Belong To Me

Belong To Me
114 . Sekelumit Cerita Tentang Fia


__ADS_3

Othor sengaja bikin cerita tentang Fia agar reader tahu ending setiap tokoh yang pernah muncul di sini . Khusus untuk Satria nanti othor bikin cerita sendiri


DUBAY ...


Setelah insiden obat perangsang beberapa waktu lalu Satria menjadi sangat menjaga sikapnya terhadap Sofiana . Setelah kejadian itu mereka bersikap layaknya atasan dan bawahan pada umumnya .


Kini Fia sudah menjalin hubungan khusus dengan sekretaris pribadinya bernama Edward . Pertama kali mendengarnya Satria sempat tidak percaya , karena dua orang kepercayaannya itu mempunyai riwayat saling membenci .


Edward selalu melarang Satria berhubungan dengan Fia dengan alasan mereka sangat tidak cocok . Begitupun Fia , tak pernah sekalipun ia memperlihatkan senyumnya pada Ed .


Malam itu di apartemen yang berada persis di samping apartemen milik Satria , seorang gadis sedang menyiapkan sesuatu . Ya , Fia sedang menyiapkan makan malam untuk dirinya sendiri .


Dulu ia terbiasa memasak untuk Satria , tapi sekarang semua sudah berubah . Bahkan laki laki yang masih ia cintai itu tak pernah mau lagi untuk sekedar menyapa jika bertemu di luar jam kantor .


Dengan masih menggunakan apron masaknya Dia berlari ke arah pintu setelah mematikan kompornya . Sudah beberapa kali bel pintunya berbunyi . Benar saja ada seorang laki laki di depan pintunya dengan membawa sebotol.wine di tangannya .


" Masuklah "


Laki laki itu masuk dan mengikuti langkah Dia menuju ke dapur .


" Ada yang perlu kubantu ?!" kata laki laki itu melihat Dia sibuk menyiapkan makanan yang tadi ia masak di meja .


" Diamlah disana , dan jangan bertanya apapun .... ltu lebih membantuku Ed "


Edward tergelak mendengar kata kata sinis dari mulut kekasihnya . Dia sudah sangat terbiasa mendengar kata kata pedas dari kekasihnya itu . Dengan menopang satu tangan di dagu Ed menikmati pemandangan betapa ribetnya seorang makhluk bernama perempuan .


Betapa tidak ribet jika setelah menyiapkan makanan Fia sibuk menghiasi meja dengan beberapa bunga di tengah meja . Fia juga meletakkan piring di meja dengan beberapa pisau di sampingnya dengan letak yang sejajar sempurna .


" Honey , do not need to be made as perfect as possible. what I eat is what you eat, not the flowers or the plates that you arrange ( Sayang , jangan terlalu di buat sempurna , yang aku makan adalah masakanmu bukan bunga atau piring yang tata ) "


"' Perlu ku bumbui mulutmu juga tuan Ed ?! " kata Fia sebal .


Laki laki di depannya ini lebih parah dari Satria . Ed sama sekali bukan pria romantis , bahkan selalu bermulut pedas . Tapi pria itu adalah pria penyayang . Walau kadang dia menyampaikan rasa sayangnya dengan hal hal yang berbeda dari pria lainnya .

__ADS_1


Sudah beberapa kali mereka bercinta , Ed selalu bisa membuatnya terlena dengan sisi liar yang laki laki itu perlihatkan . Walau belum bisa menyerahkan hatinya pada Ed tapi Dia bisa merasakan pria itu sangat peduli padanya .


Mereka mulai makan dengan diselingi obrolan obrolan ringan . Ed menuangkan wine yang tadi ia bawa , ia membawa wine karena tahu Fia sangat menyukainya .


" l thought it was steak, but the taste is much different ( Aku kira ini adalah steak , tapi rasanya jauh berbeda ) " ujar Ed sambil mengiris daging di depannya .


" Kau menyukainya ? "


" l prefer the taste of your body ( Aku lebih suka rasa tubuhmu ) "


Fia melemparkan tisu di tangannya setelah mendengar jawaban frontal itu . Tapi laki laki menyebalkan di depannya tetap saja makan dengan tenang . Sungguh dia lebih menyebalkan dari Satria !!


Ehh .. Satria


Fia menggelengkan kepalanya , ingin mengusir bayangan pria tampan itu dari otaknya . Dulu Satria sangat suka jika ia memasak rendang seperti sekarang ini . Dan ketika pria yang masih merajai hatinya itu menghabiskan rendang dengan dua piring nasi , Fia akan tertawa puas karena dia bisa mematahkan diet yang dijalani oleh Satria .


