
" Lain kali kalau mau jalan jalan harus ada temennya ya , jangan sendirian kaya gini . Untung tadi Edgar di sini kalau enggak gimana ? "
" Tadi Mika tiba tiba pengen makan bakso disini , trus naik angkot dari rumah mau sekalian beliin ayah untuk makan siang . Tadi Mika udah telpon orang buat nemenin makan disini , udah kirim pesan juga . Tapi boro boro di angkat telponnya , pesannya juga ngga kebaca " ujar Mika memandang sebal laki laki di depannya .
" Kamu telpon siapa memang ? Kan bisa minta aku buat nemenin " suara Reyhan meninggi mendengar gadisnya sudah meminta orang lain menemaninya makan .
" lsshhh .. Mika mau ke bengkel , tuh pesenam nya udah dibikinin " Mika meninggalkan Reyhan untuk membayar pesanannya .
" Lho kok malah marah sih ... Yank biar aku yang bayar !! "
" Ngga usah !! "
" Kok marah sih yank . Ya udah maaf aku cuma khawatir tadi sama kamu . Aku anter ya "
Mika sama sekali tak menjawab tapi setelah selesai membayar ia malah berjalan menuju halte .
" Sayangnya Reyhan udah dong ngambeknya , cium nih ya kalau manyun terus "
Mika diam dan melirik sinis laki laki yang masih saja mengikutinya di halte .
" Kamu pengen tahu siapa yang Mika minta nemenin makan tadi ?!! Buka ponselnya " ketus Mika .
Reyhan menurutinya , ia membuka aplikasi pesan di ponselnya . Ada dua panggilan tak terjawab dan tiga pesan dari gadisnya yang isinya memintanya menemani makan dan sekaligus alamat warung baksonya . Tadi ketika sedang bicara dengan papanya dia memang memasang mode silent pada ponselnya hingga ia tidak tahu ada panggilan ataupun pesan dari Mika .
Reyhan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sambil tersenyum tanpa dosa pada gadisnya .
" Maaf ya aku yang salah , udah dong jangan marah lagi ! Aku anter ke bengkel ya " Reyhan meraih bungkusan yang dibawa gadisnya sekaligus menggandeng tangannya menuju mobilnya .
Reyhan melajukan mobilnya menuju bengkel milik ayah Mika , dia masih melihat gadisnya cemberut . Reyhan meraih tangan gadisnya dan diciuminya punggung tangannya . Mika mencoba menarik tangannya tapi Reyhan malah menggigit kecil punggung tangannya .
" Aww sakit .. jahat banget sihh Rey !! " Mika mencubit lengan Reyhan .
__ADS_1
" Nikah yuk yank "
Mika menatap laki laki disebelahnya , ia tak percaya dengan apa yang barusan ia dengar .
" Barusan kamu bilang apa ? "
" Aku pengen nikah sama kamu sebelum aku berangkat ke London "
Reyhan menepikan mobilnya , ia ingin memperjelas maksud pembicaraannya . Walau saat ini ia merasa bukan di waktu dan tempat yang tepat tapi cepat atau lambat Mika harus tahu semuanya . Reyhan ingin gadisnya mendengar dari mulutnya bahwa ia ingin menjadikan Mika sebagai nyonya Reyhan Wiratama .
Mika menyentuh kening Reyhan dengan punggung tangannya , memastikan laki laki itu sedang baik baik saja .
" Kamu waras kan ? "
" Cukup waras untuk merasakan betapa aku tergila gila sama kamu sayang , aku cinta sama kamu secinta cintanya bahkan saat pertama kali melihatmu . Kamu mau kan kalau kita nikah secepatnya "
" Nggak .. Mika mau kuliah dulu "
" Pokoknya enggak !! "
" Denger ya sayangnya Reyhan . Aku mau nikahin kamu sebelum berangkat ke London karena aku pengen jaga kamu . Kalau aku sudah jadi suami kamu maka aku yang bertanggung jawab penuh dengan keselamatan kamu . Aku bisa atur penjagaan buat kamu . Kalau sekarang aku belum punya hak , kamu masih tanggung jawab orang tua kamu sayang . Jangan berpikir kalau kamu sudah jadi istri aku terus hidup kamu terkekang , enggak sayang . Kamu masih bisa lanjutin hidup kamu , masih bisa meraih semua impian kamu . Cuma bedanya akan ada aku yang support semua ... "
" Jangan lanjutin lagi .. " Mika menatap keluar jendela . Dia diam dengan sesekali menghela nafas panjang .
