Belong To Me

Belong To Me
33. Sang Penjaga


__ADS_3

" Apa kau sudah gila ??!!!! "


Munir berteriak kepada laki laki muda yang sedang duduk didepannya . Saat ini mereka berbeda di mansion utama tepatnya ada diruang kerja milik Munir .


" Pertama kali melihatnya aku sudah tergila gila Pa , ini juga untuk kebaikan kami "


Minggu siang itu Reyhan mengunjungi Papanya karena ingin membicarakan sesuatu . Reyhan ingin mengikat Mika dalam sebuah pernikahan sebelum dia berangkat untuk kuliah di London yang hanya dalam beberapa Minggu lagi .


Keputusan ini diambilnya bukan semata mata karena nafsu sesaatnya , sudah berkali kali ia lihat Mika selalu saja menjadi incaran para kumbang . Dan Reyhan tak mau mengambil resiko Mika menjadi milik orang lain ketika ia sedang berada di negeri orang untuk menuntut ilmu .


" Kau pikir nikah itu main main hahh ??!! Setelah menikah kau punya tanggung jawab besar kepada istrimu . Bagaimana kau bisa bertanggung jawab pada istrimu jika kau saja masih bersekolah "


Munir memijit pelipisnya tak habis pikir dengan putra bungsunya kali ini , jika pemuda lain mungkin akan berpikiran untuk menikmati masa pacaran dulu sedang Reyhan malah memikirkan pernikahan diusianya yang masih sangat muda .


" Jika yang Papa maksud dengan tanggung jawab adalah soal nafkah lahir , alhamdulilah Reyhan punya beberapa kafe yang hasilnya lebih dari cukup untuk bisa Reyhan gunakan menafkahi istri Reyhan Pa . Mungkin nominalnya tidak sebesar yang bisa papa kasih ke mama , tapi Reyhan yakin bisa mencukupi kebutuhan Mika Pa "


Beberapa bulan terakhir ini Reyhan dan Arman memang sudah mengembangkan usaha mereka dibeberapa kota lain . Dan semua berkembang dengan sangat baik . Mereka juga sudah menunjuk orang orang yang berkompeten untuk menghandle masing masing kafe itu hingga mereka tak lagi direpotkan dengan masalah pembukuan ataupun lainnya . Mereka fokus pada pendidikan yang akan mereka tempuh .


" Tapi untuk nafkah batin Reyhan akan menunggu kesiapan Mika " ujar Reyhan mantap . Jika bisa ia tidak akan memaksakan haknya kalau sudah benar benar menjadi suami dari gadis pujaannya .


" Kau yakin ?! "


" Jika tidak pun maka Reyhan akan mengabulkan permintaan Papa bukan ? Papa akan segera punya cucu " ujar Reyhan dengan tersenyum lebar . Karena dirinya pun belum yakin akan bisa mengendalikan diri jika berada di dekat gadis yang ia klaim sebagai miliknya itu . Dan perkataannya sukses mendapat hadiah lemparan pulpen dari sang Papa .


" Gimana Pa? Nanti sore kita lamar Mika ? "


Munir menghela nafas panjang untung ia tidak punya riwayat penyakit jantung jika tidak mungkin saat ini ia sudah unfall mendengar permintaan putranya .


" Apa kau sudah bicarakan hal ini dengan Baby Mika ? "


" Belum "


" Apa kau sudah menyentuhnya bocah


tengik ?! "


Reyhan menatap papanya mencoba mencerna arah pembicaraannya .

__ADS_1


" Ckk .. nyium aja baru sekali itu aja Reyhan udah habis dicubitin sama Mika "


" Haisshhh anak ini " Munir menyandarkan badan dan kepalanya di kursi kebesarannya .


" Papa akan bicarakan dengan Paman Hadi , jika dia setuju maka akan kita lakukan maumu , itupun jika Baby Mika juga menyetujuinya " akhirnya Munir mengalah , tak ada salahnya membicarakan rencana ini dengan Hadinata . Lagipula jika semua setuju maka impiannya menjadikan Mika putrinya akan segera terwujud . Dan mungkin impiannya yang lain tentang mempunyai cucu juga akan terwujud . Dan ini rencana paling gila yang pernah dia punya , menikahkan putranya dengan umur yang masih sangat belia .


Sepulang Reyhan dari mansionnya Munir masih terduduk di kursi kerjanya . Otaknya merekam ulang apa yang tadi ia bicarakan dengan putra bungsunya . Entah kenapa sekarang yang terlintas dipikirannya malah putra sulungnya , Satria Wiratama .


Sebagai seorang papa kadang dia tahu bahwa dia sudah sangat keterlaluan pada putra sulungnya itu selama ini . Munir benar benar mengajari Satria dengan keras , dia berusaha menjadikan Satria seperti dirinya . Menjadi seorang pengusaha handal sang disegani semua kalangan .


Walaupun usahanya terwujud , ada sesal di hati Munir karena dia lebih menunjukkan sisi tegasnya daripada sisi sayangnya pada putra yang selalu menunjukkan rasa hormatnya itu .


