Belong To Me

Belong To Me
12 . Hati vs Logika


__ADS_3

Munir terkekeh melihat putranya yang sedari tadi mengulas senyum . Baru saja mereka meninggalkan rumah sederhana itu . Baru kali ini Munir melihat seorang Satria Wiratama bisa cepat akrab dengan perempuan , bahkan tadi dia sempat mendengar putranya tertawa lepas saat bersama Mika di kebun belakang .


Lain halnya dengan Satria , pandangannya terlihat keluar jendela tapi sebenarnya memorinya sedang mengulang kejadian ketika ia dan Mika berada di kebun belakang rumah . Gadis itu nyaris saja nekat memanjat pohon mangga yang memang tidak terlalu tinggi , ia ingin mengambil mangga muda untuk Satria .


Menurutnya Satria harus memakan mangga itu agar berat badannya tidak naik drastis . Karena sebelum nya ia memuji masakan Mika dan ibunya dan berkata mungkin berat badannya bisa naik lima kilo . Dan gadis itu ternyata menanggapinya dengan serius .


Mika bilang jika mangga muda bisa menguras lemak di perut Satria . Ya , sepertinya bukan cuma lemak yang terkuras tapi seluruh isi perutnya bisa terkuras habis karena memakan buah yang rasanya asam itu .


Jantungnya terasa terpacu lebih cepat ketika tadi tangan mungil itu menyentuh tangannya . Hidupnya terasa lebih berwarna ketika mendengar celotehan celotehan dari mulut mungil itu . Bahasa tubuh yang tidak dibuat buat , murni belum tersentuh polesan warna . Membuat gadis itu terlihat istimewa , cantik !


Ehh .. Satria meraup kasar wajahnya , untuk sesaat gadis itu mampu menguasai hati dan pikirannya . la melirik papanya yang masih terkekeh ketika melihat tingkahnya .


" Apaan sih Pah "


" Cantik kan ??!! "


" lyaaaaa ... cantiikkk !!! "


Dan Munir tidak bisa menahan tawanya ketika melihat Satria tambah salah tingkah .


" Tadi Papa dan pamanmu membicarakan tentang ulang tahun Mika yang tinggal beberapa Minggu lagi . Papa ingin ulang tahunnya yang ke tujuh belas diadakan di salah satu hotel kita . Tapi paman dan bibimu menolak . Mereka ingin acara ulang tahun Mika diadakan seperti tahun tahun sebelumnya , dirumah dan hanya bersama keluarga . Mereka tak mau Papa terlalu memanjakan Mika "


" Satria mengerti Pah . Sepertinya Mika juga tak akan suka dengan acara yang terlalu mewah "


" Tadi kami juga sepakat tentang hubungan kalian "


" Maksud Papa ?? " Satria memberikan tatapan menyelidik pada pria yang sudah dua puluh empat tahun ini menjadi papa , guru sekaligus sahabat untuknya .

__ADS_1


" Papa dan pamanmu ingin menjodohkan kalian . Papa ingin Mika benar benar menjadi keluarga kita , putri Papa "


" Satria sangat paham dengan keinginan Papa , tapi Mika masih terlalu muda . Biarkan dia menikmati masa mudanya . Jika pun berjodoh kami pasti bertemu suatu saat . Satria akui Mika sangat cantik tapi Satria tidak akan pernah memaksakan cinta pada seorang wanita . Biarkan cinta datang pada orang yang tepat Pah "


Munir menghela nafas panjang , tapi begitulah sifat putra sulungnya . Selalu memandang segala sesuatu dari sudut pandang orang lain , tidak pernah memaksakan kehendak . Munir tahu tak akan pernah bisa memaksa putranya .


" Dan mungkin Satria tidak bisa datang ke acara ulang tahun itu Pah , minggu depan Satria berangkat ke Dubai . Mungkin akan sedikit lama disana , mungkin beberapa bulan "


" Ckk .. kenapa otakmu selalu memikirkan bisnis ? Kapan kau akan memikirkan cucu untuk Papa ? "


Giliran Satria yang terkekeh mendengar keluhan papanya . Baru kali ini papanya berbicara tentang cucu , mungkin dia merasa sepi dirumah . Butuh seseorang untuk menemani kesehariannya .


" Setelah urusan di Dubai selesai Satria akan pikirkan untuk menikah "


Baru saja Munir ingin mengungkapkan kebahagiaannya , Satria meneruskan kata katanya ..


