
" Kemarin siang apa saja yang sudah kamu lakukan !! "
Suara bariton yang sedikit ketus itu membuat Mika berjingkat kaget . Ditatapnya laki laki yang masih memejamkan kedua matanya itu . Dia merasa ada sesuatu yang membuat Reyhan berubah seperti itu .
" Ada apa , kenapa tiba tiba tanya seperti itu ? " Mika menyentuh lembut lengan Reyhan , berharap dengan sentuhannya dapat mengurangi kegundahan laki laki itu .
" Jawab sajaaa .. !!!! " Reyhan menatap tajam Mika yang sudah berkali kali menghembuskan nafasnya dengan kasar .
Selalu saja seperti ini , pikir Mika . lni pasti ada kaitannya dengan kecemburuan singa kutub itu . Reyhan paling tidak bisa mengontrol dirinya jika itu berhubungan dengan sikap posesif dan kecemburuannya yang berlebihan .
Disatu sisi Mika senang karena hal itu adalah bukti betapa laki laki itu sangat mencintai dirinya , tapi di sisi lain ia merasa sulit bergerak dan susah bernafas dalam lingkaran cinta yang telah Reyhan buat .
Sebelum menceritakan semuanya Mika menghela nafasnya , saat ini dia seperti seorang terdakwa yang sedang di interogasi oleh jaksa penuntut .
" Aku dan Sita kemarin jalan jalan ke mall , sebenarnya aku yang minta Sita untuk menemaniku ... "
" Kenapa tidak meminta aku menemanimu ? Apa kau malu jalan denganku ?!! "
Sebelum Mika menyelesaikan kalimatnya Reyhan sudah lebih dulu memotongnya dengan kata kata yang terdengar sinis di telinga Mika . Gadis itu kembali menarik nafasnya dalam dalam seolah ia ingin meraup seluruh oksigen untuk bisa mendinginkan rongga dadanya .
" Ada kalanya seorang perempuan ingin punya waktu bersama sahabatnya . Apa itu salah tuan Reyhan ?! "
Reyhan menoleh pada Mika ketika gadis itu membalas perkataan sinisnya dengan menyebutnya ' tuan ' . Bukannya sadar bahwa kata katanya sudah menyinggung gadisnya , Reyhan malah semakin tersulut emosinya .
" Apakah Sita bisa berubah menjadi seorang pria ? Apa kalian harus berpelukan seperti ini ? Kau ingat kau sudah menjadi tunanganku . Apa kau tak bisa menjaga nama baikku ataupun nama baikmu sendiri ?!! " Reyhan melempar ponselnya ke arah Mika . Masih mencoba untuk bersabar , Mika mengambil ponsel dan membuka layar pipih itu .
Sejenak dia terkejut dengan foto foto dirinya yang sedang memapah Mike kemarin siang . Waktu itu Sita sedang mengambil mobilnya jadi Mikalah yang memapah laki laki bule itu . Mika meletakkan kembali ponsel kekasihnya .
" Kenapa harus berbohong padaku ? Kau sangat tahu bahwa aku paling benci jika dibohongi !! " Reyhan menendang meja di depannya . Untung saja tadi Mika sudah merapikan rantang tempat makanan dan meletakkannya di pantri , kalau tidak mungkin rantang rantang itu akan terjatuh berhamburan .
" Tak seharusnya kau menjalin hubungan jika kau tidak bisa menjaganya "
Mika menutup matanya ketika kembali mendengar kata kata yang mampu merobek hatinya kembali .
" Jika aku bercerita apa kau mau mendengarkan tuan Reyhan ? Apa kau sanggup mempercayaiku ? "
__ADS_1
Saat ini sebenarnya Mika bergetar menahan kekalutan , tapi dikuatkan hatinya agar tidak lagi menjadi gadis lemah di depan Reyhan . Dulu ketika dituduh sebagai sugar baby Mika hanya diam karena ia memang benar benar tidak tahu Reyhan telah menuduhkan hal itu .
" Untuk sebuah nama baik kau tidak usah khawatir . Dengan menjadi atau tidak menjadi tunanganmu aku akan selalu menjaga nama baik keluarga Wiratama dan Hadinata " sekuat tenaga Mika membendung air mata yang tiba tiba saja sudah tergenang di matanya . Ia menengadahkan wajahnya agar air itu tidak mengalir di pipinya .
Reyhan tersentak mendengarnya , hatinya serasa diremas ketika mendengar perkataan gadisnya . Tapi dia tetap diam , egonya ternyata masih lebih besar daripada rasa cintanya . Dia masih menunjukkan wajah angkuhnya .
" Dan maaf , aku bukan pembohong seperti katamu . Aku sudah memenuhi permintaan papa Munir untuk menemanimu makan siang . Sepertinya tugasku sudah selesai " Mika berdiri dari duduknya dia menekan remote untuk membuka kunci pintu kantor itu . Dia segera melangkah meninggalkan ruangan itu , dan Reyhan masih duduk di sofa dengan tatapan mata kosong .
Dalam hati kecilnya Mika berharap Reyhan mengejar dan meminta maaf padanya . Tapi sayang ego singa kutub itu melebihi segalanya . Mika melangkah menuju ruangan Dimas yang terletak di samping ruangan Reyhan berada .