Munir juga sangat paham bahwa Satria mempunyai rasa untuk Mika , entah kenapa putra sulungnya itu menjauh pergi ke Dubay dengan alasan bisnis . Kini ia tahu alasannya ! Satria mengalah .. selalu begitu , ia akan melakukan apa saja untuk kebahagiaan sang adik .


Munir mengambil ponselnya dan terlihat menelpon seseorang .


" Mas Hadi ? Sepertinya kita harus bicara tentang anak anak kita "


#


Sementara itu Reyhan selalu menebar senyum setelah pulang dari mansion papanya . Bahkan saat ini singa itu bersenandung di dalam mobilnya , sampai dering ponsel menghentikannya . Dia melihat layar pipihnya , nama Edgar terpampang disitu . Reyhan segera menepikan mobilnya di jalan yang tidak terlalu ramai dan menerima panggilan itu .


" .... "


" Apa ?!! Jaga dia , aku kesana sekarang "


Reyhan menutup panggilannya dan segera melesatkan mobilnya . Salah satu temannya yang bernama Edgar mengabarkan bahwa dia sedang melihat Mika di sebuah warung bakso dan sedang di goda oleh beberapa pemuda yang juga sedang makan disitu .


Edgar yang niat pertama hanya membeli rokok yang berada di dekat warung bakso melihat kucing kecilnya Reyhan sedang ketakutan langsung menghampirinya . Terjadi baku hantam antara Edgar dan tiga pemuda itu , dan Edgar tentu saja berhasil menjadi pemenangnya tanpa luka yang berarti .


Reyhan turun dari mobilnya dengan tergesa , dia ingin segera bertemu gadisnya untuk memastikan keadaannya .


" Sayang kamu nggak apa apa ?!! "


Reyhan mengelus pucuk kepala Mika dan melihat gadisnya dengan intens , takut terjadi sesuatu dengan gadisnya . Tapi gadis itu hanya menggeleng lemah . Reyhan duduk disamping gadisnya kemudian ia menatap Edgar yang masih disitu duduk tepat di depan Mika .


" Mana begundal begundal itu ?!! "

__ADS_1


" Udah gue beresin , nunggu elo kelamaan . Udah gatel tangan gue "


" Ya kan gue bukan Superman yang bisa terbang langsung kesini , jalanan sempet macet tadi . Tapi makasih ya udah jagain cewek gue "


Reyhan menepuk bahu Edgar pelan , dulu Edgar juga pernah membantunya saat peristiwa gadisnya yang akan dicelakakan oleh dua wanita ular teman sekolahnya .


" Elo ngga apa apa kan ? " Reyhan sedikit heran melihat keadaan Edgar , tak ada sedikitpun luka yang terlihat . Padahal dia barusan melawan tiga orang pemuda .


" Ckk baru tiga mahh keciiillll ...sepuluh orang juga gue jabanin . Lagian juga udah tugas gue "


" Tugas elo ? Maksudnya ? "


" Ya elaahhh ... masa iya gue diem aja lihat kucing kecil elo lagi digodain . Bukan cuma gue , empat setan temen loe itu juga akan ngelakuin hal yang sama kaya gue " jawab Edgar sekenanya sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal .


" Maaf Mika udah banyak ngrepotin orang , kak Edgar makasih ya " cicit Mika .


" Jangan bilang makasih terus dong cantik ! Kan sesama manusia harus saling membantu . Ya kan Rey ? "


Reyhan hanya memutar bola matanya malas mendengar kata kata Edgar . Dia tidak suka jika gadisnya dipuji laki laki lain .


" Ya udah pergi sonoo .. udah ada gue yang jagain Mika "


" lyaaaa .. gue pergi . Bye Mika cantik , lain kali hati hati ya ! Kalau mau keluar jalan jalan telpon kak Edgar aja "


" Mau mati loe !!!! "


Edgar tertawa terbahak sambil keluar dari warung bakso yang lumayan besar itu . Sesampai di mobilnya dia menelpon seseorang dengan raut wajah serius .


" Halo Bang Satria ! Tadi ada semut yang mau mengganggu tuan putri tapi udah aku beresin "


" ..... "


" Tuan putri udah sama Reyhan sekarang "


" ..... "


" Baik bang , aku lacak mereka sekarang . Aku pastikan mereka nggak akan pernah ganggu tuan putri lagi "

__ADS_1


Edgar menghembuskan nafas kasar , selama ini dirinyalah yang ditugaskan untuk mengawasi Mika oleh Satria . Satria pernah menolong perusahaan orang tuanya dari kebangkrutan dan ketika Satria meminta tolong padanya untuk menjaga Mika , dia dengan senang hati melakukannya . Lagipula Satria selalu mentransfer uang dengan nilai yang lumayan banyak untuknya walau Edgar selalu menolaknya .


Dan sampai saat ini Satria yang masih menopang keuangan perusahaan keluarganya . Satria pernah berkata akan membantu sampai perusahaan kedua orang tuanya bisa kembali seperti semula .


__ADS_2