Seketika raut wajah pria tua itu berubah datar , padahal tadi sudah senang ketika mendengar putranya ingin menikah .


#


Sementara itu di sebuah kamar seorang gadis juga sedang tersenyum senyum sendiri , kadang kedua tangannya ia tangkupkan pada wajahnya . Sangat terlihat jika ia sedang bahagia .


" lhhhh .. seneng banget , kesampaian juga Deket sama pak guru ganteng , ehh Mas Satria . Ngga nyangka kalau Mas Satria anaknya Paman Munir "


Memang dari pertama melihat Satria saat pertama masuk sekolah Mika sudah merasa suka pada guru itu . Selain baik dan ramah Satria juga memiliki fisik yang sempurna . Kedewasaan dan kesabarannya menghadapi murid murid di kelasnya membuat Mika kagum dengan sosok Satria .


Di ruang depan Hadinata dan istrinya sedang berbincang , setelah pertemuan makan siang tadi sepertinya mereka perlu membicarakan banyak hal .

__ADS_1


" Mas Munir kok kayanya sayang banget Yah sama Mika ! Sampai ulang tahun aja pengen dirayain dihotel punya nak Satria . Padahal hadiah buat Mika aja udah luar biasa buat kita "


" Bukan kayanya lagi Bu , Munir memang sudah sayang banget sama anak kita . Tadi saja dia sempat mengutarakan keinginannya untuk mengambil Mika jadi menantunya "


" Maksudnya Mika mau dijodohin sama nak Satria Yah ? lbu setuju banget kalau itu sih , Satria baik banget ganteng pula "


" Biar anak anak yang menentukan jalannya sendiri Bu , nak Satria punya pergaulan yang luas . Pasti dia sudah punya pilihan sendiri "


Retno cuma mengangguk tanda ia paham dengan apa yang dikatakan suaminya . Nyatanya suaminya mungkin benar , tidak mungkin seorang Satria yang merupakan pebisnis handal kaya raya dan tampan belum mempunyai seorang kekasih disisinya .


Memaksakan hubungan antara mereka berdua mungkin malah akan menyakiti putrinya atau malah keduanya . Tapi dalam hati Retno berdoa agar putrinya bisa berjodoh dengan orang baik yang bisa benar benar mencintai putrinya apa adanya . Walaupun begitu masih ada sebersit keinginan untuk memiliki keinginan untuk memiliki menantu seperti Satria 😄.


Ternyata Mika mendengar semua yang dibicarakan kedua orang tuanya , tadi setelah mengambil air minum di dapur tak sengaja ia mendengar namanya disebut hingga kemudian ia mendekat untuk mendengar lebih lanjut .


Senyum mengembang di bibirnya ketika mendengar niatan pamannya yang ingin menjodohkannya dengan Satria . Tak ia pungkiri ia merasa senang dengan rencana itu . Bukankah mendapat pria seperti Satria adalah harapan semua perempuan ?


Tapi ia juga membenarkan pendapat ayahnya yang mengatakan bahwa dengan semua kelebihan yang dimiliki Satria tidak mungkin saat ini dia tidak memiliki wanita disampingnya .


Perlahan Mika kembali ke kamarnya , walaupun kata kata kedua orang tuanya tadi sempat membuat kacau pikirannya tapi ia berusaha menyikapi dengan pikiran terbuka .


" Mikaaa jangan kecentilan ingat kamu masih sekolah . Bahagiakan dulu ayah dan ibumu . Jangan mikirin cowok ... jangan mikirin Satria . Besok mau ujian fokus ke pelajaran . Please Mikaaa kamu bisaaaa .. !! " Mika bergumam sendiri untuk memantapkan hatinya .


" Tapi Satria memang ganteng , baik trus pinter ! Kalau cuma kagum kan ngga apa apa " tiba tiba suara hati Mika mencari pembenaran .


Dan akhirnya suara hati Mika berperang dengan logikanya . Suara hatinya membolehkan Mika kagum dengan sosok Satria sedang logikanya tak memperbolehkan karena cinta mungkin berawal dari rasa kagum itu sendiri .


Sampai akhirnya Mika tertidur , tanpa dia tahu seseorang disana juga sedang mengalami apa yang dia rasakan sekarang . Berperang dengan hati dan logikanya .

__ADS_1


__ADS_2