Belong To Me

Belong To Me
94 . Cobaan Yang Berat


__ADS_3

Sementara itu Mika masih memeluk erat suaminya , dia belum menyadari jika Bisma dan Bia sudah meninggalkan ruangan itu .


" Khawatir banget ya ? " goda Mike dengan mengecup puncak kepala istrinya bertubi tubi .


" Daddy mukul kamu sampai berdarah darah kaya gitu , kalau kamu sampai masuk rumah sakit terus siapa yang nganter aku pulang !! "


Mike terhenyak mendengar alasan sang istri menangisinya .. hanya karena khawatir jika tidak ada yang mengantarkannya pulang . Sungguh ingin sekali ia gigit wanita yang masih ada didekapannya ini . lngin sekali ia lemparkan ke ranjangnya dan ....


" Lanjut ke kamar aja yuk peluknya , pegel nih berdiri terus " Mike berkali kali menggelengkan kepalanya untuk mengusir pikiran pikiran kotornya .


" Ehhh .. "


Mika spontan mengurai pelukannya ia ingat ditempat itu masih ada Bisma dan Bia . Mike tersenyum ketika pandangan istrinya menelisik tempat itu .


" Daddy sama Mommy mana Bi ? "


" Kok.malah cariin mereka sih "


" Mika mau nanya sama Daddy kok bisa bisanya mukulin kamu sampai kaya gini " Mika menyentuh ujung bibir Mike yang sedikit lebam .


Mike tersenyum lebar sambil memejamkan matanya demi merasakan setiap sentuhan sang istri . Demi membelanya Mika ingin meminta penjelasan pada sang Daddy . Padahal sudah jelas jelas mereka sedang berolah raga melepas penat .


" Mi ... bantuin Abi ya "


" Bantuin apa ? "


" Tolong lepasin ini dulu , susah peluk kamu kalau masih pakai ini "


Mike menunjukkan kedua tangannya yang masih memakai sarung tinju . Sesaat mata sang istri menelisik , mungkin ia baru menyadari bahwa suaminya sedang memakai alat itu . Setelah Mika berhasil melepaskan kedua alat itu Mike serta Merta meneluk istrinya dengan erat , hal yang memang dari tadi ingin ia lakukan .


" Abiiii ... jangan kenceng kenceng !! Ngga bisa nafas Mika "


" Habis gemes sama kamu , imut banget ... istrinya siapa sih !! "


Bukannya mengendurkan pelukannnya Mike malah menggoyang goyangkan tubuh Mika ke kanan dan ke kiri . Mika memukul mukul dada suaminya yang hanya menggunakan kaos oblong over size walau itu belum bisa menghentikan perlakuan Mike padanya .


" Berhenti ngga ?!! Mika gigit nih ya kalau masih ngga berhenti "


" Gigit ??! Ya udah ... mau gigit yang mana ? lkhlas Abi " kata Mike malah menhentikan aksinya dan memejamkan kedua matanya seakan dia pasrah dengan balasan yang akan dia terima .


Mika mengambil lengan kekar Mike yang masih melingkar di pinggangnya . Dan Mika benar benar menggigit gemas lengan suaminya .

__ADS_1


" Awhhssss ... sayaaaanngg kok beneran gigit sih "


" Tadi Abi yang nantangin !!! "


" Awass ya ... Udah berani nakal sekarang "


Mike sontak membopong tubuh mungil istrinya hingga Mika berteriak teriak untuk diturunkan . Tapi sepertinya teriakan istrinya malah membuat senyumnya semakin lebar .


" Abi bales dikamar ya ... siap siap !! "


" Mommy !!!! Toloooonggg !! "


" Sssttt ... jangan panggil mommy , dia pasti lagi pawang ular kalau malem malem gini "


Mika sontak terdiam , dia baru menyadari kalau hari memang sudah malam . Dia lupa kalau saat ini masih dalam rengkuhan suaminya .


" Abi .. "


" Ya sayang "


" Emang Mommy ngga takut sama ular ?? Ngga nyangka Mika , diam diam Mommy bisa jadi pawang ular . Ular apa yang berkeliaran di kamar Mommy ? "


" Ular python " jawab Mike sekenanya . Ternyata istrinya masih sepolos itu .


" Engga jadi ... udah terlalu malam . Abi mau minta tolong dong , tolong bukain pintunya "


Ternyata mereka sudah berada di depan kamar mereka .


" Ya makanya turunin Mika dulu "


" Engga !! Sebelum Abi bales yang tadi "


Muka Mika mendadak pucat ketika membayangkan tentang ' pembalasan ' suaminya . Yang terlintas di pikirannya malah Mike akan membalasnya dengan menggigit tangannya hingga berdarah darah .


