Belong To Me

Belong To Me
119 . Positif


__ADS_3

Mike terus melipat bibirnya ketika tahu malam ini akan menginap di mansion utama , bukannya apa apa . Karena Mommynya pasti akan selalu menempel pada istrinya . Mike tak akan punya kesempatan untuk bermanja pada istri kecilnya .


" Sayang , pulang yuk "


Dan kata katanya sukses mendapat pelototan dari sang Mommy . Bia dan Mika sedang ada di dapur untuk menyiapkan makan malam . Bisma yang sedang duduk di ruang televisi hanya terkekeh mendengar keluhan putranya .


" Jangan ganggu mereka son , atau Mommy mu akan membuat pasta pedas untukmu "


Walau bertampang bule Mike memang tidak terlalu suka dengan pasta . Rasanya yang terlalu gurih dan creamy membuat perutnya eneg . Apalagi jika ditambah rada oedas pasti rasanya semakin tidak karu karuan , itu menurutnya .


" Duduklah disini , biarkan mereka bertarung di wilayah mereka sekarang ... "


Dengan malas Mike menuruti Daddynya untuk duduk bersamanya menonton acara berita di televisi .


" Sebelum mereka bertarung dengan kita nanti di kamar " bisik Bisma pelan sambil terbahak dan menepuk keras bahu putranya .


" Come on ... tidak lucu Dad "


Mike memutar bola matanya malas , dia heran dengan Daddynya yang terkenal dingin itu . Kadang Bisma bisa menjadi sosok paling menyebalkan di mata Mike , tentu saja sesudah Mommynya . Dua orang itu sering berkolaborasi untuk mengganggunya jika sudah berada di dalam rumah .


Tak lama kemudian Mika memanggil mereka untuk makan malam . Dan dua pria tampan itu segera berjalan menuju meja makan sebelum ' ibu ratu ' berteriak agar mereka bergerak lebih cepat .


" lni sehat darling , aku buat dari dada ayam yang pasti rendah lemak " jelas Bia sebelum suaminya melayangkan protes .


Bisma sangat menjaga pola makannya , biasanya Bisma hanya makan salad sayur atau buah sebagai makan malamnya . Bahkan dia sudah berhasil menjauhi rokok dan wine yang dulu sempat membuatnya merasa candu . Dengan di bantu oleh kesabaran Bia akhirnya ia berhasil menjauhi dua barang tersebut .



Demikian pula dengan Mike yang masih menatap hot plate di depannya .


" Makan saja yang ada , kami bukan chef yang bisa plating makanan . Mommy tahu kamu pasti mau tanya soal wortel ! Kami bikin sesuai isi kulkas , mengerti !! Yang penting kan rasanya . Iya kan Mika sayang !? "


Mika langsung mengacungkan kedua jempolnya . Dan Bisma hanya menggelengkan sedikit kepalanya ketika Mike menatapnya , seolah berkata ' makan saja yang ada , atau Mommy tak akan berhenti bicara ' .


Mika tersenyum geli melihat dua pria Dananjaya didepannya kalah telak jika di hadapan ibu mertuanya .


" Habiskan .. " ucap Bia yang melihat masih ada separuh daging steak dipiring suaminya .


" Honey please "

__ADS_1


" Habiskan , jangan pernah menyisakan makanan di piringmu darling , atau ayam tetangga akan ada yang mati "


" Are you serious !? Tetangga yang mana yang pelihara ayam ? Kita bisa menggantinya honey , suruh Mike membelinya di market hewan " kata Bisma menunjuk putranya .


" Enak aja suruh Mike pergi ke pasar !! Nggak !! Suruh saja Robert ke sana "


.........


" Habiskan " suara datar Bia berhasil membungkam dua pria super tampan itu . Mereka tak akan pernah bisa melawan kata kata dari wanita kesayangan mereka .


" Cihh ... tadi aja ribut , taunya habis tiga porsi juga " cibir Bia pada Mike yang malam ini makan dengan sangat lahap .


Bisma pun menatap putranya heran , tak biasanya Mike makan malam dengan porsi sebanyak ini . Karena yang ia tahu Mike juga sangat menjaga pola makannya .


" Kau tidak sedang kesurupan kan son ??! "


Mika terbahak mendengar pertanyaan ayah mertuanya . Dan Bia mencubit punggung tangan suaminya pelan .