" Sudang aku katakan berkali kali !! Jangan menghadirkan dia di pikiranmu ketika kau sedang bersamaku "


Suara bariton dibelakangnya membuat Fia berjengit kaget . Edward ternyata sudah berdiri dibelakangnya , bahkan kedua tangan kekar itu sedang ada di atas kedua pundaknya .


Fia meletakkan sendok dan garpunya ketika merasakan tangan Ed sudah membelai kulit punggungnya . Gaun merah model sabrina dengan panjang hanya sebatas paha itu membuat Ed leluasa untuk menyentuh kulit punggungnya .


" Kau mengganggu makanku tuan "


Ed hanya tersenyum lebar mendengar protes dari gadis di depannya . Tangannya tetap bergerak untuk menyentuh permukaan kulit gadis yang masih duduk di depannya .


" Ed .... Euugghhhh "


Dengan lembut kedua tangan Ed mulai menelusuri bagian depan tubuh Fia , menyentuh dua bukit dengan ukuran cukup besar hingga Fia tak bisa lagi menyembunyikan suara lengguhannya .


" Jangan gila !! lni masih di dapur "


Fia berdiri dan mencoba melepaskan diri dari sentuhan yang hampir membuatnya terlena . Tapi tubuh tinggi besar itu menghalangi jalannya , bahkan Ed sudah mengangkatnya hingga ia duduk di meja makan .

__ADS_1


Ed mengangkat dagu wanita cantik didepannya menggunakan satu tangannya . Fia menepisnya , ia tak mau bertatapan dengan mata elang Edward . Tapi tangan kekar itu tetap meraih dagunya kembali .


" Look at me honey !! "


Ed mulai kesal karena walaupun wajah gadis itu sudah menghadap ke arahnya tapi Fia tetap membuang pandangannya ke arah lain .


" Baik jika kau tak mau melihatku , but listen to me . You are mine!! I don't even care if his name is still in your heart ( tapi dengarkan aku . Kau adalah milikku !! Aku bahkan tidak peduli jika masih ada namanya di hatimu ) "


" Your body ... and your soul are completely mine ( tubuhmu ... dan jiwamu sepenuhnya telah menjadi milikku ) !! "


" Omong kosong !!! "


Fia mendorong dada Edward sekuat tenaga dengan menggunakan kedua tangannya . Dia tidak suka jika Ed menunjukkan sisi posesif dengan berlebihan . Berbeda dengan cara Satria yang menjaganya dengan penuh kelembutan dan kasih sayang .


Tapi nyatanya tenaganya tak bisa menggoyahkan tubuh kekar didepannya . Ed tetap saja mengungkungnya diatas meja makan . Tangannya mencengkeram dagu Dia hingga gadis itu meringis kesakitan .


" l love you Fia , dan aku tak pernah main main dengan perasaanku . Dulu aku membiarkan kau mendekati Satria karena kupikir kau akan bahagia disampingnya . Tapi bahkan dia tak pernah bisa melihatmu . Melihatmu menderita itu sangat menyakitiku ! Jangan pernah lagi memikirkan laki laki itu , kau paham !! "


Ed melunak ketika merasakan air mata yang mengalir di tangannya . Fia menangis , dan hal itu adalah hal yang sangat di benci olehnya . Ed tidak suka jika melihat Fia menangis .


" Im sorry honey .. jangan menangis "


Ed mencium sayang kening dan pipi Fia bertubi tubi . Sudah lama ia diam diam mencintai Fia , tapi ia mundur ketika tahu Fia sangat mencintai Satria .


Fia kemudian memeluk Edward dan menyembunyikan kepalanya di dada bidang yang selalu memberinya ketenangan itu . Edward memang bukan pria yang selembut Satria , tapi Fia bahagia karena merasa sangat dicintai .


" Honey jangan lakukan itu jika kau tak mau berakhir aku makan di meja ini " bisik Ed dengan suara berat karena dengan nakalnya Fia mulai menjilati lehernya dan tangan mungil itu meremas bok* ng pria di depannya .


" Do you think i'm afraid of your threat big man ( kau pikir aku takut dengan ancamanmu pria besar ) ?! " balas Fia yang kini malah menjilati cuping telinga Ed hingga pria besar itu menggeram .


" Eat me baby ... "


Dengan gerakan eksotis Fia mulai menurunkan tali gaun sabrinanya hingga dua bukit putih berukuran jumbo sudah menggantung sempurna tanpa penutup apapun .

__ADS_1


" As you wish honey !! Bersiaplah karena aku tak akan berhenti walau kau berteriak memohon untuk berhenti " geram Ed sambil mendorong Fia hingga gadis itu telentang di meja makan .


Dan yang terjadi selanjutnya bisa kalian bayangin sendiri karena othor mau nyuci baju dulu 😆


__ADS_2