
Sementara itu Mika masih memeluk erat suaminya , dia belum menyadari jika Bisma dan Bia sudah meninggalkan ruangan itu .
" Khawatir banget ya ? " goda Mike dengan mengecup puncak kepala istrinya bertubi tubi .
" Daddy mukul kamu sampai berdarah darah kaya gitu , kalau kamu sampai masuk rumah sakit terus siapa yang nganter aku pulang !! "
Mike terhenyak mendengar alasan sang istri menangisinya .. hanya karena khawatir jika tidak ada yang mengantarkannya pulang . Sungguh ingin sekali ia gigit wanita yang masih ada didekapannya ini . lngin sekali ia lemparkan ke ranjangnya dan ....
" Lanjut ke kamar aja yuk peluknya , pegel nih berdiri terus " Mike berkali kali menggelengkan kepalanya untuk mengusir pikiran pikiran kotornya .
" Ehhh .. "
Mika spontan mengurai pelukannya ia ingat ditempat itu masih ada Bisma dan Bia . Mike tersenyum ketika pandangan istrinya menelisik tempat itu .
" Daddy sama Mommy mana Bi ? "
" Kok.malah cariin mereka sih "
" Mika mau nanya sama Daddy kok bisa bisanya mukulin kamu sampai kaya gini " Mika menyentuh ujung bibir Mike yang sedikit lebam .
Mike tersenyum lebar sambil memejamkan matanya demi merasakan setiap sentuhan sang istri . Demi membelanya Mika ingin meminta penjelasan pada sang Daddy . Padahal sudah jelas jelas mereka sedang berolah raga melepas penat .
" Mi ... bantuin Abi ya "
" Bantuin apa ? "
" Tolong lepasin ini dulu , susah peluk kamu kalau masih pakai ini "
Mike menunjukkan kedua tangannya yang masih memakai sarung tinju . Sesaat mata sang istri menelisik , mungkin ia baru menyadari bahwa suaminya sedang memakai alat itu . Setelah Mika berhasil melepaskan kedua alat itu Mike serta Merta meneluk istrinya dengan erat , hal yang memang dari tadi ingin ia lakukan .
" Abiiii ... jangan kenceng kenceng !! Ngga bisa nafas Mika "
" Habis gemes sama kamu , imut banget ... istrinya siapa sih !! "
Bukannya mengendurkan pelukannnya Mike malah menggoyang goyangkan tubuh Mika ke kanan dan ke kiri . Mika memukul mukul dada suaminya yang hanya menggunakan kaos oblong over size walau itu belum bisa menghentikan perlakuan Mike padanya .
" Berhenti ngga ?!! Mika gigit nih ya kalau masih ngga berhenti "
" Gigit ??! Ya udah ... mau gigit yang mana ? lkhlas Abi " kata Mike malah menhentikan aksinya dan memejamkan kedua matanya seakan dia pasrah dengan balasan yang akan dia terima .
Mika mengambil lengan kekar Mike yang masih melingkar di pinggangnya . Dan Mika benar benar menggigit gemas lengan suaminya .
__ADS_1
" Awhhssss ... sayaaaanngg kok beneran gigit sih "
" Tadi Abi yang nantangin !!! "
" Awass ya ... Udah berani nakal sekarang "
Mike sontak membopong tubuh mungil istrinya hingga Mika berteriak teriak untuk diturunkan . Tapi sepertinya teriakan istrinya malah membuat senyumnya semakin lebar .
" Abi bales dikamar ya ... siap siap !! "
" Mommy !!!! Toloooonggg !! "
" Sssttt ... jangan panggil mommy , dia pasti lagi pawang ular kalau malem malem gini "
Mika sontak terdiam , dia baru menyadari kalau hari memang sudah malam . Dia lupa kalau saat ini masih dalam rengkuhan suaminya .
" Abi .. "
" Ya sayang "
" Emang Mommy ngga takut sama ular ?? Ngga nyangka Mika , diam diam Mommy bisa jadi pawang ular . Ular apa yang berkeliaran di kamar Mommy ? "
" Ular python " jawab Mike sekenanya . Ternyata istrinya masih sepolos itu .
" Engga jadi ... udah terlalu malam . Abi mau minta tolong dong , tolong bukain pintunya "
Ternyata mereka sudah berada di depan kamar mereka .
" Ya makanya turunin Mika dulu "
" Engga !! Sebelum Abi bales yang tadi "
Muka Mika mendadak pucat ketika membayangkan tentang ' pembalasan ' suaminya . Yang terlintas di pikirannya malah Mike akan membalasnya dengan menggigit tangannya hingga berdarah darah .