" Aku benarkan ? Tidak biasanya ia makan malam sebanyak itu . Bisa bisa dalam.perutmu akan tertimbun lemak , itu tidak sehat "


" Jangan dengarkan Daddymu , di dapur masih banyak steaknya jika kau mau lagi " jiwa seorang ibu pasti senang jika anak anaknya makan dengan banyak dan lahap .


Hanya bunyi denting sendok dan garpu yang biasanya terdengar di ruang makan ini . Tapi kini ruang makan menjadi lebih ramai , dan Bia sangat bahagia karena hal itu . Dia berharap tak lama lagi mansion akan diramaikan oleh cucu cucunya nanti . Semoga besok pagi ia akan menerima kabar baik yang berasal dari kamar Mike .


Dan pada pagi harinya Mika langsung pergi ke kamar mandi untuk mengetes urinenya sesuai arahan Mommynya . Tiga test pack yang ia celupkan diwadah agar hasilnya lebih akurat . Tak lama samar muncul sebaris warna merah di ketiga alat itu .


Dengan cemas ia menunggu satu lagi warna merah yang muncul . Apapun hasilnya ia akan menerimanya dengan ikhlas karena Mika yakin semua sudah di atur olehNya .


Sedang diluar sana Mike sedang menggerutu karena pagi pagi sekali Mommynya sudah menggedor pintunya dengan keras .Mau tak mau ia membuka pintunya , Mike berpikir mungkin ada hal penting yang ingin disampaikan padanya .


" Bagaimana hasilnya ? " tanya Bia dengan tidak sabar .


" Apanya ? " heran Mike yang mendengar pertanyaan ambigu wanita di depannya .


" Ckk .. hasil tesnya "


" Tes wawancara ? Tes IQ ? Atau tes simulasi SIM ? "


Bia menabok lengan putranya dengan keras hingga Mike mengaduh .

__ADS_1


" Mommy sedang tidak bercanda !! Dimana Mika , dia masih di kamar mandi ? "


" Oh God Mom , don't confused me ( jangan membuatku bingung ) . Tadi tanya tentang tes , sekarang tanya keberadaan istri Mike . Apa hubungannya soal tes dan Mika ?! "


Bia berjalan untuk menyusul Mika di kamar mandi . Rasa ingin tahunya terlalu besar karena ia sangat bersemangat pagi ini . Tapi sebelum mencapai pintu , Mika sudah keluar dari kamar mandi dengan menenteng sesuatu di tangannya .


Mika menatap satu persatu suami dan ibu mertuanya bergantian , ia tak bisa membendung lagi air matanya . Dan itu membuat Bia langsung memeluknya .


Bia mengusap lembut punggung Mika yang malah semakin terisak .


" Sabar sayang , mungkin memang belum rejekinya . ingat yang Mommy pernah bilang kan !? Kalian masih muda , masih banyak kesempatan "


Mike yang terkejut melihat Mika menangis langsung melangkah mendekat . la kalut , selama Mika menjadi istrinya Mike tak pernah melihatnya menangis sepilu ini .


" Ada apa ini ?!! Apa yang sudah terjadi dengan istri Mike Mom ? Ada yang kalian sembunyikan dariku "


" Abi ... " lirih Mika .


Bia melepaskan pelukannya memberi kesempatan pada Mike untuk menenangkan istrinya .


" Ya sayang , Abi disini .. its ok "


Mike merengkuh tubuh mungil itu ke dalam pelukannya .


" Lepas dulu .. Mika pengen kasih ini "


Mike perlahan melepaskan pelukannya dengan menatap heran istrinya . Mika memberikan sesuatu kepadanya , sepertinya ia tahu benda itu .


Mata Mike terbelalak ketika melihatnya .


" Ya Allah ... sayang " Mike menciumi pucuk kepala istrinya bertubi tubi . Air matanya pun tak bisa lagi ia bendung saking bahagianya . Sekarang Mike mengerti kenapa tadi Mika menangis .


" Mom .. " Mike menyerahkan benda yang ia pegang pada Mommynya .


Dan reaksi Bia kurang lebih sama dengan reaksi putranya .


" Ya Allah sayang !! Alhamdulilah ... kamu udah hampir bikin Mommy jantungan "


Ya , tiga test pack itu menunjukkan dua garis merah yang artinya ada pewaris Dananjaya yang akan segera datang ke dunia . Pagi itu seluruh isi mansion sangat bersuka cita mendengar kabar bahagia itu . Tak lama lagi mansion akan dihiasi tangis dan tawa seorang bayi .

__ADS_1


__ADS_2