
Hari ini adalah hari pernikahan Arman dan Sita . Dan Mika begitu antusias untuk menyambutnya . Tak henti hentinya Mike mengingatkan agar istri kecilnya diam di sisinya agar tidak terlalu kelelahan .
Acara akad mereka diadakan di rumah pengantin wanita , sedang malam resepsi diadakan di salah satu hotel Dananjaya . Warna putih dan merah muda sangat mendominasi ruangan itu , Mika yang mengatur semua pernak pernik atas permintaan Sita dibantu tenaga dari WO .
Ruangan untuk akad di desain Mika tetap dengan simple tapi elegan .
Mika meneteskan air matanya saat melihat dua orang sahabatnya sudah selesai melakukan akad . Dia bahagia akhirnya sahabat yang selama ini menjadi teman saat senang maupun susah sudah mendapat sandaran hidup .
Mike merengkuh pinggang istrinya , Mike mengira Mika teringat dengan akad mereka yang dilakukan sangat sederhana di rumah sakit .
Waktu itu setelah masa berkabung selesai Bia pernah menawarkan resepsi untuk pernikahannya , tapi Mika menolaknya . Hingga akhirnya resepsi dilakukan hanya dengan cara makan malam dengan mengundang beberapa relasi perusahaan dan beberapa teman wartawan untuk membantu mengumumkan menantu Dananjaya pada khalayak .
" Hai .. "
Mika berjengit kaget ketika mendengar suara yang sangat ia kenali di belakangnya . Seketika ia menoleh dan melihat Reyhan bersama seorang wanita cantik di sampingnya .
" Hai Rey ... lni pasti Nita ya . Hai Nitaaa .. !! "
Mike tersenyum sinis melihat Reyhan yang bahkan tidak dilirik sama sekali oleh istrinya . Mika malah memeluk Nita . Dua wanita itu sepertinya terlihat akrab padahal baru sekali ini mereka bertemu .
Tanpa sepengetahuan Rey , Nita dan Mika ternyata sering bertukar pesan . Nita sering mencurahkan isi hatinya pada Mika karena wanita yang lebih muda darinya itu adalah pendengar yang baik . Mika juga mampu memberi solusi untuk semua masalahnya dengan cara yang sederhana .
Dan kini Nita mengerti kenapa semua orang sangat menyayangi Mika. Selain cantik , dia adalah wanita dengan hati bersih dan memiliki sifat sangat sederhana .
" Sayang , Abi sambil makanan buat kamu dulu . Stay here jangan kemana mana , inget kata dokter kalau kamu ngga boleh capek capek " Mike sengaja menekan kata sayang agar laki laki menyebalkan disampingnya mendengarnya .
" Lhohh kamu lagi sakit Mika ?? " tanya Nita khawatir .
" She's pregnant " sambar Mike sambil mengecup bibir Mika sekilas sebelum pergi mengambil cemilan untuk istrinya .
Hatinya bersorak senang ketika melihat ekspresi wajah masam Reyhan . Entahlah tapi Mike merasa bahagia jika melihat Reyhan menderita . Sisi kekanakan Mike muncul begitu saja , ia ingin menunjukkan kepemilikannya pada Mika . Ya , Mika hanya miliknya seutuhnya !
" Waaahhh selamat ya .. berapa bulan ? "
" Baru enam Minggu "
Reyhan hanya membuang muka mendengar semua itu . Nita yang menyadari suasana hati Reyhan segera menggenggam tangan suaminya .
Arman dan Sita terlihat mendatangi mereka , acara yang hanya di datangi oleh kerabat dekat membuat acara pernikahan ini terlihat lebih santai .
__ADS_1
" Gue pinjem suami elo sebentar Nit ! "
Arman menarik jas yang Reyhan kenakan agar sahabatnya segera pergi mengikutinya . Reyhan berdecak malas mendapat perlakuan seperti itu .
Arman juga memberi kode pada Mike untuk duduk bersama mereka setelah laki laki bule itu menyerahkan makanan untuk istri kecilnya .
" lni pernikahan gue , awas ya kalau kalian berdua berdua bikin masalah disini !! Persetan mau kalian Dananjaya atau Wiratama , sumpah gue bunuh elo berdua kalau bikin pesta gue kacau !! "
Bukan tanpa alasan Arman berkata seperti itu , karena dari tadi ia sangat bisa merasakan aura permusuhan dua laki laki itu .
" That bastard looks at my wife with disgusting eyes ( Baj*Ngan itu melihat istriku dengan tatapan yang menjijikkan ) . Kau bisa melihatnya sendiri kan ?! "
" Normal kan jika aku suka melihat wanita cantik ? Kau pikir hanya kau yang punya istri cantik , matamu tidak buta kan ?! " sinis Rey yang langsung membuat Mike berdiri ingin memukulnya .
Tapi Arman sudah terlebih dahulu menarik bahu Mike hingga pria bertubuh besar itu kembali duduk .