Mike menurunkan pelan tubuh Mika di ranjang empuknya , sepertinya gadis itu masih bergelut dengan pikirannya sendiri . Mike menyentil pelan dahi sang istri yang masih melamun .
" Aww ... "
" Lagi bayangin apa ? "
" Memangnya Mommy ngga takut sama ular phyton ? Phyton kan yang sering makan orang Bi "
__ADS_1
" Ckk kirain mikir apa . Phytonnya udah jinak , udah mau dua puluh lima tahun dipiara "
" Hahhh ... masa sih , tua banget ya "
" Haish kok jadi ngomongin Mommy sih . Ini Abi mau pembalasan . Mau digigit yang mana nih " Mike ikut merebahkan tubuhnya diatas Mika dengan kedua lengannya menjadi tumpuan .
" Dosa tau ... jadi orang ngga boleh dendam . Apalagi sama istri sendiri "
Mika mengerucutkan bibirnya kesal terhadap suaminya . Sungguh Mike tak bisa lagi menahan rasa gemasnya pada istri mungilnya . Perlahan ia mengusap bibir Mika dengan ibu jarinya , nafasnya sudah mulai tidak beraturan .
" Sayang ... boleh ??? "
Mike masih mengusap bibir sang istri yang selama ini sudah sangat menguji jiwa laki lakinya . Mika hanya terpaku dibawah Kungkungan suaminya . Bibirnya tak mau bergerak walaupun ia ingin sekali mengijinkan , tak ada alasan untuk Mika menolak walau saat ini jantungnya berdegup kencang .
Tak mendapat jawaban membuat Mike mengurungkan niatnya , ia berpikir Mika belum siap menerimanya . Mike tahu butuh waktu agar mereka menjadi lebih dekat . Walaupun ia mengurungkan niatnya tapi Mike sempat mengecup kening Mika cukup lama . Ia salurkan semua rasa sayangnya melalui kecupan itu .
Mika seolah bisa merasakan dan membaca perasaan suaminya . Tak terasa air matanya menetes terharu karena merasakan betapa Mike sangat mencintai dan menjaga dirinya .
" Heyyy kok nangis ... maaf ya ! Abi ngga punya maksud nyakiti kamu "
Mike buru buru bangkit menyadari perbuatannya yang mungkin sudah membuat luka istrinya . Tapi betapa terkejutnya dia ketika Mika malah menahan tangannya agar tetap berada pada posisinya .
CUPPP ...
Mike memegang pipi kanannya yang baru saja mendapat sebuah kecupan dari Mika . Sejenak ia tak percaya dengan kecupan yang diberikan oleh gadis yang telah menjadi istrinya tersebut .
Mika menutupi wajahnya dengan menggunakan kedua tangannya , jika bisa saat ini dia ingin bersembunyi di kutub Utara agar Mike tidak bisa melihatnya . Senyum mengembang di wajah Mike yang tadinya sempat khawatir telah membuat istrinya bersedih .
" Sayang Mika "
Kata Mike menirukan jargon dua kembar botak yang menyayangi kakak perempuannya .
" Sayang Abi .... "
Dengan lembut Mike membuka kedua tangan yang menyembunyikan wajah cantik istrinya . Dikecupnya kembali kening Mika dengan lembut , turun pada kedua matanya yang masih terpejam . Kedua pipi yang merona itu juga dikecupnya dengan gemas hingga sampai di belahan kenyal beraroma Cherry yang selama ini membuatnya gila .
Disapunya dengan lembut bibir merah tanpa polesan itu . Merasa mendapat lampu hijau Mike mengecup singkat bibir yang setengah terbuka itu . Ingin sekali ia ********** , ingin sekali lidahnya menerobos masuk kesana untuk mengabsen setiap inchi yang didalamnya , ingin sekali lidahnya membelit lidah yang seringkali berkata dengan polos itu .
" Abi mandi dulu ya .. gerah banget "
Mike bangkit dan berjalan cepat menuju kamar mandi . Rautnya yang merah seperti sedang menahan sesuatu . Mika hanya bisa menatap suaminya yang berjalan tanpa sedikitpun menoleh padanya . Ada sekelumit rasa kecewa ketika sekali lagi sang suami meninggalkannya .
__ADS_1
Sementara di kamar mandi Mike mengguyur tubuhnya dengan air dingin , berharap sesuatu yang telah berkobar dalam dirinya akan segera padam .
" Ohh God .. berat banget sih cobaannya . Lapangkan hati hamba selalu " gumamnya sambil terus mengguyur kepalanya dibawah shower yang mengucur deras .