" Hai kak Dimas , Mika punya hadiah nih ! "
Mika mengeluarkan sebuah kotak berwarna coklat tua dengan dihiasi pita putih . Mika tidak begitu dekat dengan Dimas , tapi kekasih Dimas adalah kakak dari Sita sahabatnya . Jadi Mika kadang bertemu Dimas ketika dia sedang main dirumah sahabatnya itu .
" Lho kok tumben ? Jangan kelamaan disini ntar boss ngamuk liat tunangannya mampir kesini . Ngasih hadiah lagi "
" lni buat Kak Eidel . Dia kan baik sama Mika ,sering traktir bakso kalo Mika lagi main kesana . Ya udah , bye kak Dimas nanti dipakai ya "
Dimas menggaruk tengkuknya yang tidak gatal ketika melihat isi kotak itu . Sebuah gelang couple kunci gembok yang ia yakin harganya lumayan menguras kantong .
Dimas terlonjak kaget ketika Reyhan membanting pintu ruangannya dan dengan muka merah padam berjalan ke arahnya . Dimas segera menutup kembali kotak berwarna coklat itu .
" Mati gue , jangan jangan bos lihat Mika tadi kesini . Bisa ngamuk nih !! " batin Dimas bermonolog .
" Kau tahu nomor Sita sahabat Mika kan ? Kirim padaku "
Setelah berkata seperti itu sang boss keluar dengan kembali membanting pintu ruangannya .
" Ya Tuhan , kenapa semua laki laki di keluarga Wiratama sangat menakutkan " Dimas segera mengirim nomor calon adik iparnya kepada Reyhan .
Tak ingin membuang waktu ia segera menelpon Sita ketika Dimas sudah mengirim nomor gadis itu ke ponselnya . Walau sudah saling mengenal tapi Reyhan tidak begitu akrab dengan Sita . Dia hanya tahu bahwa Sita adalah sahabat dari tunangannya .
" Ya halo , Sita bisakah kita bertemu sekarang ? Ada yang mau aku bicarakan "
" ..... "
__ADS_1
" Ya sudah aku temui aku di kafe , nanti aku share lok "
" .... "
Dengan cepat Reyhan menyambar kunci mobilnya , ia ingin segera bertemu dengan Sita . Dia ingin menanyakan sesuatu hal pada gadis itu .
Sita sudah berada di kafenya ketika ia sampai di tempat itu . Arman sedang menemani gadis itu mengobrol . Kedua orang itu tampar sedikit kaget melihat wajah Reyhan yang masih memancarkan kekesalan hatinya .
Setelah duduk Reyhan langsung memberondong gadis didepannya dengan pertanyaan .
" Apa kemarin kalian ke mall "
" Yap .. kemarin calon nyonyamu itu mengajakku mencari hadiah untukmu . Katanya ia ingin mencari barang yang bisa membuat elo inget terus sama dia . Lhoo bukannya tadi dia udah kasih sama elo ? Tadi dia bilang mau maksi sekaligus kasih hadiah yang kemarin dia beli "
" Hadiah ?!! "
Tanpa disuruh Sita melanjutkan ceritanya , dan Arman masih setia menemani mereka berbicara .
" Kita juga ketemu pria bule namanya Michael Dananjaya , sumpah tengil banget orangnya . Trus kita sempat tantang dia makan ayam geprek , eh taunya dia ngga kuat ... tepar . Muntah muntah dia disitu sampe lemes kasian banget . Trus kita bawa bule gila itu ke rumah sakit , kita juga sempet ketemu nyokapnya . Tapi setelah itu kita pergi dan ngga tau lagi gimana kabar bule itu "
Reyhan terdiam , sekali lagi ... sekali lagi ia menyakiti gadisnya , sekali lagi ia membuat kebodohan , sekali lagi ego menguasai hatinya . Tangannya mengepal dengan erat hingga buku buku jarinya memutih . Arman yang tau kemana arah pikiran Reyhan segera berdiri , ia mencengkeram kerah kemeja Reyhan dan memaksa laki laki itu bangkit dari kursinya .
" Ngga ada bosennya elo nyakiti dia , mau elo sebenarnya apa hahh !! "
BUUGGHH .. BUUGGHH
Bertubi tubi Arman melayangkan pukulannya pada Reyhan . Sita menjerit ketakutan melihat Arman dengan membabi buta menghajar kekasih sahabatnya . Tak ada yang berani memisahkan kedua laki laki tampan itu . Reyhan sama sekali tidak membalas pukulan pukulan yang ia terima . Pikirannya hanya fokus memikirkan gadisnya yang kembali ia sakiti .
" Arman berhenti!!! " Sita nekat memeluk Arman yang tampak masih terbakar emosinya , tanpa ampun ia memukuli sahabatnya sendiri . Arman sontak berhenti karena tak ingin luapan emosinya juga menyakiti Sita .
" Apa kalian sudah gila ?!! Kenapa kak Arman tiba tiba kalap memukuli Reyhan ? Salah spa dia kak ?!! " teriak Sita , dia memang tidak tahu masalah yang terjadi antara Reyhan dan Mika .
" Tanyakan saja pada b*jingan itu "
" Kau akan menyesali ini , bahkan untuk seumur hidupmu Reyhan Wiratama !!!! " Arman menunjuk muka Reyhan yang sudah penuh dengan darah , setelah itu ia segera melangkah pergi dari tempat itu .
__ADS_1