" Oh My .... kalian benar benar !!! Seharusnya kalian memberiku saran gaya apa yang akan ku pakai nanti malam agar bisa bertahan sampai pagi . Bukan malah bertengkar meributkan wanita " ujar Arman dengan memijat pelipisnya .
Mike dan Reyhan saling melirik sinis kemudian membuang pandangan mereka . Arman kaget dan membuka matanya ketika salah satu pria di depannya bersuara .
" Pakai gaya klasik aja , gue yakin istri elo belum punya pengalaman " kata Reyhan .
Ha .. ha .. ha
Reyhan dan Mike ber tos tangan sambil tertawa terbahak .
" Ya Tuhan ... kalian memang sama sama menyebalkan " kata Arman yang melihat dua orang yang baru saja ingin baku hantam itu sekarang malah sedang tertawa bersama .
" Kalau malemnya udah elo jebol di ranjang , paginya elo coba main di bath up ! Rasanya .... eugghh " ucap Reyhan lagi , dengan sedikit menggetarkan tubuhnya .
" Di dapur aja pas dia lagi masak , lewat belakang ... pasti lebih euugghh " Mike kembali menimpali .
" Suami suami somplak dasar ... nggak ada akhlak " gerutu Arman . Tapi satu sudut bibirnya terangkat melihat kekompakan dua pria didepannya .
*
Flash back semalam sebelum pesta
Di salah satu kamar utama Mansion Wiratama ...
Suara lengguhan Nita membuat Reyhan semakin bergelora , lidahnya sedang berusaha menerobos rimbunnya rumput yang menghiasi liang tempat ularnya bersemayam .
__ADS_1
Nita semakin menekan kepala suaminya agar daging tak bertulang itu semakin dalam memasuki liangnya . Sungguh ia di buat gila oleh permainan Reyhan . Apalagi ketika satu jari Reyhan dengan cepat bergerak di bawah sana , sudah dua kali ia mengalami pelepasan padahal Reyhan masih menggunakan pakaian formal lengkap .
Tadi pulang dari kantor Reyhan yang melihatnya hanya mengenakan handuk sehabis mandi langsung membawanya ke ranjang dan langsung menyergap area bawahnya yang memang masih belum mengenakan apapun .
Melihat istrinya sudah mencapai puncak hingga dua kali Reyhan bangkit ingin melepaskan ikatan dasi sekaligus bajunya , dia ingin mandi lebih dulu sebelum menyentuh kembali istrinya .
Tapi Nita malah mendorongnya hingga dia terduduk di sofa yang letaknya berada di samping ranjang . Tubuh polos Nita duduk diatas pangkuan suaminya .
Reyhan hanya diam ketika dua tangannya diikat kebelakang menggunakan dasinya . Nita mulai membuka resleting dan mengeluarkan ular dari sarangnya , hanya resleting yang ia buka tanpa sedikitpun menyentuh baju Reyhan yang lain .
" Beg me to touch you " bisik Nita di telinga Reyhan .
Reyhan tak bergeming , dia menatap tajam sang istri yang masih duduk di atasnya . Nita hanya tersenyum dan sengaja menggesek bagian intinya pada ular yang tadi sempat tertidur . Tak sedikit pun ia gentar pada tatapan tajam suaminya .
" Paranita Kelana .... "
" Yes honey ... tell me that you wanna me " Nita masih saja bergerak pelan diatas tubuh suaminya tanpa melakukan penyatuan .
" I love you ... l love you so much baby ,"
" Hah !!! "
Nita menghentikan gerakannya , ia merasa sepertinya pendengarannya sudah terganggu . Sepertinya tadi ia baru saja mendapat pernyataan cinta dari pria dibawahnya . Hal yang tak akan mungkin terjadi baginya karena ia tahu untuk siapa hati suaminya .
" That 's true ... l love you Nita , my lovely wife ( ltu benar ... Aku mencintaimu Nita , istriku ) "
Nita tertegun dengan mengeluarkan air matanya , sungguh dia sangat bahagia karena akhirnya mendapat cinta dari suaminya .
" But why ??! "
" Karena aku baru menyadari aku tidak akan bisa hidup tanpamu . Hanya kamu yang bisa menerima diriku apa adanya . Hanya kau yang bisa sabar menghadapi laki laki temperamen sepertiku .Kau yang selalu memberi maaf pada setiap kesalahan yang kubuat , kesalahan yang pasti sudah sangat menyakitimu .... maaf ! Maukah kau juga mencintaiku ? "
" I love you honey , aku mencintaimu saat aku melihatmu untuk pertama kali . Kau adalah laki laki paling menyebalkan yang paling tampan yang pernah aku temui " jawab Nita yang membuat Reyhan tertawa .
Mungkin Nita benar , dia adalah laki laki paling menyebalkan di muka bumi ini . Yang bahkan tidak tahu cara untuk mencintai wanitanya .
" Baby .. lepaskan dulu ikatan tanganku . Aku ingin mandi , gerah banget ! "
" Mandi bersama !? " goda Nita sambil melepas simpul dasi yang tadi ia ikat .
" Off course baby "
__ADS_1