Belong To Me

Belong To Me
62


__ADS_3

Aku akan bertanggung jawab dengan apa yang aku lakukan padamu " tutur Reyhan tegas .


" Maksudnya ? "


" Aku akan menikahimu jika kau memintanya "


" Hahh ??!!!! "


Nita hampir tak percaya dengan apa yang di dengarnya . Laki laki angkuh di depannya baru saja menawarkan sebuah pernikahan padahal mereka tidak mengenal terlalu dekat .


" I've touched you, but it's out of my control. That demon drink has poisoned my mind, I'm sorry .. ( aku sudah menyentuhmu , tapi itu di luar kendaliku . Minuman setan itu sudah meracuni pikiranku , maafkan aku ) " ucap Reyhan dengan bersungguh sungguh . Dia tak ingin kembali menjadi b*jingan karena hampir saja merusak kehormatan Nita .


Dia bukan seorang peminum alkohol , tapi entah kenapa tadi ia tiba tiba ingin mencobanya . Dia berpikir mungkin dengan sedikit bisa meringankan kekalutan hatinya . Tapi dia salah , minuman itu malah membuatnya nyaris membuatnya merusak kehormatan wanita . Papa , Mama dan kakaknya pasti akan sangat kecewa jika tahu dengan kejadian ini . Padahal Reyhan tahu betapa besar harapan mereka padanya .


" Kau melukai harga diriku but lm fine now , just calm down ( tapi aku baik baik saja sekarang , tenang saja ) . Sebegitu dalamkah luka yang gadis itu buat ? Mika ... gadis itu bernama Mika kan ?! "


Reyhan tersenyum getir mendengar pernyataan itu . Dia merasa menjadi laki laki paling brengsek saat ini . Dulu dengan mudahnya ia selalu menuduh wanita yang paling ia cintai selingkuh di belakangnya , dan barusan ia hampir saja memperk*sa seorang wanita . Reyhan merasa tak pantas lagi untuk mengharap ataupun mencintai bidadarinya . Mika menjadi terlalu ' putih ' untuk ia gapai kembali .


" Bukan dia yang melukaiku , tapi aku yang selalu melukainya "


Kepala Reyhan tertunduk ketika mengatakan hal itu , sepertinya luka hati yang selama ini berusaha ia tutupi kembali menganga .


" Dua kali aku melukai harga dirinya , aku menuduhnya bersama laki laki lain . Dan kau tahu ? Dia memaafkanku .... selalu memaafkanku "


Masih segar di ingatannya kala siang itu dengan senyumnya Mika mengantar makan siang untuknya , dan gadis itu juga membawa sebuah hadiah untuk dibawanya ke London waktu itu . Tapi sebelum gadis itu sempat memberikan itu padanya , dia lebih dulu mencecarnya dengan berbagai macam tuduhan yang pasti sangat menyakitkan hati .


Reyhan menghela napas panjang menjeda ceritanya , dia menggenggam sepasang gelang ditangannya . Gelang pemberian Mika itu selalu ia jaga sampai saat ini . Nita masih diam mendengar keluh kesah laki laki itu .


" Hingga akhirnya dia melepasku ... "


" Kau tidak memperjuangkannya kembali ? " tanya Nita yang melihat Reyhan memejamkan matanya , seolah sedang mencoba menghilangkan bayang masa kelamnya .


" She has many guardian angels , they might kill me if i approach her again . At that time I could not control my emotions ( Dia punya banyak malaikat pelindung , mereka mungkin akan membunuhku jika aku berani mendekatinya lagi . Waktu itu aku belum bisa mengatur emosiku ) "

__ADS_1


Rendy , Arman , Suta dan Dion akan selalu menjadi garda terdepan jika bidadari mereka tersakiti . Empat setan sahabatnya itu sangat menyayangi Mika . Arman bahkan pernah menghajarnya habis habisan hanya karena mendengar dia kembali menyakiti Mika .


" Guardian Angels ? "


" Sahabat sahabatku , kakakku , mamaku bahkan papaku ! mereka semua menyayanginya "


Sebegitu istimewakan gadis itu hingga semua orang bisa sangat menyayanginya , hingga laki laki angkuh didepannya ini menjadi sangat tergila gila padanya , itu yang ada dalam pikiran Nita sekarang .


" Jika memang kau tidak mengharap pertanggung jawaban dariku ... pulanglah "


" Ehh .. apa ?! "


" Kuantar pun kau tak kan mau , kau bawa mobil sendiri kan "


" Iya .. ya sudah aku pulang " sungut Nita sebal , laki laki itu mengusirnya untuk pergi .


