
Setelah menyelesaikan kuliahnya di London Reyhan langsung di daulat oleh papa dan kakaknya untuk memegang semua bisnis yang ada di sana . Sedang Nita membuka sebuah restoran khusus masakan lndonesia .Sebenarnya itu bukan bidangnya tapi dibantu oleh seorang teman dia mulai mencoba untuk mengelolanya .
Sejak awal Reyhan tidak pernah setuju jika Nita berkarir , lelaki itu ingin istrinya diam dirumah . Setelah melalui drama negoisasi yang panjang akhirnya Reyhan setuju dengan rencananya untuk membangun restoran itu .Tentu saja dengan sebuah syarat , Nita harus berada di rumah ketika suaminya pulang kantor .
Nita tahu Reyhan ingin dia hanya mengurus rumah dan anak anaknya kelak . Tapi tanpa sepengetahuan suaminya ia dengan teratur meminum pil pencegah kehamilan .
Nita tahu Reyhan menyayanginya dan menginginkan sebuah keluarga dengan banyak anak di dalamnya . Tapi kadang ia belum merasa Reyhan menjadi miliknya seutuhnya . Masih ada ruang di hati Reyhan yang tak terjangkau olehnya . Bahkan laki laki itu tak pernah menyatakan cinta padanya .
Sebenarnya ada banyak hal yang ingin ia ingin tanyakan pada sang suami perihal gelang couple itu . la yakin inisial R dan M di gelang bandul kunci gembok itu adalah untuk Reyhan dan Mika . Nita ingin bertanya kenapa Reyhan sampai saat ini masih sangat menjaganya , padahal laki laki itu pasti tahu hatinya akan sakit jika melihat kenyataan jika sang suami masih memendam rasa untuk gadis bernama Mika .
*
" Sayang udah pulang ? Lembur lagi ? "
Nita menyambut Reyhan yang baru saja pulang dari kantor . Suaminya pulang saat dia sedang memasak untuk makan malam .Nita selalu menyiapkan sendiri makanan untuk suaminya .
Reyhan tersenyum dan mencium kening istrinya . Dia sangat suka aroma tubuh istrinya saat berkutat di dapur . Beberapa hari ini pekerjaannya dikantor sedikit menyita waktunya .
Nita berjengit kaget saat tangan kekar suaminya tiba tiba melingkar di perutnya saat ia masih ada di depan kompor untuk menyelesaikan masakannya . Bibir Reyhan juga sudah mulai menyusuri punggung dan tengkuknya . Para maid yang sudah terbiasa melihat kemesraan tuan dan nyonya mereka langsung menyingkir .
" Rey lepasss ... malu ihh ada maid di sini . Lagian aku belum selesai masaknya "
" Aku pecat jika mereka masih terlihat berkeliaran di tempat ini "
Nita hanya mendengus mendengar kata kata suaminya .
" Diktaktor ! Mandi dulu sana ... bau ! "
Nita memukul pelan tangan Reyhan yang sudah menelusup masuk ke dalam blousenya .
" Mandiin ... " bisiknya manja sambil menggigit daun telinga sang istri .
Rey tertawa melihat raut muka kesal istrinya , ia segera bergegas ke atas untuk membersihkan diri . Setelah itu mereka makan malam bersama .
__ADS_1
" Lho kok belum mandi " tanya Nita yang melihat Reyhan masih mengenakan setelan kerjanya turun dari atas dengan kancing yang sudah menutup tak sempurna .
" Keburu laper , masih gerah juga . Ntar aja bareng kamu mandinya "
" Dasar !! "
Bagi Nita , Reyhan seakan mempunyai pribadi ganda . Kadang laki laki yang sudah menjadi suaminya itu akan menjadi anak manja di depannya . Tapi kadang juga bisa menjadi tebing curam dan keras yang tak pernah akan bisa ia sentuh .
Nita meneguk salivanya kasar ketika melihat penampakan Reyhan saat keluar dari kamar mandi . Tubuh atletis itu hanya terbalut handuk sebatas pinggang . Berkali kali melihat tubuh polos suaminya tak mengurangi kegugupannya jika dihadapkan lagi dengan roti sobek sang suami .
Setelah mengeringkan rambutnya Nita segera beranjak dari meja riasnya . Tiba tiba dua tangan kekar meremas lembut pinggangnya . Dengan gerakan cepat bahkan sudah membuka tali bathrobe yang ia kenakan .
Hawa dingin segera menerpa tubuhnya yang hanya menyisakan dua penutup , dan tanpa ia sadari penutup bawahnya juga sudah ditarik kebawah hingga teronggok di lantai .
" Sekalian babe , mumpung aku juga belum pakai baju " seringainya menatap lapar dua bongkahan yang terpampang di depannya .
