Belong To Me

Belong To Me
75 . Membaik


__ADS_3

Mika mengusapkan pembersih pada wajah putihnya , tangannya memang bergerak menyapu kulit wajahnya tapi tatapan matanya kosong . Reyhan tidak mau mengabari tentang hari bahagianya , Satria pun sampai saat ini juga bungkam dengan kabar tentang adiknya .


Ya , Mika tahu dirinya dan Reyhan pernah mempunyai hubungan . Tapi itu cuma masa lalu . Wajar jika Reyhan canggung untuk memberinya kabar , mungkin ada rasa tidak enak karena dia menikah lebih dulu . Tapi sungguh ! Mika merasa bahagia jika Reyhan merasa bahagia dengan pernikahannya .


Sudah beberapa hari juga Satria tidak menelponnya , Mika tahu Satria bukan laki laki romantis yang setiap saat akan menanyakan kabarnya . Dia tahu Satria adalah laki laki dengan berjuta kesibukannya . Tapi tidak bisakah dia menyempatkan untuk memberinya sekedar pesan singkat tentang kabar kabar yang sekiranya dia harus tahu ?


Tak lama setelah ia selesai membersihkan wajahnya , ponselnya berdering dan dia sedikit terkejut dengan nama yang terpampang di layar pipih itu .


" Reyhan ... "


Mika tak segera mengangkatnya , pada panggilan kedua gadis itu baru mengangkat panggilan itu .


Me : Halo assalamualaikum


Rey : Walaikumsalam incess kamu lagi ngapain ?


DEGGG ...


Reyhan memanggilnya seperti ke empat setan memanggilnya . Walau sedikit kaget tapi Mika lega akhirnya Reyhan tidak lagi menyebutnya dengan kata sayang .


Me : Ini lagi duduk santai


Rey : lncess ... Reyhan minta maaf ya ?


Me : Untuk ?


Rey : Semua , untuk semua yang sudah aku lakukan selama ini . Maaf juga kemarin tidak bisa kasih kamu kabar tentang pernikahanku . Karena memang rencana ini terlalu cepat , aku dan Nita bahkan tidak memberitahu teman teman kami disini .


Me : Engga apa apa Rey , yang penting acara sudah selesai dan berjalan lancar . Tadi Kak Rendy juga udah cerita kok ! Selamat ya Rey atas pernikahan kamu , semoga jadi keluarga yang samawa . Dikurangin jahilnya udah mau jadi ayah


Terdengar Reyhan terkekeh diseberang sana , Mika juga tersenyum merasa lega . Lega bisa kembali bercanda dengan salah satu temannya . Teman yang dengan tulus menyayanginya .


Rey : Kau tahu ? Ada yang tersenyum juga disampingku


Me : Nita .. istrimu ? Salam buat dia ya


Rey : Dia sudah mendengarnya langsung , tadi saat menelponmu dia minta aku nyalakan loud speaker ... awwwsshh !!! Sakit babe

__ADS_1


Me : Sukurin ... Hai Nita salam kenal !


Nita. : Hai juga Mika akhirnya bisa ngomong ngomong sama kamu . Kapan kapan main kesini dong !


Me : Pasti , ya udah kayanya bayi besar kamu lagi manyun dicuekin . Besok kapan kapan kita vcall ya


Nita : Ha .. ha .. kau benar dia lucu sekali jika sedang merajuk . Bye Mika .. Assalamualaikum


Me : Walaikumsalam


Mika menutup panggilan telponnya , dia tersenyum mengingat pembicaraan antara dia dan Nita . Sepertinya Nita gadis yang menyenangkan . Dahinya berkerut ketika ponselnya sekali.lagi berdering . Dilihatnya layar ponselnya , nama Satria terpampang disana .


Jika kemarin kemarin dia mungkin akan bersorak kegirangan mendapat panggilan dari Satria , secara laki laki itu jarang sekali menelponnya . Kadang hanya mengirimkan chat singkat yang berbasa basi menanyakan kegiatannya hari ini . Sungguh laki laki yang sama sekali tidak romantis batin Mika .


Mika sama sekali tidak menyentuh ponselnya , bahkan ketika panggilan itu terdengar sampai ketiga kalinya . Hatinya masih kesal pada Satria karena berkomplot dengan Reyhan untuk tidak mengabarkan kabar pernikahan itu .


" Rasain .. emang enak dicuekin !! " batin Mika bermonolog . Tapi tak lama kemudian ia mendengar notif chat dari ponselnya . Matanya membelalak ketika membaca isi chat itu .


' angkat telponnya atau aku kesana malam ini juga '


#


DUBAY ...


Satria sedikit kesal karena berkali kali panggilan telponnya diabaikan oleh Mika . Tadi Rendy sempat menelponnya berkaitan dengan kesedihan gadis itu yang merasa diabaikan . Bukan maksud Satria untuk mengabaikan Mika , tapi menurutnya percuma mengabarkan jika dia tidak bisa menghadirkan Mika ke pernikahan Reyhan .