" Ya Tuhan calon istri kalau ngambek susah sembuhnya " batin Reyhan bermonolog . Tapi Reyhan tahu diamnya Mika adalah sedang memikirkan kata katanya . Mungkin butuh waktu untuk gadisnya memikirkan pinangannya yang tiba tiba .
#
" Jam 9 nanti ada meeting sama bagian keuangan , kita mau bahas anggaran proyeknya
Mr Andrew " lapor Fia kepada sang CEO yang masih fokus berkutat dengan berkas berkas yang menumpuk di depannya .
__ADS_1
" He em "
Jawaban singkat andalan Satria jika sedang tidak ingin bicara panjang lebar . Dahinya mengernyit ketika mendengar dering ponselnya dengan nama yang sangat ia kenal terpampang di layar pipihnya . Satria segera mengangkat panggilan itu mengabaikan berkas yang tadi ia tekuni .
" ..... "
" Dia baik baik saja ? Tetap disampingnya pastikan dia aman !! "
" ...... "
" Sapu bersih , jangan biarkan mereka mengganggu dia lagi "
" .... "
Satria menutup panggilan telponnya , disandarkannya bahunya dengan menghela nafas panjang . Salah satu orang yang ia tugaskan untuk menjaga Mika memberi laporan jika gadis itu baru saja di ganggu beberapa pemuda , walau penjaga itu telah berhasil mengatasinya tetap saja membuat Satria khawatir .
Satria sangat paham dengan Mika , gadis itu pasti akan sangat ketakutan saat ini . Satria memejamkan matanya mencoba meredam keinginannya untuk mendengar suara gadis polos itu karena ia tahu Reyhan sedang bersamanya . Satria hanya ingin memastikan gadis itu baik baik saja .
Fia yang sempat mendengar pembicaraan Satria di telpon hanya menahan gejolak hatinya . Ada cemburu yang sedang mengusik hatinya . Bagaimana tidak ? Satria benar benar memperlihatkan kekhawatirannya yang berlebih terhadap gadis bernama Mika itu .
Satria sampai melupakan pekerjaannya yang biasanya dia utamakan melebihi segalanya . Ada setitik air mata di sudut mata Fia yang langsung ia hapus kasar dengan punggung tangannya . Ia tak menyangka sesakit ini melihat pria pujaannya memuja gadis lain . Fia memilih pergi dari ruangan Satria daripada harus melihat pria itu sedang memikirkan gadis lain di hadapannya .
Satria berkali kali membuang nafasnya kasar , jika dihadapan yang lain ia bisa pura pura kuat dan tegar . Pura pura terlihat baik baik saja , tapi jauh di dalam hatinya ia merasakan sesuatu yang teramat perih . Dan rasa perih itu selalu ia abaikan karena ia berusaha tidak menjadi laki laki yang cengeng karena cinta .
Sampai lamunannya akhirnya buyar karena sang sekretaris sudah memintanya untuk datang keruang meeting . Seperti biasa hari ini dia disibukkan berbagai pekerjaannya sebagai seorang CEO . Hanya itu yang bisa membuatnya sedikit lupa dengan masalah hatinya . Suka tidak suka ia harus bisa memendam dalam semua perasaan yang membuatnya lemah .
Pulang dari kantornya pun ia tidak langsung ke apartemen , ia pergi ke sebuah kafe untuk sekedar mencari ketenangan . Ia memesan secangkir espresso pekat untuk menemani duduknya . Mungkin sedikit aneh bagi para pengunjung kafe disitu melihat seorang laki laki tampan duduk sendiri hanya ditemani secangkir kopi . Tapi seperti itulah Satria , ia lebih suka menyendiri daripada bersama teman yang ujung ujungnya cuma akan basa basi membicarakan soal tender atau bisnis .
Satria terlihat sangat menikmati kopinya , ia juga sedang membaca berita berita bisnis melalui ponsel pintarnya . Sampai sebuah notifikasi pesan masuk ke ponselnya . Sepertinya Fia mengiriminya sebuah pesan . Satria segera membuka pesan itu . Betapa terkejutnya ketika melihat apa yang tertulis di pesan itu .
Fia :. tolonnggg !!!
__ADS_1