Walau sebenarnya masih ingin mendengar semua hal tentang laki laki itu dan masa lalunya , tapi sepertinya Reyhan butuh waktu untuk sendiri .


" Berbagilah jika ada hal yang memang ingin kau bagi , aku siap mendengar semua keluh kesahmu . Dan tawaranmu untuk menikah akan kupikirkan lagi , itupun jika kau masih ingat itu besok "


#


Mansion utama Wiranata ..


" Papa ingin bicara denganku ? "


Satria duduk disamping papanya yang sedang menikmati secangkir teh di ruang kerjanya .


" Kau undur kepergianmu ke Dubay , ini ada hubungannya dengan baby Mika ? "


" Satria harus menuntaskan masalah kebocoran data di kantor cabang kita Pa ! Orang Satria memang sudah menyelesaikan masalah itu , tapi Satria benar benar ingin membersihkan perusahaan kita dari tikus tikus kotor berdasi "


" Kau serahkan mereka ke polisi ? "

__ADS_1


" Sebagian iya ... "


Munir menghela nafas panjang , dia sangat mengenal putra sulungnya . Kadang ada sedikit sesal dihatinya karena telah terlalu keras mendidiknya . Ada sisi Satria yang tidak diketahui banyak orang di luar sana . Mama dan adiknya pun belum pernah mengetahui sisi Satria yang satu ini .


Satria amat sangat menyayangi dan melindungi keluarganya . Ada sisi dimana ia akan menjadi iblis jika berhadapan dengan orang orang yang berani mengganggu keluarganya . Hal itu dimulai ketika dulu Munir tiba tiba menghilang , saat itu mamanya sedang mengandung .


Saat itu salah satu pesaing bisnisnya berhasil membuatnya kecelakaan hingga selama satu tahun ia tak bisa kembali ke Jakarta . Si kecil Satria berusaha melindungi mama dan calon adik yang masih berada dalam kandungan .


Waktu itu Satria beruntung karena masih ada orang orang kepercayaan Munir yang masih sangat setia melindungi ia dan ibunya . Walau masih kecil ia sering mereka libatkan untuk menyelesaikan masalah . Baik dengan cara keras maupun dengan cara baik baik . Orang orang itu ingin Satria belajar untuk menyelesaikan masalah karena saat itu Satria adalah pewaris tunggal keluarga Wiratama .


Tapi Munir bersyukur Satria bisa dengan bijak menyikapi sisi gelapnya . Dia tetap menjadi Satria yang hangat dan penyayang . Tak sekalipun ia menunjukkan sisi gelapnya pada keluarganya .


" Papa tidak usah terlalu memikirkan hal itu , biar Satria yang menyelesaikannya "


" Sebenarnya bukan itu yang ingin papa bicarakan padamu , jika itu tentang perusahaan papa sudah seribu persen percaya pada kemampuanmu "


Satria hanya terkekeh , dia tahu apa yang akan ditanyakan sang papa .


" Apa kau sudah menyatakan perasaanmu pada baby Mika ? "


Munir menatap Satria yang menyesap kopi Brasilian yang kemarin ia bawa untuk oleh oleh .


" Apa perlu Satria jawab ?! "


" Tidak usah , papa tahu jawabannya !! " cibir Munir kesal . Putranya selalu menjawab pertanyaannya dengan sebuah pertanyaan .


Satria terbahak melihat wajah papanya yang terlihat sebal padanya . Kedua laki laki beda generasi itu mempunyai ikatan batin yang kuat . Mereka bisa membaca masing masing pikiran tanpa harus mengucapkan kata kata .


" Bagaimana dengan adikmu , dia pasti akan sangat kecewa . Reyhan sepertinya masih sangat mencintai baby Mika "


" Kami akan hadapi bersama .. ini juga sulit untuk Satria ! Jika saja Reyhan bisa menjaga Mika , Satria tak akan mengganggu hubungan mereka . Satria akan bahagia jika melihat mereka berbahagia "


" Papa tahu kau sangat menyayangi adikmu , papa juga tahu seberapa besar cintamu untuk baby Mika " Munir menepuk bahu putranya seakan menyalurkan kekuatan untuk putranya itu . Dia yakin Satria bisa menyelesaikan semuanya .

__ADS_1


Satria menatap lurus keluar jendela , dimana kegelapan sudah menyelimuti langit . Keputusannya untuk memperjuangkan cintanya memang bukan hal mudah , tapi ia juga tidak akan menyerah . Mungkin ada beberapa hati yang akan terluka , tapi dia sendiri yang akan memastikan bahwa semua akan baik baik saja .


__ADS_2