Dua tangan Nita menumpu di atas meja riasnya sedang tangan Reyhan itu sedikit menarik pinggul istrinya ke belakang . Nita lirih memanggil nama suaminya ketika tangan kekar itu mulai meremas dan bermain di bok*ng sintalnya .
" Euughh ... Rey " Nita tak bisa menyembunyikan lengguhannya ketika dua jari Reyhan sudah bermain di bawah sana , bahkan dua jari itu sudah keluar masuk liang dengan lincah .
Suara mereka terdengar bersahut sahutan . Rintihan , erangan dan desah*an sang istri membuat Reyhan semakin bersemangat memompa liang istrinya . Sampai gulungan rasa nikmat tak bisa lagi mereka bendung hingga Reyhan merebahkan kepalanya di punggung mulus sang istri .
Mereka mengatur nafas yang tersengal tanpa melepas penyatuan mereka . Nita yang bisa melihat raut puas suaminya di depan kaca hanya bisa tertunduk malu . Apalagi dia juga bisa dengan jelas melihat tubuhnya dan Reyhan yang sudah polos sempurna .
" Thanks babe ... aku dulu atau kamu dulu yang mau mandi ?? Atau kita mandi bersama saja ? Sepertinya lebih menyenangkan " tanya Rey sambil melepas miliknya dari liang candunya .
" Ckk .. dasar modus ! Aku duluan "
Ketika Nita mandi ternyata Reyhan menuju ruang kerjanya yang di lengkapi dengan kamar mandi yang memang tak begitu besar seperti di kamarnya . Reyhan mandi disana untuk menyingkat waktu dan setelahnya dia duduk di depan laptopnya . Sepertinya ia sedang menunggu sesuatu .
Reyhan dengan antusias mengangkat panggilan video call dari perangkatnya . Disana terpampang wajah dari sahabat yang lama tak ia temui .
" Setan !!! Gue denger elo mau nikah sama Sita ya "
__ADS_1
Ya , ia sedang melakukan video call dengan Arman yang saat ini masih berada di lndonesia untuk bertemu kekasihnya , Sita .
" Elo yang setan , ketemu orang ngga pake salam . Emang elo doang yang bisa tiba tiba nikah ?!!! " kekeh Arman yang ada diseberang sana .
" Gue kira elo bakal dapet cewek di Aussy , ternyata dapetnya malah temen sendiri . Yakin gue .. benih elo pasti udah bertebaran di Aussy "
" Cihh gue bukan elo yang bisa making love tanpa cinta ! Udah tobat gue !! Untung aja elo dapet bini yang baiknya kaya Nita . Bisa tahan disisi elo "
DEGGG ...
Arman mengenalnya sangat baik , dari empat setan sahabatnya hanya Arman yang bisa mengerti dirinya . Tak ada apapun yang bisa ia tutupi dari Arman walau mereka sudah lama tidak bertemu .
" Diem elo ... sok tau ! Nggak bisa liat elo bini gue cantiknya ngalahin Dora ?! "
Arman terbahak mendengar nama tokoh kartun yang dulu sering mereka tonton bersama sama ketika masih jaman sekolah dasar .
" Mau cantiknya ngalahin Aphrodite sekalipun tapi elo ngga bisa bohong sama gue . Elo belom bisa hapus nama incess dari hati elo , bener kan ?!! "
Hening ... Rey tidak menjawab pertanyaan itu .
" Ngga usah di jawab juga gue udah tahu jawabannya "
" ****** elo , seneng ya liat gue kaya gini " tutur Rey dengan menampilkan wajah sinisnya .
" lncess udah bahagia Rey ... relain dia ! Lagian elo kurang apalagi sih ? Harta udah melimpah ... bini cantiknya audzubillah "
" Setannn ... gue ngga bakal gangguin dia lagi . Gue masih waras "
" Sukur deh kalau masih waras !! Tapi ngomong ngomong sumpah Rey ... incess gue tambah cantik !! Punya laki bukannya redup malah tambah kinclong . Bodinya .... uuuhhhh " kata Arman menggoda teman lamanya itu sambil tertawa terbahak bahak .
" Anj*ng elo ya .. " Rey langsung memutus panggilan itu , Rey membuka laci disampingnya . Dia mengambil benda yang sampai saat ini masih ia jaga . Sepasang gelang couple kunci gembok dengan tulisan inisial namanya dan Mika .
Arman benar , hatinya sebagian masih terikat pada gadis yang beberapa tahun lalu sudah menjadi bagian dari dirinya . Gadis yang beberapa tahun lalu membuatnya gila . Menghadirkan Nita dalam hidupnya belum mampu menghapus kenangan manis bersama Mika .
__ADS_1
Tanpa ia sadari di balik pintu ruangan kerjanya , Nita sedang menahan Isak tangisnya . Ia mendengar semua pembicaraan antara Arman dan suaminya .