Mike menurunkan pelan tubuh Mika di ranjang empuknya , sepertinya gadis itu masih bergelut dengan pikirannya sendiri . Mike menyentil pelan dahi sang istri yang masih melamun .


" Aww ... "


" Lagi bayangin apa ? "


" Memangnya Mommy ngga takut sama ular phyton ? Phyton kan yang sering makan orang Bi "

__ADS_1


" Ckk kirain mikir apa . Phytonnya udah jinak , udah mau dua puluh lima tahun dipiara "


" Hahhh ... masa sih , tua banget ya "


" Haish kok jadi ngomongin Mommy sih . Ini Abi mau pembalasan . Mau digigit yang mana nih " Mike ikut merebahkan tubuhnya diatas Mika dengan kedua lengannya menjadi tumpuan .


" Dosa tau ... jadi orang ngga boleh dendam . Apalagi sama istri sendiri "


Mika mengerucutkan bibirnya kesal terhadap suaminya . Sungguh Mike tak bisa lagi menahan rasa gemasnya pada istri mungilnya . Perlahan ia mengusap bibir Mika dengan ibu jarinya , nafasnya sudah mulai tidak beraturan .


" Sayang ... boleh ??? "


Mike masih mengusap bibir sang istri yang selama ini sudah sangat menguji jiwa laki lakinya . Mika hanya terpaku dibawah Kungkungan suaminya . Bibirnya tak mau bergerak walaupun ia ingin sekali mengijinkan , tak ada alasan untuk Mika menolak walau saat ini jantungnya berdegup kencang .


Tak mendapat jawaban membuat Mike mengurungkan niatnya , ia berpikir Mika belum siap menerimanya . Mike tahu butuh waktu agar mereka menjadi lebih dekat . Walaupun ia mengurungkan niatnya tapi Mike sempat mengecup kening Mika cukup lama . Ia salurkan semua rasa sayangnya melalui kecupan itu .


Mika seolah bisa merasakan dan membaca perasaan suaminya . Tak terasa air matanya menetes terharu karena merasakan betapa Mike sangat mencintai dan menjaga dirinya .


" Heyyy kok nangis ... maaf ya ! Abi ngga punya maksud nyakiti kamu "


Mike buru buru bangkit menyadari perbuatannya yang mungkin sudah membuat luka istrinya . Tapi betapa terkejutnya dia ketika Mika malah menahan tangannya agar tetap berada pada posisinya .


CUPPP ...


Mike memegang pipi kanannya yang baru saja mendapat sebuah kecupan dari Mika . Sejenak ia tak percaya dengan kecupan yang diberikan oleh gadis yang telah menjadi istrinya tersebut .


Mika menutupi wajahnya dengan menggunakan kedua tangannya , jika bisa saat ini dia ingin bersembunyi di kutub Utara agar Mike tidak bisa melihatnya . Senyum mengembang di wajah Mike yang tadinya sempat khawatir telah membuat istrinya bersedih .


" Sayang Mika "


Kata Mike menirukan jargon dua kembar botak yang menyayangi kakak perempuannya .


" Sayang Abi .... "


Dengan lembut Mike membuka kedua tangan yang menyembunyikan wajah cantik istrinya . Dikecupnya kembali kening Mika dengan lembut , turun pada kedua matanya yang masih terpejam . Kedua pipi yang merona itu juga dikecupnya dengan gemas hingga sampai di belahan kenyal beraroma Cherry yang selama ini membuatnya gila .


Disapunya dengan lembut bibir merah tanpa polesan itu . Merasa mendapat lampu hijau Mike mengecup singkat bibir yang setengah terbuka itu . Ingin sekali ia ********** , ingin sekali lidahnya menerobos masuk kesana untuk mengabsen setiap inchi yang didalamnya , ingin sekali lidahnya membelit lidah yang seringkali berkata dengan polos itu .


" Abi mandi dulu ya .. gerah banget "


Mike bangkit dan berjalan cepat menuju kamar mandi . Rautnya yang merah seperti sedang menahan sesuatu . Mika hanya bisa menatap suaminya yang berjalan tanpa sedikitpun menoleh padanya . Ada sekelumit rasa kecewa ketika sekali lagi sang suami meninggalkannya .

__ADS_1


Sementara di kamar mandi Mike mengguyur tubuhnya dengan air dingin , berharap sesuatu yang telah berkobar dalam dirinya akan segera padam .


" Ohh God .. berat banget sih cobaannya . Lapangkan hati hamba selalu " gumamnya sambil terus mengguyur kepalanya dibawah shower yang mengucur deras .


__ADS_2