Waktunya yang sangat sibuk dan waktu pernikahan yang sangat tiba tiba menjadikan ia sedikit tidak bisa membagi waktunya . Perusahaannya yang maju dengan begitu pesat sedikit membuatnya kewalahan . Belum lagi ia tetap harus memantau Wiratama Group milik ayahnya . Tapi ia sedikit lega karena sekarang Reyhan bisa membantunya untuk menghandle perusahaan milik ayahnya hingga dia bisa fokus ke perusahaannya sendiri .


Akhirnya Satria mengirim chat pada Mika , dia yakin setelah membaca isi chatnya gadis itu mau tidak mau pasti mengangkat panggilan telponnya . Dia tersenyum ketika mengetahui Mika sudah membaca pesannya .


Satria segera melakukan panggilan lagi tapi dugaannya salah , Mika tetap saja tidak mengangkat telpon darinya . Ponsel gadis itu malah sudah tidak aktif .


" Benar benar marah .. " lirih Satria dengan memijit keningnya .


Diletakkannya ponselnya di meja kerjanya , disandarkannya kepala dan bahunya di kursi . Sudah sejak beberapa hari yang lalu tenaga dan pikirannya sedikit terforsir , berusaha menyelesaikan pekerjaannya di Brasil agar bisa menghadiri pernikahan Reyhan di London dan sekarang Satria berada di Dubay karena Sofiana juga memerlukan bantuannya .


Tiba tiba telponnya berdering , Satria mengira Mika yang akhirnya mau menelponnya kembali tapi dugaannya sekali lagi salah . Nomor kantor keamanan apartemen yang saat ini sedang memanggilnya dan dia segera mengangkatnya .

__ADS_1


" Halo ?! "


" Ini saya sekuriti di bawah tuan , maaf sekali saya lancang mengganggu anda malam malam begini . Saya cuma mau mengabarkan ini nona Fia sepertinya mabuk ketika turun dari taksi , tingkahnya aneh jadi saya telpon tuan Satria karena setahu saya nona Fia dekat dengan tuan . Sekali lagi maaf atas kelancangan saya "


Seluruh sekuriti yang bertugas di apartemen itu memang sangat mengenal sosok Satria . Satu satunya penghuni penthouse sekaligus pemilik dari apartemen mewah dua puluh lantai tempat dimana mereka bekerja . Pemilik pertama apartemen itu menukar kepemilikan gedung apartemen dengan sejumlah saham perusahaannya yang dirintis di Brasil . Semua penghuni di apartemen itu menggunakan sistem sewa , dan otomatis Satria sekali lagi berhasil memperlebar usahanya dengan memiliki gedung mewah itu .


" Baik aku turun sekarang , jaga dia jangan sampai pergi "


" Baik tuan "


Satria menghela nafas panjang , Fia memang sering datang ke klub malam tapi dia tidak pernah menyentuh minuman keras . Jika pun iya maka Satria yakin tidak akan sampai mabuk karena Satria tahu Fia bukan pemabuk . Bahkan Fia tidak pernah turun melantai seperti yang dilakukan teman temannya . Dia hanya akan duduk dan ngobrol dengan relasi ataupun temannya .


Benar yang dikatakan sekuriti itu , Satria melihat Fia dalam kondisi yang berantakan . Mulut gadis itu tak henti hentinya meracau . Satria akhirnya membopong tubuh Sofiana karena sepertinya gadis itu sudah hilang setengah kesadarannya .


" Satriaaaaa .... panasss !! "


Fia melingkarkan kedua tangannya ke leher Satria yang saat ini sedang berjalan menuju lift . Dahi Satria berkerut ketika merasakan tingkah aneh Fia . Dia tidak mencium bau alkohol dari nafas gadis itu tapi kenapa bisa Fia menjadi semabuk ini .


Satria sengaja membawa Fia ke penthousenya karena sepertinya dia tidak bisa meninggalkan gadis itu sendirian dalam kondisi seperti ini . Dia meletakkan tubuh Fia di ranjang kingsize nya .


" Panass ... tolonnggg "


Perlahan Fia membuka satu persatu kancing blousenya , dan Satria hanya memperhatikan tingkah Fia yang semakin aneh .


" Shitt .. obat perangsang "


Sebelum semua terlambat Satria segera menelpon salah satu temannya yang menjadi dokter pribadinya . Dia tahu bahwa apapun alasannya dia tidak akan bisa menyentuh dan memuaskan hasrat Fia yang saat ini sedang dipengaruhi obat perangsang .


" Ben , I need your help as soon as possible . Fia was affected by stimulant drugs at this time. bring the antidote now ! ( Ben , aku butuh bantuanmu secepatnya . Fia dipengaruhi obat perangsang saat ini . bawa penawarnya sekarang ! ) "


" What you means ( apa maksudmu ) ?!! "


" What I mean is if you don't come here soon I'll kill you ( maksudku adalah jika kau tidak kesini secepatnya maka akan kubunuh kau ) !!!! "


" Ckk .. always like that ( selalu seperti itu ) "


Pria bernama Ben itu sepertinya tidak dapat menolak permintaan Satria , dia tahu jika Satria hanya akan memanggilnya dalam keadaan darurat .

__ADS_1


__ADS_2