Belong To Me

Belong To Me
16 Sebuah Hadiah


__ADS_3

Tanpa bersuara Reyhan langsung meninggalkan tempat itu menyusul Rendy . Sebenarnya ia sangat ingin pergi dari hotel itu sekarang juga , tapi dia sudah berjanji untuk bertemu dengan sang kakak .


Reyhan berusaha sebaik mungkin menutupi emosinya yang sedang di ujung ubun ubunnya . Ia tak mau kakaknya khawatir ataupun terlalu memikirkannya . la juga tidak ingin Satria tahu bahwa Papa yang selama ini mereka kagumi adalah seorang hot Daddy .


Reyhan tak menyangka kepolosan Mika cuma topeng untuk menjerat laki laki . la marah karena merasa tertipu , merasa bodoh karena dengan mudahnya jatuh dalam pesona gadis itu bahkan sejak pertama kali ia melihatnya .


" Kenapa wajahmu Rey ? " tanya Satria yang melihat adiknya memasuki ruangan dengan wajah yang merah padam .


" Mules Rey , tadi kebanyakan makan sambel " jawab Reyhan asal .


" Duduk , kakak ingin bicara sama kalian "


Reyhan duduk disamping Rendy yang sudah lebih dulu sampai tadi .


" Kakak besok ke Dubai , ada bisnis disana . Kakak harap disini kalian tidak membuat ulah yang bikin papa atau mama kuatir . Jangan gegabah jika ingin menyelesaikan masalah . Pikirkan sebab akibatnya "


Reyhan dan Rendy hanya mendengarkan sambil menunduk .


" Ehmm kemarin kakak yang membuat keluarga Laura dan Vivi bangkrut ? " tanya Rendy takut takut menatap laki laki tampan penuh wibawa di depannya .


" Kalian pikir hahh ?!!!!! Kalian pikir keluarga mereka akan terima begitu saja anak gadis mereka kalian perlakukan begitu ? Jika kakak tidak menghancurkan mereka maka mungkin hidup kalian sekarang sudah berakhir di tangan para pembunuh bayaran "


" Dan kau Rey , kakak harap kau bisa jaga mama dan papa terlebih dirimu sendiri . Sudah saatnya kau belajar masuk ke perusahaan . Papa punya harapan besar padamu . Belajarlah mulai sekarang " lanjutnya dengan tatapan tak lepas dari wajah adik satu satunya yang ia kasihi .


" Sering seringlah berkunjung ke mansion jenguk papa "


" Iya kak " jawab Reyhan masih dengan kepala tertunduk . Sebenarnya ia sedang khawatir karena kakaknya selalu tahu apa isi kepalanya .Satria selalu tahu jika Reyhan sedang punya atau dalam masalah .


" Satu lagi , kakak tahu kau sedang menginginkan sesuatu . Jika kau memang sudah mendapatkannya , jaga baik baik . Jadilah laki laki ! Jangan sekali kali berpikir untuk merusaknya "


" Maksud kakak ? " Reyhan tampak tidak mengerti dengan nasehat kakaknya kali ini .


Tapi kakaknya bangkit berdiri dan berjalan menuju ke luar ruangan .


" Setiap bulan akan kakak transfer uang jajan kalian . Dan kamu Ren , jaga om dan tante ! Kakak titip Reyhan juga . Kakak ke bawah ada janji makan dengan klien "


" Siap kapteeennn !! " dengan gaya melucu Rendy bangkit dan memberi hormat pada Satria . Satria hanya memutar bola mata malas dan langsung pergi dari ruangannya .

__ADS_1


Sebenarnya dia buru buru kebawah karena sang papa yang meminta , Munir memintanya untuk menemani Mika . Mereka sudah membahasnya semalam , jika hari ini Satria akan mengajak Mika jalan jalan untuk membelikannya kado karena saat perayaan ulang tahun Mika mungkin Satria sudah tidak berada di negeri ini lagi .


Tadi dia juga meminta Reyhan untuk menjaga Mika walau dia memintanya tidak secara langsung . Satria percaya Reyhan dapat menjaga Mika karena yang dilihatnya adiknya sangat melindungi gadis itu .


Rendy terlihat heran dengan sepupunya yang terlihat urung uringan setelah pergi meninggalkan hotel .


" Tuh muka kenapa horor gitu ? Habis liat setan loe Rey ? " tanya Rendy yang masih berada dalam mobil .


" Diem loe , berisik !!! "


Tiba tiba mobil menepi dan Reyhan menghentikan mobilnya .


" Turun loe , gue ada keperluan dikit " Reyhan meminta Rendy untuk segera turun dari mobilnya .


" Etdahhh .. trus gue pulangnya gimana ? Nggak takut loe gue diculik orang ? " kata Rendy bersungut sungut . Bagaimana tidak karena jarak rumah masih sangat jauh dari jalan itu .


