mulai menyendok makanan dan menyodorkannya tepat ke mulut Reyhan .
" Aaaaa ... " seperti menyuapi anak kecil Mika ikut memperagakan dengan membuka mulutnya . Tiba tiba Reyhan mengangkat tubuh mungil itu ke pangkuannya .
" Aww .. Rey apaan sih "
" Gini kan enak .. " Reyhan melingkarkan kedua tangannya erat di perut gadis yang sedang di pangkuannya .
" Tuan Pemaksa .. " Mika kembali mengarahkan sendoknya ke mulut Reyhan .
Reyhan hanya terkekeh dengan julukan itu , siang itu mereka menghabiskan makanan dipiring yang sama , saling menyuapi diselingi canda tawa .
__ADS_1
" Rey turunin , Mika mau cuci tangan sebentar " Mika merengek ingin turun dari pangkuan Reyhan karena sejak tadi kedua tangannya dengan posesif melingkar di pinggangnya .
" Mulai sekarang jangan panggil nama , masa sama calon suami cuma panggil nama "
" Trus Rey mau dipanggil apa ? Om .. atau Oppa ? Apa singa kutub aja ? "
" Berani ya " Reyhan menggelitik perut Mika sampai gadis itu tertawa terbahak bahak .
" Ampuuun .. hahaha .. Rey awas ihh .. geli "
Reyhan menghentikan aksinya kemudian menatap serius gadis yang masih dalam rengkuhannya .
" Call me honey ? "
" Nggak ah , norak kaya orang bule . Ehmmm .. Abang sayang "
" Panggil apa tadi yank ngga denger aku ? "
" Abang ... " cicit Mika
" Kurang lengkap , tadi ngga gitu ! Cium nih ya " Reyhan mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Mika . Dan wajah gadisnya sontak menjadi merona .
" Abang sayang ... " setelah berkata seperti itu Mika beranjak dari pangkuan Reyhan dan berlari menuju toilet yang berada di ruangan itu . Mika mencuci tangan dan mukanya di wastafel , rasanya ia enggan keluar dari situ karena ia malu sekali sudah memberi panggilan yang terasa sedikit genit pada tunangannya .
Reyhan tersenyum lebar melihat tingkah gadisnya , semakin hari gadisnya semakin menggemaskan baginya . la melengguh panjang , dua tahun kedepan akan terasa amat berat baginya . Jauh dari Mika pasti akan sangat menyiksanya , jangankan sehari Reyhan ingin selalu berada dekat dengan gadisnya .
Terdengar sebuah notif pesan di ponselnya . Reyhan segera membuka beberapa kiriman foto dari nomor tak dikenal . Dahinya berkerut melihat foto foto itu , dia menyandarkan punggungnya sambil menghela nafas . Sepertinya kiriman foto itu sedikit membuatnya gelisah .
Akhirnya Mika keluar dari toilet setelah selesai membersihkan dirinya . Mika melihat Reyhan bersandar di sofa dengan memejamkan kedua matanya . Tapi tangannya menggenggam erat ponselnya . Mika berpikir mungkin Reyhan sedang kelelahan karena telah bekerja keras selama ini .
Mika duduk di sebelah tunangannya dengan perlahan , takut membangunkan laki laki itu .
" Kemarin siang apa saja yang sudah kamu lakukan !! "
Suara bariton yang sedikit ketus itu membuat Mika berjingkat kaget . Ditatapnya laki laki yang masih memejamkan kedua matanya itu . Dia merasa ada sesuatu yang membuat Reyhan berubah seperti itu .
__ADS_1
" Ada apa , kenapa tiba tiba tanya seperti itu ? "
" Jawab sajaaa .. !!!! "