" Bomat ... cepet turun !!! "


Dan akhirnya Rendy turun dengan umpatan yang terus terlantun dibibirnya . Sebenarnya dia sedikit mengkhawatirkan Reyhan karena sepupunya itu terlihat sangat menahan emosi saat masih berada di kantor Satria .


Sial !!! Bahkan Reyhan baru mengklaim gadis itu sebagai gadisnya . Ternyata gadis yang ia sangka murni adalah seorang sugar baby yang hanya mengincar harta . la menjadi benci pada dirinya sendiri , begitu mudah terjerat pesona gadis itu .


Padahal diluar sana banyak gadis yang tergila gila padanya dan tak seorang pun dari mereka Reyhan hiraukan . Reyhan mencari gadis yang berbeda , gadis yang tulus . Dan ketika ia mengira sudah mendapatkannya dia malah terhempas begitu hebat .


#


" Paman boleh saya pinjam Mika sebentar ? Saya ingin mengajaknya keluar sebentar " tanya Satria setelah acara makan siangnya dengan papanya , Hadi , Mika dan Sony sudah selesai .


" Tentu saja , jangan terlalu sore pulangnya " wanti wanti Hadi pada Satria .


" lya Paman "


Setelah berpamitan pada ayah dan papanya mereka bergegas menuju basement hotel tempat mobilnya terparkir . Mika tampak sedikit canggung berjalan di samping Satria . Dia masih mengenakan seragam sekolah sedang Satria dengan setelan jas mahal membuatnya merasa seperti seorang sugar baby .


" Kenapa ?? " Satria memandang Mika yang dari tadi diam , tidak biasanya gadis itu hanya diam saja .


" Mas Satria mau ajak Mika kemana ? " tanya Mika balik bertanya .

__ADS_1


" Mika maunya kemana ? " Satria tidak kalah kembali bertanya .


" Sebel ihh dari tadi nanya terus , pertanyaan Mika tadi aja belum dijawab " Mika menghentak hentakkan kakinya tanda ia sedang sebal .


" Tadi Mas tanya kamu juga balik nanya kan ? Skor satu satu ya " jawab Satria enteng sambil tersenyum .


Dan gadis didepannya cuma cemberut , mata Mika melebar ketika mereka berhenti di depan sebuah mobil sport warna merah . Seumur umur baru kali ini dia melihat mobil sebagus ini , selain punya Reyhan tentunya . Tetapi ini jauh lebih bagus .



" Hei , masuk Mika " kata Satria yang melihat Mika masih terpaku didepan mobilnya .


" Eh .. iya . Maaf " Mika tak bisa menyembunyikan rasa kagumnya ketika memasuki mobil itu . Wangi cinamon menguar di indera penciumannya berpadu dengan wangi musk yang berasal dari laki laki disampingnya yang sudah berada dibelakang kemudi .


Perpaduan wangi yang sangat menunjukkan pribadi sang pemilik . Berwibawa , hangat dan penyayang ( itu pikir Mika ) karena Satria selalu menunjukkan sisi hangatnya jika berhadapan dengan gadis itu ataupun orang orang yang dia kasihi .


Tak lama sampailah mereka ke sebuah hyper mall yang berada ditengah kota . Mika hanya menurut ketika Satria mengajaknya ke salah satu toko perhiasan .


Seperti biasa , pesona Satria mampu membius semua hawa di dalam pertokoan itu . Mika pun tak kalah bersinar , walau hanya dengan memakai seragam sekolah kecantikannya mampu menghipnotis para pria yang berada disitu . Entah itu pegawai toko ataupun para pengunjung yang sedang datang bersama istri ataupun pacarnya .


Satria spontan menggandeng tangan gadis disampingnya , dia tidak suka tatapan tatapan lapar para pria yang memandang Mika .


" Kita kesini mau ngapain Mas ? "


" Mas mau beli sesuatu , bantu pilihin ya " jawab Satria , seorang perempuan cantik dengan baju cukup seksi yang ternyata manager toko datang menghampiri mereka berdua . Sebelumnya Satria memang sudah membuat janji ingin mengunjungi toko itu hingga sang manager sendiri yang melayani mereka berdua .


" Maaf Tuan Satria perhiasan seperti apa yang tuan ingin ? gelang , kalung , cincin atau satu set sekalian ? " tanya wanita itu dengan suara yang sedikit dibuat buat , dia ingin membuat pria tampan didepannya terpesona padanya .


" Terserah dia " jawabnya dengan mata tertuju pada Mika . Manager itu menoleh pada Mika , pandangannya sedikit sinis , mungkin dia berpikir Mika adalah kekasih Satria .


" Kok terserah Mika Mas ? "


" Kan tadi udah dibilang bantu pilihin "


" Tapi Mika ngga tau perhiasan itu buat siapa . Mama ? Pacar ? Adik ? "


" Buat cewek , masih putih abu abu , suka ngambek , manja dikit , ngga terlalu cantik , seumuran kamu " kata Satria sangat terperinci dengan menyembunyikan senyumnya .

__ADS_1


__ADS_2